Jelang Asian Games 2018, KLHK Antisipasi Karhutla di Sumatera Selatan

 Jelang Asian Games 2018, KLHK Antisipasi Karhutla di Sumatera Selatan

Dalam rangka mengantisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang Asian Games 2018, digelar Rapat Koordinasi Khusus Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan di Griya Agung Palembang yang dipimpin oleh Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, Senin (2/4).

Rapat koordinasi dihadiri langsung Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead, Deputi II Kantor Staf Kepresidenan RI, Yanuar Nugroho, Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Carlo B Tewu, serta Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan.

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, mengatakan bahwa terdapat empat daerah rawan karhutla di Sumatera Selatan yang harus diwaspadai yakni Kabupaten OKI, Ogan Ilir, Muba, dan Banyuasin. Sementara lahan gambut terluas berada di Kabupaten OKI, di mana 60 persen lahan gambut tersebut berada di wilayah konsesi perusahaan.

Direktur Pengendalian kebakaran hutan dan lahan, Raffles B. Panjaitan, mengungkapkan bahwa Kementeian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan melaksanakan patroli terpadu pencegahan kabakaran hutan dan lahan mulai awal bulan Mei 2018. Sesuai dengan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa curah hujan pada bulan Mei akan mengalami penurunan.

“Di Sumatera Selatan sekurangnya 733 desa teridentifikasi rawan karhutla. Desa-desa inilah yang akan menjadi sasaran patroli terpadu. Selanjutnyan KLHK akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk secara teknis menentukan sasaran-sasaran prioritas lokasi patroli terpadu yang akan dilaksanakan”, tambahnya.

 

"Kondisi yang harus diantisipasi di daerah rawan Karhutla yakni khususnya pada Juni, Juli, dan Agustus merupakan puncak musim kemarau hingga diperkirakan meningkatnya jumlah titik hotspot, untuk itu kita harapkan sinergi dari semua pihak agar Asian Games 2018 dapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan bencana asap," ungkap Raffles.

Rapat koordinasi ini juga diikuti oleh Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD) Provinsi Sumsel, OPD Provinsi Sumsel terkait, Satgas Karhutla Provinsi Sumsel, kepala daerah Bupati dan Walikota dari 9 kabupaten/kota rawan karhutla di Sumatera Selatan yakni Kabupaten OKI, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, dan OKU Selatan, serta perusahaan swasta.

Sementara pantauan Posko Pengendalian Karhutla KLHK pada Senin, 2 April 2018, pukul 20.00 WIB, mencatat satu hotspot yang terpantau satelit NOAA-19 di Riau, sedang Satelit TERRA-AQUA (NASA) mencatat tiga hotspot, masing-masing dua titik di Kalimantan Barat dan Papua.

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini: