• Beranda
  • Berita
  • MENYAMBUT ASIAN GAMES 2018: PERAN SERTA BALAI PPIKHL WILAYAH SUMATERA DALAM KUNJUNGAN JURNALISTIK DI SUMATERA SELATAN

MENYAMBUT ASIAN GAMES 2018: PERAN SERTA BALAI PPIKHL WILAYAH SUMATERA DALAM KUNJUNGAN JURNALISTIK DI SUMATERA SELATAN

 

MENYAMBUT ASIAN GAMES 2018: PERAN SERTA BALAI PPIKHL WILAYAH SUMATERA DALAM KUNJUNGAN JURNALISTIK DI SUMATERA SELATAN

sambuagasp1

Kunjungan Jurnalistik oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diadakan di Palembang pada 30 Mei 2018 berlanjut pada kunjungan lapang di Daops Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (31/05). Daops OKI merupakan satu dari 4 Daops yang ada di bawah lingkup kerja Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatera. Pada kesempatan ini para peserta termasuk awak media, siswa menengah atas, dan mahasiswa dipandu langsung untuk mengetahui bagaimana sistem yang telah dibangun dari pusat hingga implementasi di lapangan dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.

sambuagasp2Dalam kegiatan tersebut hadir pula Kapolres OKI AKBP Ade Harianto,SH., MH, Dandim 0402/OKI-OI yang diwakilkan oleh Kepala Staf Kodim Mayor Suparnan, Biro Hubungan Masyarakat KemenLHK yang diwakili oleh Kepala Seksi Program dan Evaluasi BPPIKHL Wilayah Sumatera Ronni Wahyu Wibowo S.Kom, M.Sc, Perwakilan Kasie Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD OKI Fahrur Sanusi, S.Sos, dan Kepala Daops OKI Tri Prayogi. Pertemuan dengan para peserta membahas peran dari masing-masing instansi tersebut dalam upaya pengendalian karhutla.

Seluruh Instansi tersebut tergabung dalam Satgas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015. Upaya pengandalian karhutla juga melibatkan peran serta perusahaan yang tidak hanya terlibat pada areal kerja perusahaan tapi juga diluar konsesi.

Kapolres Ogan Komering Ilir, AKBP Ade Harianto,SH., MH mengungkapkan bahwa kades, babinsa, dan babinkamtibmas merupakan unsur penting dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Peran Polri juga dalam menegakkan hukum dilapangan saat terjadi pelanggaran yang bersangkutan dengan kebakaran hutan dan lahan. Kepala Seksi Program dan Evaluasi BPPIKHL Wilayah Sumatera Ronni Wahyu Wibowo S.Kom, M.Sc menjelaskan bahwa Biro Humas KLHK berkepentingan untuk selalu menyebarluaskan informasi terkait kegiatan pengendalian karhutla, apa saja yang telah pemerintah lakukan demi menyukseskan Asian Games 2018. Sementara itu satuan tugas yang terdiri dari TNI, POLRI, BPBD, Manggala Agni Daops OKI, dan Masyarakat setempat yang tergabung dalam MPA (Masyarakat Peduli Api) melakukan patroli terpadu dan patroli mandiri (Kusus MA Daops OKI) setiap harinya. Patroli tersebut dilakukan baik darat maupun udara.

Kepala Daops OKI, Bapak Tri Prayogi menjelaskan mengenai teknis pencegahan dan pengendalian karhutla di Kabupaten OKI. Beliau menjelaskan bahwa 43% luasan wilayah OKI adalah lahan gambut. Seperti yang diketahui bahwa kebakaran lahan gambut sangat sulit dipadamkan, menimbulkan kerugian sangat besar, dan membutuhkan waktu yang lama dalam pemadamannya. Oleh karena itu pengendalian sambuagasp3karhutla di OKI menjadi sangat penting. Beliau juga menjelaskan bagaimana deteksi hotspot dan pengecekan dilapang dilaksanakan. Berbagai teknologi digunakan guna pemantauan hotspot. Mulai dari data hotspot dari satelit LAPAN, Sipongi, NOAA/MODIS. Deteksi hotspot yang terpantau akan langusung dicek dilapangan apakah merupakan firespot atau hanya false hotspot. Laporan tim Manggala Agni di lapangan langusng dilaporkan melalui Whatsapp grup. Dengan begitu tindakan pencegahan karhutla dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi. Selanjutnya peserta diperlihatkan beberapa peralatan dalam tindakan pemadaman karhutla seperti bak penampung air, flame freeze, kepyok, kapak, sekop, baju lapang Manggala Agni, hingga diperlihatkan armada pemadam kebakaran yang tersedia di kantor Daops OKI.

Kegiatan selanjutnya adalah kunjungan ke salah satu Canal Blocking yang dibuat oleh salah satu perusahan sawit di Kabupaten OKI. Canal Blocking adalah satu usaha memperkecil kemungkinan terbakarnya lahan gambut. Dilakukan dengan cara membendung aliran sungai sehingga air dapat memenuhi dan membasahi gambut yang kering dimusim kemarau. Kunjungan dilanjutkan ke posko patroli terpadu yang ada di Kelurahan Kedaton. Posko Patroli Terpadu Kelurahan Kedaton merupakan posko yang berbatasan langsung kawasan lahan gambut, sehingga para awak media dan peserta dapat secara langsung meninjau lokasi daerah rawan terbakar dan posko terdekat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (BPPIKHL Wil. Sumatera/Deki)

membagi informasi ini: