Reforestasi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS) merupakan kawasan konservasi dengan luas 50.276,20 Ha yang secara administratif terletak di wilayah Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang. Kawasan ini dikelola oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) yang dibagi ke dalam 5 zona, yaitu : zona inti rimba, pemanfaatan tradisional, pemanfaatan intensif dan rehabilitasi. Zona rehabilitasi merupakan zona yang kondisi lahannya dalam keaadaan kritis sehingga perlu direvitalisasi agar kembali ke ekosistem semula. Di lokasi inilah sebagian besar kegiatan reforestasi di kawasan TN BTS dilaksanakan.

Proyek reforestasi bertujuan untuk penyerapan (sekuestrasi) CO2 melalui reforestasi di beberapa area di TN BTS, dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca di atmosfer dan peningkatan konservasi keanekaragaman hayati. Proyek ini dilaksanakan oleh BBTNBTS bekerjasama dengan SFC dan KTI dengan target menghutankan kembali areal lahan seluas 1.000 Ha atau setara dengan penyerapan karbon sebesar 289,766 ton CO2e pada lahan yang terdegradasi karena kebakaran hutan akibat erupsi gunung Semeru dan Bromo.

Melalui proyek ini direncanakan akan ditanam 800 seedling per hektar yang dilaksanakan mulai 2008 sampai dengan 2013 dan baru mencapai 390 Ha dari target. Pemilihan jenis tanaman yang ditanam (Acacia decurrens) masih diperdebatkan karena jenis tersebut tidak termasuk dalam klasifikasi tanaman lokal; tetapi dengan pertimbangan pertumbuhan yang cepat, maka jenis tanaman tersebut tetap dipilih untuk proyek reforestasi. Tanaman tahun 2009 – 2012 merupakan tanaman sulaman karena terkena erupsi gunung Bromo dan Ssemeru. Selain erupsi, permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam reforestasi adalah suhu/embun beku yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, sehingga dilakukan mulching untuk menjaga kehangatan. Sedangkan dalam rangka penanganan kebakaran dilakukan pelatihan dan pembuatan sekat bakar dengan pemberdayaan masyarakat dengan dukungan dari Sumitomo.

Kegiatan lain yang juga dilakukan pada proyek restorasi ini adalah monitoring tanaman hasil restorasi. Monitoring juga dilakukan pada fauna di TN BTS yaitu serangga (salah satunya Prosoplus bromoensis sp), capung dan hewan pada rantai tertinggi yaitu macan tutul (Java leopard). Kegiatan pendukung lain yang dilakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat dan pemasangan papan informasi. Secara keseluruhan, hasil yang diperoleh adalah reforestasi yang meskipun belum besar tapi Cemara sudah mulai nampak dan saat ini sudah dilakukan pengukuran karbon oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kehutanan.

Kumpulan video tentang dampak, penyebab dan pengertian maupun analisa ilmiah tentang perubahan iklim.

Koleksi dokumen publikasi, kliping dan lainya dari berbagai sumber terkait perubahan iklim.

Kontak informasi pegiat - pegiat yang terlibat dalam aksi - aksi perubahan iklim di atas lahan di Indonesia.

Daftar Istilah dan singkatan terkait perubahan iklim yang dihimpun dari berbagai sumber ilmiah dan ranah hukum.

Kumpulan infografis - Meme - Komik tentang dampak, penyebab dan pengertian maupun analisa ilmiah tentang perubahan iklim.