PENYULUHAN DALKARHUTLA MELALUI SEKOLAH LAPANG DI PROVINSI JAMBI

PENYULUHAN DALKARHUTLA MELALUI SEKOLAH LAPANG DI PROVINSI JAMBI

sekolahlapang1

sekolahlapang2Sekolah lapang merupakan alternatif metode penyuluhan yang efektif dan efisien dalam meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat desa sekitar hutan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah Republik Indonesia melalui Pusat Penyuluhan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Pemerintah Norwegia dalam pelaksanaan Sekolah Lapang ini. Tahun 2018 di Indonesia terdapat 3 (tiga) sekolah lapang yang telah berjalan antara lain di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Provinsi Jambi.

Desa Mencolok di Kecamatan Mendahara Ulu Kab. Tanjung Jabung Timur merupakan desa yang menjadi tempat dilaksanakannya Sekolah Lapang di Provinsi Jambi. Desa ini sangat rawan kejadian kebakaran hutan dan lahan yang hampir setiap tahun mengalami kebakaran hutan dan lahan, dan juga desa ini berbatasan dengan kawasan Hutan Lindung Gambut Sungai Buluh.sekolahlapang3

Pada kesempatan ini Daops Bukit Tempurung berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang peringatan dini, pelaporan dan pemadaman dini, Senin (14/05). Kepada peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, petani, pekebun dan ibu rumah tangga di berikan materi terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan termasuk materi pembukaan lahan tanpa bakar. Kegiatan ini juga di hadiri Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dalam hal ini di wakili oleh Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran Hutan serta Babinkamtibmas Desa Mencolok. Kegiatan ini diakhiri dengan simulasi pemadaman dini oleh MPA desa Mencolok dan Manggala Agni Daops Bukit Tempurung.

sekolahlapang4Kepala Daops Bukit Tempurung, Rinaldi, SP menyambut baik dan mendukung sekali kegiatan ini dan diharapkan masyarakat dapat mengambil manfaat dari kegiatan tersebut serta diharapkan dapat menjadi kader-kader perubahan iklim khususnya dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan di desa dan sekitarnya, “duduk seorang bersempit-sempit, duduk rame berlapang-lapang”, imbuh beliau mengakhiri kegiatan sekolah lapang (Daops BKT/Deki).



membagi informasi ini: