Pemadaman di Kalimantan Selatan oleh Manggala Agni

 Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Minggu, 12 November 2017. Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) KLHK - Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Banjar, Kalimantan Selatan masih bersiap siaga dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Provinsi Kalimantan Selatan masih dalam status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan. Status yang terhitung mulai tanggal 15 Juni 2017 baru akan berakhir sampai dengan tanggal 30 November 2017.

Manggala Agni Daops Banjar di Kalimantan Selatan melakukan pemadaman di Jalan Guntung Manggis Ujung, Kelurahan Guntung Manggis, Kota Banjarbaru. Kebakaran yang terjadi pada lahan bergambut ini didominasi semak belukar. Regu pemadam yang terdiri dari anggota Manggala Agni, BKSDA dan TNI menghadapi sedikit kesulitan dalam melakukan pemadaman. Regu pemadam belum bisa menuntaskan pemadaman karena memasuki waktu menjelang malam. Pemadaman yang dilakukan malam hari di daerah gambut akan cukup membahayakan bagi personil regu. Laporan dari lapangan kebakaran seluas ±9 Ha ini akan dilanjutkan pada hari ini.

 

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan, mengungkapkan dari prediksi Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) pada beberapa provinsi rawan karhutla masih ada yang menunjukkan kondisi mudah terbakar. Kondisi seperti ini dapat menjadi pemicu terjadinya karhutla, terutama pada lahan gambut yang sangat mudah terbakar.

"Provinsi yang masih menetapkan status siaga bencana asap sampai dengan akhir November adalah Riau dan Kalimantan Selatan. Kami berharap dengan sinergi dari semua pihak antara KLHK, TNI, POLRI, BNPB, Pemerintah Daerah dan masyarakat kebakaran hutan dan lahan ke depan akan terus berkurang", imbuh Raffles B. Panjaitan.

Pantauan Posko Dalkarhutla KLHK pada satelit NOAA pukul 20.00 WIB (11/11/2017) tidak terpantau hotspot. Sedangkan berdasarkan Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80%, terpantau 2 hotspot di Kalimantan Tengah.

Dengan demikian, berdasarkan satelit NOAA untuk periode 1 Januari – 11 November 2017, terdapat 2.544 hotspot di seluruh Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.770 hotspot, sehingga terdapat penurunan sebanyak 1.226 hotspot atau sebesar 32,51%.

Penurunan sejumlah 1.433 titik (38,21%) juga ditunjukkan oleh satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level ≥80%, yang mencatat 2.317 hotspot di tahun ini, setelah sebelumnya di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.750 hotspot. (*)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini: