Kementerian LHK, Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan Saat Asian Games ke-18

Kesiapsiagaan KLHK, Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan Saat Asian Games ke-18

aspkhl1

Dit PKHL-Menteri LHK menyatakan kesiapsiagaan KLHK dalam upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan tahun 2018 menjelang pelaksanaan Asian Games 2018 di Palembang dan Jakarta. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat bersama para pihak, terkait kesiapan KLHK dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diselenggarakan di Ruang Rapat Utama Menteri LHK Blok 1 Lantai 4, Gedung Manggala Wanabakti, pagi tadi (18/05/2018).

Dalam arahannya, Menteri LHK, Siti Nurbaya memerintahkan semua Pejabat Eselon I lingkup KLHK untuk memerintahkan Unit Pelaksana Teknis di bawahnya agar memberikan perhatian lebih pada kegiatan pengendalian karhutla. “Jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan ketika Asian Games ke-18 berlangsung. Kita harus menjaga reputasi negara sehingga semua wilayah harus dijaga dari karhutla, tidak hanya di Palembang,” tegas Siti.

Rapat dihadiri oleh Sekretaris Jenderal KLHK, Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal (Dirjen) Planologi dan Tata Lingkungan, Plt. Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, dan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, para Staf Ahli Menteri, para Staf Khusus Menteri, dan Tenaga Ahli Menteri, serta para Direktur/Kepala Pusat Lingkup Kementerian LHK.

aspkhl2

Pada kesempatan selanjutnya, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan, memaparkan kesiapan pengendalian kebakaran hutan dan lahan pada saat Asia Games ke-18 berlangsung. Raffles mengungkapkan kegiatan patroli terpadu yang telah berjalan di provinsi-provinsi rawan karhutla dinilai cukup efektif menekan potensi karhutla. Selain itu, Raffles juga mengungkapkan agenda Pilkada tidak akan menurunkan kesiapsiagaan para pihak dalam pengamanan karhutla. “Sarana dan prasarana pengamanan dari karhutla akan ditingkatkan untuk mendukung Asian Games ke-18 yang antara lain peralatan komunikasi dan helikopter,” tegas Raffles.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian LHK, Bambang Hendroyono memaparkan Surat Keputusan Menteri LHK Nomor: SK.224/MENLHK/PPI/PPI.4/5/2018 tentang Penanganan Khusus Krisis Kebakaran Lahan/Hutan dalam Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Dalam Surat Keputusan ini diperintahkan untuk (1) Membentuk Tim Kerja Klarifikasi Pelanggaran Izin Karena Kebakaran Hutan dan Lahan, (2) Membentuk Posko Krisis Kebakaran Lahan/Hutan, (3) Membentuk Tim Kerja Pendamping Daerah, (4) Melakukan datasering personil Manggala Agni dan kelengkapan peralatannya ke daerah-daerah krisis,” terang Bambang.

Menutup rapat tersebut, Siti Nurbaya menegaskan kembali kepada semua unit Eselon I untuk memberikan perhatian pada Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Luwu, Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Morowali, dan Papua khususnya kabupaten Merauke.

“Paramater kualitas udara merupakan informasi yang sangat penting untuk mengetahui kondisi cuaca suatu wilayah, sehingga harus dipantau setiap hari di posko pada setiap provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan,” tambah Siti.

Sehari sebelumnya juga diselenggarakan Rapat Koordinasi Pencegahan Karhutla dalam rangka Persiapan Asian Games ke-18 di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Rapat dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Kemenko Perekonomian dan dihadiri oleh Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK; Deputi Bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan, BNPB; Deputi Bidang Meteorologi, BMKG; Kepala BPBD Sumsel; serta Direktur Perlindungan Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Dalam paparannya, Deputi Bidang Meteorologi, BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo, menegaskan agar semua pihak waspada mengingat pada saat pada pelaksanaan Asian Games 2018 di Palembang bulan Agustus mendatang, menurut prediksi sudah masuk musim kemarau. Ancaman asap akibat karhutla sangat mungkin terjadi di lokasi pelaksanaan Asian Games, mengingat arah angin berasal dari Timur dan Tenggara yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Wilayah Kabupaten OKI merupakan wilayah yang sangat rentan terjadi karhutla dan timbulnya asap.

Deputi Bidang Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan-BNPB, Bernardus Wisnu Wijaya, menekankan perlunya sinergisitas semua pihak baik di tingkat pusat maupun ditingkat provinsi Sumatera Selatan supaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan pada saat pelaksanaan Asian Games ke-18 lebih efektif dan efisien.

Pada kesempatan itu, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan kembali menegaskan kesiapan SDM, sarana prasarana, dan operasi lapangan baik di Sumsel maupun provinsi lain yang berpotensi menyumbang asap ke arah Palembang seperti Jambi, Riau, serta Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

aspkhl3

“KLHK telah melakukan berbagai upaya pencegahan pada provinsi-provinsi rawan, seperti Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Penyiapan sumber daya manusia dan peralatan pemadaman telah dilaksanakan Kementerian LHK sejak awal tahun baik oleh Manggala Agni maupun Brigdalkarhutla Taman Nasional dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Semua kekuatan sudah dikerahkan untuk melakukan kegiatan seperti patroli terpadu pencegahan karhutla, groundcheck hotspot dan pemadaman dini, sosialisasi dan penyadartahuan masyarakat, pembentukan dan pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA), serta peningkatan sarana dan prasarana pengendalian karhutla,” tambah Raffles.

Dalam Rapat tersebut, Kepala BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Iriansyah, menyampaikan bahwa BPBD Sumatera Selatan telah memetakan 47 desa yang berpotensi menyumbang asap dari Kabupaten OKI, Banyuasin, dan Ogan Ilir. Empat puluh tujuh desa ini menjadi prioritas dalam pengamanan wilayah dari kejadian karhutla dan asap.

Sementara itu, pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Kamis (17/05/2018) pukul 20.00 WIB, mendeteksi ada tiga hotspot yang terpantau satelit NOAA-19, empat titik di Riau dua titik dan Jambi dua titik. Sementara Satelit TERRA-AQUA (NASA) mendeteksi satu hotspot di NTB.

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini: