• Beranda
  • Berita
  • Workshop Ahli Perubahan Iklim Regional Sulawesi Dampak Perubahan Iklim di Kawasan Wallacea

Workshop Ahli Perubahan Iklim Regional Sulawesi Dampak Perubahan Iklim di Kawasan Wallacea

 

Workshop Ahli Perubahan Iklim Regional Sulawesi

“Dampak Perubahan Iklim di Kawasan Wallacea

Makasar, 4/07/18, Direktorat Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional KLHK bekerjasama dengan Pusat walacea1Penelitian dan Pengembangan Natural Heritage, Biodiversity, and Climate Change Universitas Hasanuddin mengadakan Workshop Ahli Perubahan Iklim Regional Sulawesi dengan tema Dampak Perubahan Iklim di Kawasan Wallacea. Workshop dilaksanakan di Hotel Novotel Makassar dan diikuti oleh 87 (delapan puluh tujuh) orang peserta yang berasal antara lain dari Universitas Hasanuddin, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Andi Djemma Palopo, Universitas Bosowa, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Tadulako, Unversitas Halu Oleo, LSM, BMKG, Pemda Provinsi Sulawesi Selatan, UPT KLHK Sulawesi Selatan,APIK Indonesia Network, dan perwakilan Direktorat lingkup PPI.

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Yusran, S. Hut., M. Si., mewakili Rektor Universitas Hasanuddin. Dalam pembukaannya, Prof. Dr. Yusran, S. Hut., M. Si menyampaikan dampak perubahan iklim sudah dirasakan sehari-hari. Universitas Hasanuddin senantiasa mendorong kerjasama dari multipihak agar tercipta inovasi baru dalam kegiatan adaptasi dan mitigasi terkait dengan perubahan iklim.

Melalui workshop ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi para ahli untuk menyampaikan hasil-hasil penelitian dan inovasi bagi percepatan penanganan dampak perubahan iklim. Sekaligus menentukan komitmen bersama untuk menangani masalah perubahan iklim.

Pada kegiatan ini para ahli diberikan kesempatan untuk menunjukkan hasil penelitian mereka dalam bentuk oral presentasi maupun dalam bentuk poster terkait perubahan iklim. Sebanyak 11 pemateri untuk oral presentasi dinyatakan telah lolos seleksi oleh panitia dan 8 makalah sajikan dalam bentuk poster. Materi kajian yang disampaikan antara lain: kebijakan adaptasi lokal, peran agroforestry dalam perubahan iklim, dampak perubahan iklim di TN Bantimurung Bulusaraung, potensi kehilangan cadangan karbon akibat kebakaran lahan dan lain sebagainya.

Dalam penutupannya, Direktur Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional (Dr. Wahyu Marjaka) menyampaikan perlunya komitmen dan tindak lanjut dari hasil workshop, yaitu: penguatan sinergitas data dari berbagai elemen, peningkatan sosialisasi perubahan iklim dalam bentuk softskill dan hardskill, peningkatkan peran ahli perubahan iklim di Indonesia dalam upaya memberikan masukan dalam bentuk kajian-kajian ilmiah, memperkuat jaringan kerja antar ahli, dan sebagai bentuk pertanggungjawaban, hasil kegiatan ini akan didokumentasikan dalam bentuk Prosiding.

walacea2

walacea3

walacea4

***

Tags: Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional

membagi informasi ini: