• 0

    Hasil Kerjasama

    Kerjasama ini didasarkan pada kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama. Tautan ini akan membahas kerjasama-kerjasama Indonesia dengan negara pihak lainnya dalam hal menurunkan konsentrasi gas rumah kaca dan menanggulangi dampak buruk perubahan iklim.

Joint Credit Mechanism Indonesia-Jepang

Joint Credit Mechanism (JCM) adalah mekanisme kerjasama bilateral untuk perdagangan karbon yang juga mencakup aspek transfer teknologi. JCM tidak hanya merupakan perdagangan karbon, namun juga merupakan investasi hijau dan pembangunan rendah emisi. JCM bertujuan mendorong pihak swasta untuk berinvestasi di Pembangunan Rendah Karbon melalui insentif dari pemerintah negara maju. JCM juga berperan dalam upaya pengurangan emisi GRK di negara tuan rumah, melalui langkah-langkah mitigasi yang terukur dan terverifikasi, untuk berkontribusi terhadap pencapaian tujuan utama UNFCCC melalui fasilitas langkah-langkah global dalam pengurangan emisi GRK.

Pemerintah Indonesia dan Jepang bersepakat untuk melaksanakan kerjasama bilateral dengan mekanisme JCM. Melalui mekanisme ini, organisasi-organisasi swasta Jepang dan Indonesia didorong untuk bekerjasama dengan insentif dari Pemerintah Jepang. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama untuk “Kemitraan Pertumbuhan Rendah Karbon antara Republik Indonesia dan Jepang” pada tanggal 7 Agustus 2013 di Tokyo, serta tanggal 26 Agustus 2013 di Jakarta.

Dalam pelaksanaan kerjasama ini, “Komite Bersama” dibentuk oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang untuk mewakili kedua belah pihak. Komite bersama ini berperan mengembangkan dan mengubah peraturan pelaksanaan dan pedoman yang dibutuhkan untuk penerapan JCM, serta aturan lainnya terkait JCM.

Sejak beroperasi di Indonesia, telah ada 23 propel JCM yang terdaftar di dalam sistem registry JCM yang telah dibangun. Sebagian besar propel tersebut berada pada sektor energi dan industri. Namun, karena Indonesia telah berkomitmen, melalui Nationally Determined Contributions (NDCs), untuk menurunkan emisi melalui berbagai sektor, termasuk sektor energi, industri, pertanian, lahan, dan limbah, maka Indonesia perlu mengidentifikasi sektor-sektor selain energi dan industri untuk dapat menggunakan mekanisme JCM tersebut.

Kegiatan transfer teknologi pada JCM meliputi beberapa sektor, di antaranya :

  1. Energi Efisiensi;
  2. Energi Terbarukan;
  3. Deforestasi dan Forest Degrasi;
  4. Pengelolaan Sampah
  5. Fugitive Emission; dan
  6. Industri Manufaktur

Kumpulan video tentang dampak, penyebab dan pengertian maupun analisa ilmiah tentang perubahan iklim.

Koleksi dokumen publikasi, kliping dan lainya dari berbagai sumber terkait perubahan iklim.

Kontak informasi pegiat - pegiat yang terlibat dalam aksi - aksi perubahan iklim di atas lahan di Indonesia.

Daftar Istilah dan singkatan terkait perubahan iklim yang dihimpun dari berbagai sumber ilmiah dan ranah hukum.

Kumpulan infografis - Meme - Komik tentang dampak, penyebab dan pengertian maupun analisa ilmiah tentang perubahan iklim.