Manggala Agni Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Mandailing Natal

 Manggala Agni Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Mandailing Natal

 

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis, 22 Maret 2018.

Sejak tiga hari terakhir ini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Teran Sinunukan 6, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Upaya pemadaman dilakukan oleh Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian LHK – Manggala Agni Daops Labuhan Batu bersama dengan TNI, Polri, dan masyarakat setempat.

Saat ini, kamis (22/3/2018) api di lapangan sudah dapat dipadamkan, namun tim gabungan masih melakukan pendinginan bara api agar tidak muncul kebakaran lagi di lokasi tersebut.

Kepala Daops Manggala Agni Labuhan Batu, Rizki Ismana mengungkapkan kebakaran di Desa Teran Sinunukan 6, Mandailing Natal (Madina) terjadi pada lahan gambut seluas ± 20 ha. Tim gabungan segera melakukan pemadaman sejak 3 hari lalu.

Ketua tim pemadam dari regu Manggala Agni, Ely Mahadi menjelaskan bahwa pemadaman di Desa Sinunukan 6 menjadi perhatian seluruh intansi terkait. Mulai dari Polres Madina dan jajaran Polsek Pantai Barat, Kodim Madina dan Koramil Pantai Barat, BPBD Madina, Kesatuan Brimob Tapanuli Selatan, Pemerintah Kabupetan Madina, serta Camat Batahan, dan Kepala Desa sinunukan 6.

“Pemadaman yang dilakukan saat ini cukup sulit dengan luasan lahan kebakaran yang luas. Ditambah cuaca yang panas dan lahan terbakar berupa gambut dengan kedalaman 1-1,5 meter. Manggala Agni bersama tim gabungan tetap semangat dan serius dalam menangani kebakaran ini”, tambah Ely.

Pemadaman juga dilakukan di Desa Rantau Bais dan Desa Mumugo, Kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir. Pemadaman di lahan gambut milik masyarakat seluas ±15 Ha ini dilakukan oleh Manggala Agni Daops Dumai bersama dengan TNI dan Polri.

Sementara itu di Provinsi Kepulauan Riau, tepatnya di Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam Manggala Agni Daops Batam memadamkan kebakaran pada lahan masyarakat seluas ± 1,5 ha. Sulitnya sumber air menjadi kendala dalam pemadaman. Bantuan mobil tangki pemadam dan personil dari tim pemadam kebakaran Kota Batam diturunkan. Kebakaran yang menghabiskan semak belukar dan pepohonan kecil berhasil dipadamkan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan mengungkapkan bahwa bahaya kebakaran di daerah bergambut harus selalu diwaspadai. Jika terjadi kebakaran sulit untuk dipadamkan dan dapat berdampak kabut asap. Oleh karena itu, para petugas di lapangan tidak akan bosan untuk terus menghimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Manggala Agni terus siaga di wilayah-wilayah rawan karhutla bekerjasama dengan personil pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat. Koordinasi dengan para pihak juga terus ditingkatkan untuk selalu bersama melakukan pencegahan karhutla", imbuh Raffles.

Sementara, pantauan Posko Pengendalian Karhutka KLHK pada Kamis, 22 Maret 2018, pukul 20.00 WIB, mencatat 2 hotspot yang terpantau satelit NOAA-19 di Provinsi Riau dan Kepuluan Riau. Sedang Satelit TERRA-AQUA (NASA) mencatat dua hotspot di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini: