Program Tahun 2015 - 2019

  1. PROGRAM INTERNAL
    Berdasarkan RENSTRA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2015 - 2019 sebagaimana yang dijabarkan dalam PermenLHK No. P.39/Menlhk-Setjen/2015, program dan kegiatan DJPPI tahun 2015 – 2019 secara garis besar terdapat 2 program utama dengan masing-masing sasaran dan indikator capaian. Program pertama DJPPI adalah meningkatkan efektivitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui 4 sasaran dan indikator capaian yang terukur yaitu:
    • Adaptasi Perubahan Iklim yaitu meningkatnya kemampuan adaptasi perubahan iklim di 15 wilayah. Indikator capaian dari sasaran kegiatan ini yaitu: a) wilayah yang difasilitasi pengembangan skenario iklim sebanyak 15 wilayah; b) wilayah yang difasilitasi dalam pengembangan (downscaling) rencana aksi adaptasi perubahan iklim di daerah sebanyak 15 wilayah; c) fasilitasi wilayah dalam pengembangan adaptasi perubahan iklim berbasis ekosistem di 15 wilayah rentan; d) fasilitasi desa/kelurahan yang menerapkan Program Kampung Iklim (Proklim) sebanyak 2.000 desa/kelurahan.
    • Mitigasi Perubahan Iklim yaitu: (1) tersedianya kebijakan dan perangkat mitigasi perubahan iklim di bidang kehutanan, lahan gambut, dan limbah, dengan indikator capaian yaitu: (1.a) kebijakan yang termutakhirkan dalam penurunan emisi GRK di bidang kehutanan, lahan gambut, dan limbah; (1.b) perangkat mitigasi perubahan iklim yang termutakhirkan di bidang kehutanan dan lahan gambut (baseline, faktor emisi, data aktivitas, skenario mitigasi, dan safeguards); dan (1.c) provinsi yang menerapkan RAD-GRK di bidang kehutanan dan lahan gambut dan limbah; (2) konsumsi bahan perusak ozon menurun, dengan indikator tercapainya persentase tingkat penurunan konsumsi bahan perusak ozon enis HCFC dari 403,9 ODP ton tahun 2013 menjadi 282,71 ODP ton atau 30%.
    • Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) serta Monitoring, Pelaporan dan Verifikasi yaitu terwujudnya penyelenggaraan inventarisasi GRK, serta monitoring, pelaporan dan verifikasi aksi mitigasi yang dilaporkan secara berkala setiap tahun. Indikator capaian sasaran kegiatan ini yaitu: a) laporan hasil inventarisasi GRK, b) laporan Komunikasi Nasional (National Communication) perubahan iklim dan laporan terkait; c) bidang mitigasi yang telah diukur, dilaporkan dan diverifikasi (MRV); dan d) bidang aksi mitigasi yang terdaftar dalam Sistem Registry Nasional.
    • Mobilisasi Sumber Daya untuk Perubahan Iklim yaitu meningkatnya insentif dalam penanganan perubahan iklim. Indikator capaian dari sasaran kegiatan ini yaitu: a) diterapkannya mekanisme pengembangan manfaat dan penanganan deforestasi dan degradasi hutan di 25 lokasi; b) kerjasama dengan dunia usaha, perguruan tinggi dan lembaga lainnya terkait perdagangan karbon, teknologi rendah karbon dan sains perubahan iklim sebanyak 15 kerja sama; c) kegiatan/proyek yang mendapat rekomendasi teknis untuk investasi penurunan emisi GRK di bidang energi, dan limbah sebanyak 200 yang akan dibiayai melalui pusat pembiayaan pembangunan hutan dan lingkungan; dan d) perjanjian dan forum internasional bidang perubahan iklim (termasuk kebakaran hutan dan lahan) yang dikoordinasikan sebagai pelaksanaan fungsi National Focal Point sebanyak 7 perjanjian/ forum.
    Program kedua DJPPI yaitu menurunkan luas areal kebakaran hutan dengan 4 sasaran dan indikator capaian yang terukur yaitu terjaminnya efektivitas dan jangkauan pengendalian karhutla, dengan indikator capaian yaitu: (a) jumlah hotspot pada kawasan non konservasi dan lahan di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi menurun 10% dari batas toleransi maksimum jumlah hotspot sebesar 32.323 HS menjadi 29.091 HS pada tahun 2019; (b) penurunan luas kebakaran hutan non konservasi dan lahan di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi sebesar 10% dari batas toleransi maksimum luas kebakaran hutan dan lahan dari 498.736 ha menjadi 448.863 ha pada tahun 2019; (c) SDM Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan yang ditingkatkan kapasitasnya (Manggala Agni dan MPA) sebanyak 5.000 orang; dan (d) Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan pada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang difasilitasi pembentukannya di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi sebanyak 50 brigade.
  2. PROGRAM EKSTERNAL
    Sebagai National Focal Point (NFP), DJPPI bertanggung jawab menyiapkan berbagai laporan ke Sekretariat UNFCCC, Vienna Convention/ Montreal Proctocol, dan kesepakatan terkait lainnya. Untuk itu fungsi koordinasi, konsolidasi, integrasi, dan peran ‘leadership’ sangat mewarnai modalitas kerja DJPPI. Dalam menjalankan tugasnya NFP melakukan fungsi antara laIn sebagai berikut:
    • Mempersiapkan Delegasi Indonesia untuk persidangan-persidangan di bawah UNFCCC.
    • Bekerjasama dengan Kementerian dan Lembaga serta pemangku kepentingan terkait lainnya menyusun substansi posisi negosiasi maupun submisi Indonesia
    • Menyampaikan submisi Indonesia baik berupa posisi, dokumen pelaporan dan dokumen lainnya ke Secretariat UNFCCC
    • Mengelola Kesekretariatan DELRI selama persidangan berlangsung
    • Mengkoordinasikan pelaporan hasil persidangan dan komunikasi tindak lanjut/implementasi oleh berbagai pihak.
    Program/kegiatan DJPPI selaku NFP tahun 2015 – 2019 antara lain yaitu:
    • Menyiapkan dan submisi laporan Third National Communication (TNC) ke Sekretariat UNFCCC,
    • Menyiapkan dan submisi laporan Biennial Update Report (BUR) untuk tahun 2015, 2017 dan 2019 ke Sekretariat UNFCCC,
    • Menyiapkan dan submisi laporan Forest Reference Emission Level (FREL) untuk tahun 2015 ke Sekretariat UNFCCC,
    • Melakukan review laporan TNC, BUR, dan FREL,
    • Review and adjustment laporan Intended Nationally Determined Contributions (INDC) sebagai tindak lanjut submisi INDC (tahun 2015-2019).
membagi informasi ini: