Teknologi Rendah Karbon

Teknologi rendah karbon adalah salah satu kunci dari pengembangan ekonomi rendah karbon dan merupakan sarana yang signifikan untuk mengurangi pemanasan global, krisis energi, dan pembangunan berkelanjutan. Teknologi rendah karbon meliputi teknologi pengurangan karbon, bebas karbon, penghilangan karbon, manajemen karbon, penghematan sumber daya dan teknologi daur ulang.

Berdasarkan sumber EBTKE ESDM penggolongan teknologi rendah karbon terdiri atas :

Konservasi energi

Foto: Festival Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Konservasi energi adalah pemanfaatan energi secara efisien dan rasional tanpa mengurangi penggunaan energi yang memang benar-benar diperlukan untuk menunjang pembangunan nasional. Konservasi (penghematan) energi akan menurunkan biaya energi yang dikeluarkan (hemat energi hemat biaya).

Berdasarkan data statistik EBTKE 2015 potensi penghematan energi didasarkan pada 5 sektor yaitu industri, transportasi, rumah tangga, bangunan atau komersial dan lainnya (pertanian, konstruksi, dan pertambangan).

Salah satu bentuk koservasi energi yang dapat dilakukan sehari-hari adalah penggunaan produk lampu swabalast berlabel tanda hemat energi.

*Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pembubuhan Tanda Hemat Energi untuk Lampu Swabalast.

Panas bumi

Foto: esdm.go.id

Energi panas bumi atau biasa disebut geothermal adalah energi panas yang terdapat dan terbentuk di dalam litosfer (kerak bumi). Terbentuknya energi panas bumi (geothermal) dipicu oleh aktivitas tektonik di dalam perut bumi, yaitu ketika magma yang sangat panas di dalam perut bumi membuat lapisan bumi di atasnya mengalami peningkatan temperatur. Ketika lapisan ini bersentuhan dengan air maka akan menjadi uap panas bertekanan tinggi. Inilah energi potensial yang kemudian dikenal sebagai energi panas bumi atau geothermal energy.

Indonesia memiliki potensi sebesar 40% sumber daya panas bumi karena mengandung cadangan panas bumi terbesar di dunia yang letaknya di permukaan negara Indonesia.Namun Indonesia hanya menggunakan cadangan tersebut sebesar 5% karena kebanyakan dari sumber tersebut terletak di hutan dan kawasan konservasi yang dilindungi.

Bioenergi

Foto: Festival Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Bioenergi adalah energi yang berasal dari satu atau beberapa organisme dalam suatu habitat tertentu (biomassa). Biomasa adalah salah satu sumberdaya hayati, misalnya energi matahari yang telah ditransformasi menjadi energi kimia oleh tumbuhan berhijau daun. Selain itu, biomassa bisa juga berasal dari bahan-bahan organik yang berumur relatif muda dan berasal dari tumbuhan atau hewan, ataupun produk & limbah industri budidaya (pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan).

Bioenergi merupakan sektor perekonomian energi dunia yang paling dinamis dan berubah cepat. Pertumbuhan pesat industri bahan bakar nabati (BBN, liquid biofuels) memasok sekitar 10 % dari kebutuhan energi dunia dan merupakan 78 % dari seluruh pasokan energi terbarukan. Produksi bioenergi yang dihasilkan dari residu dan limbah pemanenan, serta pengolahan pangan memiliki makna penting dalam memperkuat struktur dan daya saing industri pangan domestik.

Berdasarkan data statistik EBTKE 2015 terdapat potensi limbah biomassa menjadi listrik yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, terdapat pula potensi dari PLT biomassa, biogas, dan sampah kota baik on ataupun off grid, PLT bioenergi, biodiesel bioethanol.

Aneka energy baru terbarukan

Foto: Festival Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Aneka energi baru terbarukan merupakan salah satu arah kebijakan dan strategi dalam RPJMN 2015-2019. Beberapa bentuk dari kegiatan aneka energi baru terbarukan yaitu listrik dari tenaga mikrohidro (PLTMH) dan listrik dari tenaga surya (PLTS).

  • Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah pembangkit listrik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik. Ada dua teknologi yang memungkinkan hal tersebut terjadi, yaitu:
    • Fotovoltaik mengubah secara langsung energi cahaya menjadi listrik dengan efek fotoelektrik.
    • Pemusatan energi surya menggunakan sistem lensa atau cermin yang dikombinasikan dengan sistem pelacak untuk memfokuskan energi matahari ke satu titik untuk menggerakan mesin kalor.
  • Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) adalah pembangkit listrik yang mengubah energi air menjadi energi listrik dengan memanfaatkan kapasitas aliran dan ketinggian tertentu dari instalasi air.

Referensi:

  1. lintas.ebtke.esdm.go.id
  2. http://panelsurya.com/
  3. https://id.scribd.com/doc/190667813/Teori-Pembangkit-Listrik-Tenaga-Mikrohidro

Kumpulan video tentang dampak, penyebab dan pengertian maupun analisa ilmiah tentang perubahan iklim.

Koleksi dokumen publikasi, kliping dan lainya dari berbagai sumber terkait perubahan iklim.

Kontak informasi pegiat - pegiat yang terlibat dalam aksi - aksi perubahan iklim di atas lahan di Indonesia.

Daftar Istilah dan singkatan terkait perubahan iklim yang dihimpun dari berbagai sumber ilmiah dan ranah hukum.

Kumpulan infografis - Meme - Komik tentang dampak, penyebab dan pengertian maupun analisa ilmiah tentang perubahan iklim.