• Beranda
  • Kerjasama
  • Third National Communication to the United Nations Framework Convention on Climate Change (TNC)

Third National Communication to the United Nations Framework Convention on Climate Change (TNC)

Indonesia menandatangani dan berkomitmen penuh pada implementasi Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC)di Rio dan meratifikasinya melalui UU No.6/1994 pada tahun 1994. Berdasarkan kerangka kerja tersebut, Indonesia harus melaporkan kegiatannya yang berhubungan dengan isu perubahan iklim ke secretariat UNFCCC melalui Komunikasi Nasional Perubahan Iklim. Dokumen Komunikasi Nasional tersebut terdiri dari:

  • Inventarisasi dan perkiraan Gas Rumah Kaca (GRK)
  • Rencana Aksi Mitigasi (termasuk terkait pembiayaan, pendanaan yang diharapkan dan kebijakan yang relevan)
  • Pengujian kerentanan dan adaptasi (termasuk didalamnya rencana aksi untuk adaptasi, pembiayaan yang terkait, pendanaan yang diharapkan dan kebijakan yang relevan), pengelolaan institusi dan rencana untuk perbaikan pada dokumen komunikasi nasional.

Pada 2010, Indonesia melaporkan Komunikasi Nasional Ke 2 kepada UNFCC. Dokumen ini melengkapi kekurangan isu yang teridentifikasi pada dokumentasi Komunikasi Nasional pertama, seperti dibawah ini:

  • Memperkuat laporan Komunikasi Nasional yang berfokus pada aksi mitigasi bererta dampaknya dan dukungan yang diperoleh.
  • Mendaftarkan Laporan Perbarui Biennial yang konsisten dengan kemampuan pemerintah dan tahapan dukungan yang dibutuhkan untuk pelaporan.

Sejalan dengan aktivitas ini, proyek “Komunikasi Nasional Ketiga (Third National Communication/TNC) kepada UNFCCC” dimaksudkan untuk memungkinkan Pemerintah Indonesia merancang kebijakan umum dan mengukur dampak dari mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui proyek-proyek dibawah ini:

  • Penguatan kapasitas teknis dan pengaturan institusi pada tingkat nasional dan lokal.
  • Mengukur dampak lingkungan, sosial dan ekonomi dari implementasi kebijakan mitigasi dan adaptasi.

Proyek ini bertujuan untuk mendampingi Pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan aktivitas yang berhubungan dengan persiapan TNC dan BUR sebagai bentuk kepatuhan kepada komitmen UNFCCC sesuai dengan Artikel Konvensi 4.1 dan 12.1.

Proyek ini memiliki lima indikator seperti tersebut dibawah:

  • Mempersiapkan Inventaris Gas Rumah Kaca Nasional
  • Mempersiapkan laporan dampak, kerentanana dan adaptasi mengatasi perubahan iklim, keberagaman dan kejadian ekstrem.
  • Mempersiapkan laporan pada kebijakan miikasi GRK dan pengukurna untuk masalah terkait perubahan iklim
  • Mempersiapkan laporan yang mendeskripsikan pada keadaan nasional dan informasi lain yang relevan
  • Publikasi TNC dan BUR

Kunci tahapan

Dokumen Proyek TNC secara resmi ditandatangani oleh Menteri Keuangan, Menteri Lingkungan Hidupa dan UND pada bulan Maret 2014. Terhitung sejak permulaan implementasinya, TNC harus mampu mengeluarkan beberapa keluaran kunci sebagai berikut:

  • Kerangka kerja dan template BUR
  • Inisiasi Studi tentang Faktor Emisi Lokal dan Data aktivitas untuk limbah di Provinsi Riau, sebagia salah satu pilot dari proyek TNC.
  • Menteri Lingkungan hidup dengan dukungan beberapa kementerian terkait mengeluarkan database inventarisasi GRK terkait proses industri dan penggunaan produk (Industrial Process and Product Use/IPPU), limbah, energi serta pertanian, kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (Agriculture, Forestry dan Other Land Use) pada 2012. Database ni akan menjadi bagian yang penting dalam pelaporan BUR pertama;
  • Bappenas melalui secretariat RAN GRK (Rencana Aksi Nasional Penurunan Gas Rumah Kaca) melalui koordinasi erat dengan kementerian terkait telah melakukan Monitoring, Evaluation and Reporting pada aksi terkait mitigasi dari kementerian terkait. Namun evaluasi dalam memastikan kualitas masih memerlukan kerjasama dengan kementerian, terutama terkait scenario baseline, metodologi kalkulasi GRK dan data aktivitas.
membagi informasi ini: