• 0

    Adaptasi

Secara sederhana, adaptasi dipahami sebagai tindakan menyesuikan diri untuk mengantisipasi pengaruh buruk iklim nyata. Dengan cara membangun strategi antisipasi dan memanfaatkan peluang-peluang yang menguntungkan. Tujuannya adalah meringankan dampak buruk perubahan iklim. Menurut Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perubahan Iklim PBB, kegiatan adaptasi dilaksanakan dengan menemukan dan menerapkan cara-cara penyesuaian terhadap perubahan iklim.

Menurut UNFCCC (United Nation Framework for Climate Change Convention), adaptasi merupakan upaya menemukan dan menerapkan cara-cara penyesuaian terhadap perubahan iklim. UNFCCC sebagai salah satu lembaga internasional terus mencari upaya-upaya dan tindakan untuk menanggapi dampak perubahan besar yang membawa dampak besar terhadap masyarakat dunia dan sumber kehidupannya, serta menggalang dukungan untuk mengatasi perubahan iklim. Di Indonesia, ditingkat pemerintah upaya adaptasi sudah menjadi bagian dari rencana pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang yang dikenal dengan pengarusutamaan adaptasi perubahan iklim.

Ragam upaya adaptasi perubahan iklim disetiap sektor di Indonesia sekilas dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Ketahanan Pangan
  • Ketahanan Ekosistem
  • Ketahanan Air
  • Kemandirian Energi
  • Kesehatan
  • Pemukiman Perkotaan dan Perdesaan
  • Pesisir dan Pulau-pulau kecil
  • Lain-lain
  • Ketahanan Pangan

    Adaptasi di sektor pertanian, pertanian paling rentan terhadap perubahan iklim, sehingga adaptasi merupakan tindakan keharusan pada bidang pertanian, misalkan perubahan musim yang berubah harus diatasi antara lain menyesuaikan waktu tanam dengan musim hujan pertama, menanam varietas tanaman pangan yang tahan terhadap suhu ekstrim, memperbaiki sistem irigasi yang lebih mampu menampung air agar pada musim kemarau panjang masih tersedia cadangan air. Beberapa petani telah menerapkan sistem pertanian organik yang tidak membutuhkan banyak air dan juga pestisida. Upaya pemerintah Indonesia antara lain mengembangkan Sekolah Lapang Iklim yang digagas atas kerjasama Asian Disaster Preparedness Center dan Institut Pertanian Bogor, Dinas Pertanian Indramayu, dan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) agar para petani memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim, dll.

  • Ketahanan Ekosistem

    Sasaran utama ketahanan ekosistem adalah terjaganya ekosistem hutan dan ekosistem esensial dari dapak perubahan iklim sehingga keberadaan keanekaragaman hayati serta layanan jasa ekosistem dapat lestari. Terjaganya ekosistem hutan, kawasan esensial serta keanekaragaman hayati akan menjamin ketersediaan air dan layanan jasa ekosistem dan menjadi salah satu komponen kunci terhadap tercapainya ketahanan pangan, kemandirian energi serta tatanan kehidupan masyarakat. Sasaran umum ini dapat dicapai apabila gangguan dan kerusakan utama pada ekosistem hutan dapat dikurangi. Dengan demikian sasaran utama dari RAN-API untuk bidang ketahanan ekosistem adalah:

    • Penurunan luas kerusakan ekosistem alami darat dan laut oleh kejadian iklim ekstrim dan perubahan iklim
    • Peningkatan kualitas dan kiantitas terumbu karang dan tutupan hutan pada wilayah Daerah aliran Sungai prioritas
    • Penurunan tingkat keterancaman spesies-spesies kunci akibat perubahan iklim;
    • Peningktan sistem ketahan ekosistem.

  • Ketahanan Air

    Curah hujan yang berlebihan dapat mengakibatkan banjir dan longsor, namun sebaliknya curah hujan yang terlalu sedikit berakibat pada kekeringan dan penurunan ketersediaan air. Hal ini akan mempengaruhi pasokan air untuk wilayah perkotaan dan pertanian. Terjaganya ekosistem hutan, kawasan esensial serta keanekaragaman hayati akan menjamin ketersediaan air. Hal ini dapat dicapai apabila gangguan dan kerusakan ekosistem hutan dapat dikurangi. Sehingga ketahanan air sangat bergantung pada ketahanan ekosistem. Terutama ekosistem hutan.

  • Kemandirian Energi

    Kemandirian energi untuk menghadapi perubahan iklim dilakukan dengan memperbaiki dan mengkonservasi wilayah tangkapan hujan dan Daerah Aliran Sungai yang menjadi sumber pembangkit energi tenaga air dan panas bumi; optimalisasi pemanfaatan limbah organik dan biomassa serta pengembangan sumber energi bahan bakar nabati. Untuk melakukan strategi-strategi tersebut, Pemeirntah membuat 4 program, yaitu :

    • Memperbaiki dan mengkoneservasi Wilayah Tangkapan Hujan;
    • Memperluas Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan;
    • Mengembangkan Teknologi Inovatif dan Adaptif untuk Budidaya Tanaman Sumber Bahan Bakar Nabati dan Hutan Tanaman untuk Energi;
    • Membuat program pendukung untuk melakukan kajian-kajian ilmiah kerentanan sistem Daerah Aliran Sungai terhadap dampak perubahan iklim serta melakukan riset pengembangan teknologi budidaya tanaman.

  • Kesehatan

    Banyak tindakan adaptasi untuk kesehatan antara lain meningkatkan kesadaran kesehatan kepada masyarakat agar lebih memperhatikan kebersihan dan penyimpanan air, menghambat penyebaran penyakit dengan sistem pengawasan pola-pola penyakit lebih ketat, misalkan pada waktu banjir, pengawasannya antara lain adalah dengan memonitor penyakit kolera. Untuk jangka panjang, pengawasan meliputi memonitor distribusi penyakit-penyakit yang disebarkan oleh nyamuk sambil memastikan rumah tangga mampu melindungi diri sendiri, antara lain, misalnya dengan penggunaan kelambu atau kelambu yang dicelupkan ke dalam larutan insektisida.

  • Pemukiman Perkotaan dan Perdesaan

    Strategi yang dilakukan untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim pada bidang perkotaan adalah menyesuaikan rencana tata ruang kawasan perkotaan terhadap ancaman perubahan iklim; mengelola lingkungan kawasan perkotaan secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas infrastruktur dan fasilitas di kawasan perkotaan; meningkatkan kapasitas masyarakat perkotaan dalam mengahdapi ancaman perubahan iklim, dan mengembangkan serta mengoptimalisasi riset dan sistem sistem informasi perubahan iklim di kawasan perkotaan. Startegi-strategi tersebut diwujudkan melalui 3 program, yaitu :

    • Mengintegrasikan upaya adaptasi perubahan iklim ke dalam rencana tata ruang perkotaan;
    • Menyesuaikan infrastruktur dan fasilitas perkotaan untukmengantisipasi ancaman perubahan iklim;
    • Meningkatkan Kapasitas Masyarakat Perkotaan terkait isu ancaman perubahan iklim.

  • Pesisir dan Pulau-pulau kecil

    Adaptasi di daerah pesisir, pengaruh iklim terhadap wilayah pesisir sangat dirasakan oleh para nelayan, lebih seringnya musim angin besar dan pasang menghambat dan mengurangi aktivitas para nelayan mencari ikan ke laut, beberapa upaya adaptasi yang dapat dilakukan untuk menunjang keberlangsungan hidup para nelayan antara lain dengan mengembangkan pertanian pesisir (aquacultur) mengembangkan tambak dan jenis ikan yang selama ini dapat berkembang biak di muara sungai ataupun mengkombinasikan dengan sistem pertanian dan peternakan lain. Bagi masyarakat yang tinggal di pesisir upaya adaptasi yang dilakukan antara lain membuat perlidungan dengan membangun tanggul air laut, membuat bangunan yang lebih kokoh dan tahan terhadap hempasan air laut, atau mundur yaitu memindahkan pemukiman menjauhi wilaya pantai. Bentuk-bentuk adaptasi lainnya perlu dikembangkan lebih lanjut untuk mengatasi dampak terjadinya perubahan iklim.

