• Beranda
  • Berita
  • MENAPAK HINGGA LEVEL DUSUN, BALAI PPIKHL WILAYAH SUMATERA OPTIMALKAN PROGRAM KAMPUNG IKLIM

MENAPAK HINGGA LEVEL DUSUN, BALAI PPIKHL WILAYAH SUMATERA OPTIMALKAN PROGRAM KAMPUNG IKLIM

 

MENAPAK HINGGA LEVEL DUSUN, BALAI PPIKHL WILAYAH SUMATERA OPTIMALKAN PROGRAM KAMPUNG IKLIM

proklimsum1

Bencana hidrometeorolagi mendominasi kejadian bencana tahun 2017 tercatat sebanyak 2.341 kejadian, banjir menempati urutan pertama diikuti putting beliung dan tanah longsoor. Bencana tahun ini menyebabkan lebih dari 3,5 juta jiwa menderita dan mengungsi dan merenggut 377 jiwa serta merusak lebih dari 47 ribu unit rumah. (Sumber: BNPB, 29 Desember 2017). Salah satu langkah nyata pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam menanggulangi masalah perubahan iklim adalah dengan adanya Program Kampung Iklim (Proklim).

proklimsum2KLHKberencana memperluas jumlah lokasi Proklim. Hingga 2019, Proklim ditargetkan mencapai 2.000 lokasi. Semakin meningkatnya tingkat kerentanan desa terhadap perubahan iklim harus menjadi perhatian pemerintah daerah, swasta dan masyarakat agar bisa meningkatkan sebaran Proklim. Sebab, melalui Proklim isu perubahan iklim bisa menapak hingga level dusun, desa atau Rusun Tetangga (RT).Berdasarkan PermenLHK No.84 tahun 2016 yang dimaksud pendukung proklim terdiri dari dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga penelitian dan pengembangan, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan mitra pembangunan. Salah satu pendukung dalam kegiatan proklim yang tengah dilakukan adalah Pondok Pesantren Ma’had Utsmani Kec. Kota Kayu Agung oleh Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatera.

Dalam kunjungannya, BPPIKHL Wilayah Sumatera menilai pada pelaksanaan kampung iklim di Pondok Pesantren Ma’had Ustmani cukup baik sepertiproklimsum3 adanya rumah budidaya jamur tiram, terdapatnya sumber mata air dan kolam tampungan air hujan serta peran aktif santri pesantren dan warga setempat dalam kelangsungan program kampung iklim itu sendiri. Pengelolaan budidaya jamur tiram yang menjadi unggulan dari kampung iklim Pondok pesantren Ma’had Ustmani ini yang berjalan dengan baik, harus terhenti sementara karena daerah tersebut sempat terkena banjir yang merusak media budidaya jamur tiram tersebut, sehingga media menjadi rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

proklimsum4Dibalik potensi yang terdapat pada kampung iklim tersebut, ditemukan juga kekurangannya yakni kurang baiknya pengelolaan dari beberapa item Proklim seperti sistem pengelolaan sampah yang belum tertata dengan baik, belum ditemukannya penerapan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dilihat dari jumlah sampah yang cukup tinggi, pembuangan sampah yang belum terpisah antar jenis, dan belum terdapatnya penggunaan atau pemanfaatan kembali barang atau sampah tersebut. Kurang baiknya pengelolaan sampah tersebut menjadiindikasi minimnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di kawasan proklim Pondok Pesantren Ma’had Utsmani itu sendiri. Berdasarkan permasalahan tersebut tim PPIKHL memberikan arahan kepada kelompok proklim pondok pesantren dan masyarakat setempat untuk mengevaluasi serta mengoptimalkan potensi serta sistem pengelolaan setiap komponen yang nantinya dapat dijadikan nilai plus untuk penilaian berikutnya. Selanjutnya diharapkan dapat ditingkatkan lagi pelaksanaan proklim dengan arahan dan dukungan penuh dari Kabupaten Ogan Komering Ilir selaku pemerintah daerah setempat serta dukungan pihak swasta lainnya agar dapat menerapkan program kampung iklim di daerahnya masing-masing. (BPPIKHL Wil. Sumatera/ Sandy Prabowo).

membagi informasi ini: