EBTK untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Energi Baru Terbarukan (EBT) terus didorong pemerintah sebagai masa depan energi nasional karena tingkat keekonomiannya tinggi. Namun, dari potensi EBT di Indonesia sebesar 400 gigawatt (GW), baru dimanfaatkan sekitar 8,8 GW atau 2 persen dari potensi yang ada. Padahal, pengoptimalan EBT ini sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN).

Dengan mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia, maka pengembangan EBT di seluruh pulau-pulau harus dimaksimalkan dengan melihat potensi dan tantangan yang ada di daerah tersebut. "Kita (Indonesia) punya paling tidak 800 pulau (berpenghuni). Tidak mungkin kita mampu membangun jalur transmisi untuk menghubungkan seluruh pulau tersebut. Akan sangat mahal biayanya. Jadi kebijakan kami adalah dengan biaya yang rendah kita bangun listrik dari satu pulau ke pulau lain, dari satu daerah ke daerah lain, tetapi tetap dengan (kualitas) barang yang bagus.

Seperti Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang telah dibangun oleh Pemerintah di Nusa Penida sejak bulan Desember 2005, satu unit. Kemudian bertambah satu unit lagi pada tahun 2006. Dimana masing-masing berkapasitas 1 x 80KW di Nusa Penida. Dilanjutkan pembangunan tujuh unit Kincir Angin PLTB , plus satu unit PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) pada tahun 2007. Dengan begitu , jumlah PLTB yang terpasang saat ini di Nusa Penida adalah sebanyak sembilan unit dengan kapasitas 735 KW di tambah dengan satu unit Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS) 30KW.

Proyek ini sejatinya dijadikan model unggulan sebagai salah satu bentuk pengembangan pembangunan pulau terluar dan kemandirian dibidang energi. Bayangkan tiga unit kincir angin ini menghabiskan dana 3,5 miliar rupiah, sedangkan jumlah seluruh kincir ada 9 unit, maka dapat dihitung secara rata-rata proyek ini menghabiskan dana 10,5 miliar rupiah. Listrik yang bertenaga bayu ini merupakan hasil tindak lanjut konferensi ICCC (International Climate Change Conference) PBB di Nusa Dua, tahun 2007 tentang perubahan iklim global. Nusa Penida rencananya dijadikan percontohan pulau dengan energi yang terbarukan sehingga "Go Green Go Clean" bisa terwujud. Pembangunan ini juga digadang-gadang menjadi destinasi desa wisata energi.

Lima turbin angin WES80 sudah dipasang di pulau Nusa Penida. Jaringan listrik di pulau ini didukung oleh serangkaian generator diesel dengan beban puncak 1,2 MW. PLTB Nusa Penida dipasang secara hybrid di jaringan listrik diesel untuk mengurangi konsumsi bahan bakar diesel.

Kecepatan angin rata-rata di pulau ini kurang dari 5 m/s, sehingga WES menyesuaikan dengan memakai turbin dengan kecepatan angin yang rendah, yaitu 3,0 m/s. Masing-masing turbin WES80 menghasilkan daya listrik rata-rata 135.000 kWh per tahun, khusus dari turbin WES80 saja. Setiap turbin dapat mengurangi konsumsi bahan bakar diesel pulau sekitar 43.000 liter per tahun. Menara dan turbin dipasang tanpa menggunakan crane. Menara besi ini merupakan buatan lokal Indonesia.

Dengan pembangunan sumber-sumber energi baru dan terbarukan yang rajah lingkungan, Pemerintah dapat memenuhi komitmennya untuk mengurangi produksi emisi gas rumah kaca.

Kumpulan video tentang dampak, penyebab dan pengertian maupun analisa ilmiah tentang perubahan iklim.

Koleksi dokumen publikasi, kliping dan lainya dari berbagai sumber terkait perubahan iklim.

Kontak informasi pegiat - pegiat yang terlibat dalam aksi - aksi perubahan iklim di atas lahan di Indonesia.

Daftar Istilah dan singkatan terkait perubahan iklim yang dihimpun dari berbagai sumber ilmiah dan ranah hukum.

Kumpulan infografis - Meme - Komik tentang dampak, penyebab dan pengertian maupun analisa ilmiah tentang perubahan iklim.