  • Lain-lain

    Peningkatan kapasitas merupakan salah satu sasaran yang bertujuan untuk memperbaiki kemampuan para pemangku kepentingan dan masyarakat dalam upaya adaptasi perubahan iklim. Peningkatan kapasitas secara sederhana juga berkaitan dengan upaya memperbaiki dan meningkatkan kapasitas dari yang sebelumnya rendah menjadi kaya pengetahuan dan keahlian untuk mengurangi faktor-faktor yang dianggap rentan terhadap perubahan iklim. Program peningkatan kapasitas ini mencakup beberapa tingkatan, yaitu tingkat individu, tingkat institusi, dan tingkat komunitas. Strategi-strategi tersebut diwujudkan melalui 5 Program Utama (Klaster), yaitu:

    • Peningkatan Kapasitas Bagi Pemangku Kepentingan dalam Adaptasi Perubahan Iklim. Rencana aksi pada klaster ini diarahkan pada upaya melaksanakan pendidikan, penyuluhan, dan pelatihan tentang adaptasi perubahan iklim; pembentukan forum/jejaring/ aliansi/pokja adaptasi perubahan iklim; dan peningkatan peran aktif Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan dalam adaptasi perubahan iklim dan capaian sasaran kebijakan Pemerintah mengenai perubahan iklim.
    • Pengembangan Informasi Iklim yang Handal dan Muktahir. Rencana aksi pada klaster ini diarahkan pada pembangunan sistem informasi dan tanggap perubahan iklim yang handal dan mutakhir serta melakukan kajian dan pemetaan risiko dan adaptasi perubahan iklim multi-sektoral tingkat nasional dan provinsi.
    • Peningkatan Riset dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terkait Adaptasi Perubahan Iklim. Rencana aksi pada klaster ini diarahkan pada pengumpulan data dan informasi melalui penelitian mengenai perubahan iklim, faktor kerentanan dan risiko lingkungan, faktor kerentanan dan risiko sosial, ekonomi dan geogra dan pengembangan inovasi dan teknologi terkait perubahan iklim dan adaptasinya.
    • Perencanaan dan Penganggaran serta Peraturan Perundangan yang dapat Merespon Perubahan Iklim. Rencana aksi pada klaster ini diarahkan pada penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran yang memasukkan faktor kerentanan, risiko, dan adaptasi perubahan iklim.
    • Pemantauan dan Evaluasi Kegiatan Adaptasi Perubahan Iklim. Rencana aksi pada klaster ini diarahkan pada menyusun disain sistem pemantauan dan evaluasi yang akan memberikan informasi tentang kemajuan dan pencapaian program adaptasi perubahan iklim dan melaksanakan kegiatan pemantauan dan evaluasi kegiatan adaptasi perubahan iklim.



Masih banyak upaya adaptasi yang sudah dan sedang dikembangkan untuk dilaksanakan di Indonesia, termasuk salah satunya adalah beberapa masyarakat adat di Indonesia yang selama ini memiliki pengetahuan yang arif (pengetahuan tradisional) dalam mengelola sumberdaya alamnya terus berupaya mempertahankan pengetahuan yang dapat menjadi upaya adaptasi perubahan iklim, misalkan masyarakat adat Baduy, Kasepuhan, Dayak yang masih tetap mempertahankan sistem bertanam padi tadah hujan dengan sistem sekali panen, dan mengikuti perubahan iklim yang terjadi dengan pengetahuan tradisional yang dimilikinya.


Implementasi

Strategi Aksi Adaptasi tersebut sudah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia.
Silahkan klik tautan ini untuk menuju informasi implementasi

Kumpulan video tentang dampak, penyebab dan pengertian maupun analisa ilmiah tentang perubahan iklim.

Koleksi dokumen publikasi, kliping dan lainya dari berbagai sumber terkait perubahan iklim.

Kontak informasi pegiat - pegiat yang terlibat dalam aksi - aksi perubahan iklim di atas lahan di Indonesia.

Daftar Istilah dan singkatan terkait perubahan iklim yang dihimpun dari berbagai sumber ilmiah dan ranah hukum.

Kumpulan infografis - Meme - Komik tentang dampak, penyebab dan pengertian maupun analisa ilmiah tentang perubahan iklim.