BALAI PPI DAN KARHUTLA WILAYAH SULAWESI

 

profil

BALAI PPI DAN KARHUTLA WILAYAH SULAWESI

Latar Belakang

Presiden Republik Indonesia telah mengarahkan visi dan misi pembangunan Tahun 2015-2019 yang dijadikan peta jalan seluruh kementerian dalam merancang arah pembangunan, sasaran dan strategi yang akan dilaksanakannya. Arahan pembangunan Indonesia ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019 yang telah ditetapkan dengan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015.

Berangkat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merumuskan tujuan pembangunan Tahun 2015-2019, yaitu memastikan kondisi lingkungan berada pada toleransi yang dibutuhkan untuk kehidupan manusia dan sumberdaya berada rentang populasi yang aman, serta secara paralel meningkatkan kemampuan sumberdaya alam untuk memberikan sumbangan bagi perekonomian nasional.

Berdasarkan tujuan pembangunan ini, peran utama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2015-2019 yang akan diusung salah satunya adalah menjaga kualitas Lingkungan Hidup yang memberikan daya dukung, pengendalian pencemaran, pengelolaan DAS, keanekaragaman hayati serta pengendalian perubahan iklim;

Dasar Hukum

Untuk mendukung upaya pengendalian perubahan iklim yang tertuang dalam Renstra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maka melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P.13/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016 tanggal 29 Januari 2016 tentang organisasi dan tata kerja Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan, maka dibentuklah Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan di bawah Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (DJPPI), dan terdiri dari 5 (lima) Balai yang berlokasi di pulau pulau besar di Indonesia.

Tugas dan Fungsi

BalaiPengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi berkedudukan di Makassar, dengan wilayah kerja Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

TugasBalai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan LahanWilayah Sulawesimelaksanakan fasilitasi peningkatan kapasitas daerah dalam kemampuan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) di daerah, serta evaluasi dan pelaporan rencana aksi daerah dalam penurunan Gas Rumah Kaca.

Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan LahanWilayah SulawesiMenyelenggarakan Fungsi:

  1. Penyusunan rencana adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan;
  2. Pelaksanaan evaluasi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan;
  3. Fasilitasi peningkatan kapasitas daerah dalam adaptasi, mitigasi, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta inventarisasi gas rumah kaca;
  4. Pelaksanann sosialisasi dan bimbingan teknis adaptasi mitigasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan;
  5. Fasilitasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan;
  6. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga balai.

Struktur Organisasi

Sebagai pelaksana teknis di daerah, Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan LahanWilayah Sulawesi harus dapat menunjang peran dan fungsi dari Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim. Untuk dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, dibutuhkan sebuah organisasi yang mantap dan jelas. Berdasarkan Permenhut P.13/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016 susunan organisasi Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan LahanWilayah Sulawesi terdiri dari :

  1. Kepala Balai sebagai pimpinan.
  2. Sub Bagian Tata Usaha (TU)

Subbag TU mempunyai tugas melakukan pengurusan administrasi persuratan, ketatalaksanaan, kepegawaian, keuangan, kelengkapan, kearsipan dan rumah tangga.

  1. Seksi Program dan Evaluasi (PE)

Seksi PE mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rencana, kegiatan anggaran, kerjasama, pengumpulan dan analisi data statistik, pemantauan dan evaluasi, pelaporan dan kehumasan

  1. Seksi Perubahan Iklim (PI)

Seksi PI mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan rencana adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, peningkatan kapasitas daerah dalam adaptasi, mitigasi, inventarisasi Gas Rumah Kaca serta sosialisasi dan bimbingan teknis adaptasi mitigasi.

  1. Seksi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

Seksi Karhutla mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan rencana, fasilitasi peningkatan kapasitas daerah, sosisalisasi dan bimbingan teknis pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta fasilitasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

  1. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.

 

 

Struktur Organisasi Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan LahanWilayah Sulawesi adalah sebagai berikut:

 

 

 

Sumber Daya Manusia (SDM) BPPIKHL Wilayah Sulawesisebagai instansi yang tergolong masih barumemiliki SDM yang masih kurang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

 

No

JABATAN PEGAWAI

TINGKAT PENDIDIKAN

JUMLAH

Doktor

Master

Sarjana

Sarjana

Muda

SLTA

1.

Tenaga Struktural/Non Struktural

           
 

a.   Struktural

 

4

     

4

 

b.   Non Struktural

 

2

14

2

6

24

2.

Tenaga Fungsional :

           
 
  1. Pengendali Ekosistem Hutan
  2. Calon Pengendali Ekosistem Hutan
  3. Polisi Kehutanan
  4. Calon Polisi Kehutanan
   

5

2

2

9

       

1

   

1

       

2

 

2

4

               
 

JUMLAH SELURUHNYA

 

6

22

4

10

42

 

 

 

membagi informasi ini: