• 0

    Mitigasi

Setiap negara pihak dalam Konvensi Kerangka Kerja PBB (UNFCCC) berkewajiban untuk membuat kebijakan nasional untuk mengatur dan melakukan upaya mitigasi perubahan iklim, yaitu upaya menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang berasal dari kegiatan manusia. Negara pinhal juga berkewajiban melindungi serta meningkatkan penyerapan gas rumah kaca. Sebagai salah satu negara pihak pada UNFCCC, Indonesia pun melakukan upaya-upaya mitigasi. Indonesia melakukan upaya mitigas pada enam sektor, yaitu :


  • Sektor Kehutanan
  • Sektor Pertanian
  • Sektor Limbah Rumah Tangga
  • Sektor Industrial Process and Product Use
  • Sektor Energi
  • Sektor Kehutanan

    Penyebab

    Kegiatan deforestasi (pengalih fungsian lahan hutan menjadi bentuk penggunaan lahan lainnya) dan adanya ndakan perusakan hutan dalam skala luas, berpengaruh sangat besar baik secara langsung maupun dak langsung terhadap peningkatan emisi GRK.

    Kegiatan

    Secara umum, kegiatan yang dapat mendukung mitigasi adalah kegiatan yang berhubungan dengan penambahan stok karbon dengan cara penanaman. Berbagai kegiatan penanaman telah dilakukan di Indonesia, antara lain melalui pembangunan Hutan Rakyat (HR), Hutan Kemasyarakatan (HKm), dan Hutan Tanaman Industri (HTI). Kegiatan- kegiatan tersebut mampu meningkatkan kapasitas lahan untuk menyerap dan menyimpan emisi terutama di luar kawasan hutan atau di kawasan hutan yang berstatus lahan kritis.

  • Sektor Pertanian

    Penyebab

    Beberapa kegiatan dalam sector pertanian yang berpotensi menjadi sumber emisi antara lain adalah: berasal dari pembakaran, pelepasan gas N2O dari kegiatan pemupukan, dan CO2 dari proses respirasi tanaman dan dekomposisi (pelapukan).

    Kegiatan

    Program-program aksi mitigasi di sector pertanian antara sebagai berikut:

    • Penerapan Teknologi Budidaya Tanaman, Contoh : Program SLPTT, SRI, Varietas padi rendah emisi)
    • Pemanfaatan pupuk organik dan biopestisida contoh : UPPO ( Unit Pengolahan Pupuk Organik)
    • Pemanfaatan kotoran/urin ternak dan limbah pertanian untuk biogas contoh : program BATAMAS (Biogas Asal Ternak Bersama Masyarakat)
    • Penggunaan varietas padi rendah emisi gas CH4
    • Penggunaan limbah pertanian untuk bioenergi dan kompos.
    • Pengembangan pupuk organik untuk peningkatan simpanan karbon dalam tanah
    • Pengembangan teknologi biogas dan pakan untuk mengurangi emisi GRK dari ternak
  • Sektor Limbah Rumah Tangga

    Penyebab

    Tumpukan sampah baik organik maupun anorganik akan mengalami pelapukan yang menghasilkan gas CH4 dan gas CO2 lepas ke udara.

    Kegiatan

    Beberapa kebijakan aksi mitigasi yang dilakukan di sector limbah antara lain melalui :

    • Peningkatan pengelolaan air limbah di perkotaan
    • Pengurangan timbulan sampah melalui 3R (reduce, reuse, recycle)
    • Perbaikan proses pengelolaan sampah di TPA
    • Peningkatan/pembangunan/rehabilitasi TPA
    • Pemanfaatan limbah/ sampah menjadi 
produksi energi yang ramah lingkungan
  • Sektor Industrial Process and Product Use

    Penyebab

    Emisi GRK dari proses produksi adalah emisi yang dihasilkan dari reaksi kimia atau secara fisik menghasilkan zat sisa yang diklasifikasikan sebagai emisi GRK

    Kegiatan

    Dalam upaya mitigasi perubahan iklim, pada sektor industri, Kementerian Perindustrian meminta pelaku industri untuk melaksanakan alih teknologi yang efisien. Salah satunya adalah teknologi Regenerative Burner Combustion System (RBCS), yaitu teknologi yang digunakan pada tungku pemanasan ulang dengan fungsi memanfaatkan kembali gas buang yang masih mengandung energi cukup besar sehingga mampu menghemat energi di industri. Dengan teknologi tersebut, konsumsi bahan bakar basis gas dapat dihemat sekitar 30 persen. Teknologi RBCS telah dimanfaatkan oleh industri besi dan baja di Indonesia. Pada tahun 2006, alih teknologi ini diaplikasikan oleh PT. Gunung Garuda.

  • Sektor Energi

    Penyebab

    Emisi CO2 sektor energi dapat berasal dari penggunaan bahan bakar fosil, seperti: batubara, minyak bumi dan gas bumi, serta dari industri semen

    Kegiatan

    Aksi mitigasi sector energy dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain penghematan energi atau konservasi energi, diversifikasi energi. Konservasi atau penghematan energi dapat dilaksanakan melalui peningkatan efisiensi peralatan, penggunaan peralatan yang lebih efisien serta melaksanakan manajemen energi. Diversifikasi energi atau penggantian bahan bakar dengan jenis energi lain, bertujuan untuk mengurangi pengunaan bahan bakar yang mempunyai kandungan karbon tinggi dengan jenis energi yang mempunyai kandungan karbon rendah atau tanpa kandungan karbon antara lain melalui :

    • Substitusi Energi yaitu upaya untuk mengganti energi yang ada dengan jenis energi lain yang lebih murah, mudah secara teknis dan tanpa mengurangi kinerja alat. Sebagai contoh dalam pembangkitan listrik maka penggantian minyak solar pada PLTD dengan biofuel atau mikro hidro.
    • Penggunaan Teknologi Rendah Karbon Pemanfaatan teknologi rendah karbon sebagai pengganti PLT Bahan Bakar Fosil secara drastis akan dapat mengurangi pelepasan gas rumah kaca (CO2) ke atmosfir. Teknologi yang termasuk dalam kategori ini antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), PLTS, PLTMH (Mikrohidro),

Implementasi

Strategi Aksi Mitigasi tersebut sudah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia.
Silahkan klik tautan ini untuk menuju informasi implementasi

Kumpulan video tentang dampak, penyebab dan pengertian maupun analisa ilmiah tentang perubahan iklim.

Koleksi dokumen publikasi, kliping dan lainya dari berbagai sumber terkait perubahan iklim.

Kontak informasi pegiat - pegiat yang terlibat dalam aksi - aksi perubahan iklim di atas lahan di Indonesia.

Daftar Istilah dan singkatan terkait perubahan iklim yang dihimpun dari berbagai sumber ilmiah dan ranah hukum.

Kumpulan infografis - Meme - Komik tentang dampak, penyebab dan pengertian maupun analisa ilmiah tentang perubahan iklim.