Peningkatan Kapasitas dan Tenaga Ahli

UNFCCC telah membentuk Paris Committee on Capacity Building (PCCB) yang bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dan kebutuhan peningkatan kapasitas dalam pengendalian perubahan iklim di negara berkembang. Indonesia berhasil memasukkan satu wakilnya dalam keanggotaan PCCB mewakili kawasan Asia Pasifik, yaitu Dr. Mahawan Karuniasa, dosen Universitas Indonesia.

Peningkatan Kapasitas Generasi Muda

Salah satu fokus peningkatan kapasitas di Indonesia adalah peningkatan kapasitas untuk generasi muda (youth). Hal ini dianggap penting, karena generasi mudalah yang akan merasakan dampak terbesar perubahan iklim, dan di tangan merekalah kebijakan pengendalian perubahan iklim dimasa depan akan ditentukan. Beberapa kegiatan peningkatan kapasitas untuk generasi muda yang pernah dilakukan sebagai berikut:

  • Program Aksi Pemuda untuk Perubahan Iklim dalam rangkaian Festival Iklim (Februari 2016)
  • Youth Leadership Climate Camp bekerjasama dengan UN CC:Learn (Februari 2017)
  • Penyusunan Modul Ajar Pengintegrasian Pendidikan Perubahan Iklim untuk SD-SMP-SMA

Peningkatan Kapasitas Tenaga Ahli

Wadah Tenaga Ahli di Tingkat Internasional

IPCC (Intergovernmental Panel Climate Change) merupakan panel ilmiah yang terdiri dari para ilmuwan dari seluruh dunia dan didirikan oleh 2 (dua) organisasi PBB, yaitu: World Meteorological Organization (WMO) dan United Nations Environment Programme (UNEP) pada 1988. IPCC didirikan bertujuan untuk mengevaluasi risiko perubahan iklim akibat aktivitas manusia. Setiap tahun IPCC mengadakan pertemuan untuk membahas perkembangan isu-isu perubahan iklim.

Secara umum IPCC dipimpin oleh seorang Chair dan terbagi atas 3 (tiga) Working Group (WG), yaitu: WG I : The Physical Science Basis; WG II : Climate Change Impacts, Adaptation and Vulnerability; dan WG III : Mitigation of Climate Change; dan Task Force on National Greenhouse Gas Inventories.

Perwakilan Indonesia dalam organisasi IPCC adalah Prof. Dr. Edvin Aldrian sebagai Vice Chair WG I dan Prof. Dr. Fahmuddin Agus sebagai anggota Task Force on National Greenhouse Gas Inventories. Selain itu, ahli/pakar perubahan iklim Indonesia banyak telibat dalam penyusunan Assessment Report IPCC maupun dokumen lain.

Wadah Tenaga Ahli di Tingkat Nasional

APIK (Ahli Perubahan Iklim Indonesia) dibentuk pada 2013, beranggotakan perwakilan berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian dan lembaga diklat se-Indonesia. APIK merupakan salah satu aset yang sangat penting dalam mendukung peningkatan peran ahli dalam aksi perubahan iklim nasional. Saat ini, APIK telah beranggotakan sekitar 300 orang yang tersebar di seluruh Indonesia, dan telah menyelenggarakan berbagai workshop dan kajian ilmiah terkait perubahan iklim, diantaranya adalah:

  • Workshop Nasional APIK Indonesia tahun 2015 di Yogyakarta
  • Workshop Nasional APIK Indonesia tahun 2016 di Jakarta
  • Workshop Regional Ahli Perubahan Iklim Regional Maluku dan Maluku Utara tahun 2016
  • Workshop Regional Ahli Perubahan Iklim Regional Bali dan Nusa Tenggara tahun 2016

Kumpulan video tentang dampak, penyebab dan pengertian maupun analisa ilmiah tentang perubahan iklim.

Koleksi dokumen publikasi, kliping dan lainya dari berbagai sumber terkait perubahan iklim.

Kontak informasi pegiat - pegiat yang terlibat dalam aksi - aksi perubahan iklim di atas lahan di Indonesia.

Daftar Istilah dan singkatan terkait perubahan iklim yang dihimpun dari berbagai sumber ilmiah dan ranah hukum.

Kumpulan infografis - Meme - Komik tentang dampak, penyebab dan pengertian maupun analisa ilmiah tentang perubahan iklim.