• Beranda
  • Berita
  • MONITORING PROGRAM ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DAN KETANGGUHAN DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Kendari, 24-26 April 2018

MONITORING PROGRAM ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DAN KETANGGUHAN DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Kendari, 24-26 April 2018

MONITORING PROGRAM ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DAN KETANGGUHAN

DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Kendari, 24-26 April 2018

(Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim)-Program Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK-USAID) merupakan program kerjasama United States Agency International Development (USAID) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan terhadap risiko terkait iklim dan bencana hidrometeorologi. Salah satu kegiatan utama APIK-USAID adalah mendorong pengintegrasian Adaptasi Perubahan Iklim (API) dan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dalam perencanaan pembangunan di daerah. Dalam rangka mengetahui perkembangan program, APIK-USAID Jakarta dan KLHK melakukan monitoring lapangan di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan pada tanggal 24-26 April 2018.

Di hari pertama, tim monitoring yang terdiri dari perwakilan Dit. API KLHK (Kasubdit Adaptasi Ekologi Alami & Kasi Perencanaan Adaptasi Buatan), perwakilan APIK-USAID, dan staf regional APIK-USAID Sulawesi Tenggara berkunjung ke kantor Walikota Kendari dan diterima oleh Asisten I Walikota Kendari untuk melaporkan progress Program APIK-USAID di Kota Kendari. Pada kesempatan tersebut, Asisten I Walikota Kendari menyambut positif Program APIK-USAID dan akan melaporkan kepada Walikota Kendari terkait perkembangan Program APIK-USAID ini.

monevapi1Tim monitoring berkunjung ke Desa Punggaluku, Kabupaten Konawe Selatan pada hari kedua untuk melihat perkembangan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Jagung. SLI Jagung bertujuan meningkatkan kapasitas petani untuk menggunakan informasi iklim dan peningkatan produksi jagung. SLI menggunakan pendekatan pertanian cerdas iklim melalui lahan percontohan dimana kelompok petani dapat mengamati dan mempraktekkan hal-hal yang dipelajari. Dari Desa Punggaluku, tim monitoring kemudian melakukan audiensi dengan Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus melaporkan perkembangan Program APIK USAID di Provinsi Sulawesi Tenggara. Pada kesempatan tersebut, tim monitoring menyampaikan informasi telah terbentuknya Kelompok Kerja (Pokja) API dan PRB Provinsi Sulawesi Tenggara. Pokja ini adalah forum multipihak sebagai wadah kerjasama para pihak dalam upaya-upaya API dan PRB.

Setelah itu, tim monitoring kemudian meluncur ke Kampung Salo Kota Kendari untuk mengetahui perkembangan kegiatan program. Dalam rangka meningkatkan ketangguhan masyarakat Kampung Salo terhadap ancaman banjir, APIK bekerjasama dengan BPBD akanmonevapi2 memasang peralatan peringatan dini terhadap banjir berbasis komunitas. Peralatan tersebut terdiri dari Automatic Water Level Recorder, Automatic Rain Gauge, Repeater yang dipasang di tepi sungai, sementara sirine akan dipasang di masjid setempat untuk penanda bahaya. Alat-alat ini belum terpasang karena melewati Taman Hutan Rakyat (Tahura) sehingga harus mendapatkan ijin terlebih dahulu, dan saat ini perijinan masih dalam proses.  

Di hari terakhir monitoring, tim melakukan perjalanan ke Desa Laeya Kabupaten Konawe Selatan untuk mengikuti upacara Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) tingkat Kabupaten Konawe Selatan yang dipimpin oleh Sekretaris monevapi3

 

Daerah Kabupaten Konawe Selatan. Dalam sambutannya, Kasubdit Adaptasi Ekologi Alami KLHK menyampaikan pentingnya melaksanakan upaya adaptasi perubahan iklim sebagai respon terhadap dampak perubahan iklim sehingga akan memperkuat ketangguhan masyarakat dan adaptif terhadap bencana terkait iklim. Sebelum upacara HKBN, tim monitoring berkesempatan menyaksikan simulasi kesiapsiagaan bencana banjir di Desa Laeya yang diikuti oleh ratusan masyarakat setempat dan tim penanggulangan bencana Kabupaten Konawe Selatan.

Tags: Adaptasi Perubahan Iklim

membagi informasi ini: