Manggala Agni Siaga Padamkan Api di TN Rawa Aopa

 

Manggala Agni Siaga Padamkan Api di TN Rawa Aopa


Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW). Manggala Agni Daops Tinanggea, Petugas TNRAW, dan Polres Tinanggea harus berjuang memadamkan api seluas ± 21 Ha, sebelumnya kebakaran juga terjadi pada Selasa (31/10/2017). Pemadaman dilaksanakan dalam waktu ± 2 jam. Berdasarkan pantauan di lapangan jenis vegetasi yang terbakar didominasi oleh alang-alang, semak belukar, dan pohonan tepi hutan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan mengungkapkan Wilayah Indonesia Timur di dominasi oleh lahan mineral sehingga kebakaran yang terjadi merupakan kebakaran permukaan yang bila bahan terbakar habis api akan padam. Namun demikian, Mangggala Agni bersama dengan TNI, dan Polri akan selalu siaga terhadap kebakaran yang terjadi serta menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla.

“Manggala Agni terus bersiap siaga melakukan pemadaman bekerjasama dengan TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat untuk menanggulangi kebakaran yang masih beberapa kali terjadi di wilayah-wilayah rawan karhutla," imbuh Raffles.

Pelatihan-pelatihan pembukaan lahan tanpa bakar yang dilaksanakan oleh KLHK dan para pihak di daerah menjadi salah satu upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. KLHK juga mendorong perusahaan untuk membantu masyarakat melalui program corporate social responsibility-nya dalam mengembangkan pertanian yang ramah lingkungan. Seperti yang dilakukan oleh salah satu anak perusahaan Pertamina RU II Sungai Pakning, Bengkalis, Riau yang menggunakan CSR-nya untuk membantu petani mengembangkan komoditi nanas dalam proses menanam, mengolah, dan memasarkan produknya.

Sementara itu, jumlah hotspot berdasarkan pantauan satelit NOAA pukul 20.00 WIB (02/11/2017), terpantau 1 hotspot yaitu di Provinsi Sulawesi Selatan. Sedangkan satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80% memantau terdapat 5 hotspot dengan rincian Papua 4 titik dan Jawa Timur 1 titik.

Dengan demikian, untuk periode 1 Januari – 2 November 2017 pada satelit NOAA, terdapat 2.523 hotspot di seluruh Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.725 hotspot, sehingga terdapat penurunan sebanyak 1.202 hotspot atau sebesar 32,26%.

Penurunan sejumlah 1.507 titik (40,40%) juga ditunjukkan oleh satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level ≥80%, yang mencatat 2.222 hotspot di tahun ini, setelah sebelumnya di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.729 hotspot. (*)

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini: