Manggala Agni Siap Siaga Hadapi Kebakaran

 

Manggala Agni Siap Siaga Hadapi Kebakaran

Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK – Manggala Agni Daops Tinanggea melakukan pemadaman di Desa Tatangge, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Pemadaman di wilayah Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) ini dibantu oleh petugas TNRAW dengan mengerahkan 3 unit kendaraan taktis roda empat, 3 unit kendaraan roda dua, gaepyok dan jetshooter. Pemadaman pada lahan yang didominasi semak belukar, savana dan pepohonan seluas ±12,9 Ha ini berhasil dipadamkan setelah ±2 jam.

Sedangkan di Sumatera Utara, Manggala Agni Daops Labuhan Batu melakukan pemadaman di Desa Pangkal Dolok Lama, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padanglawas Utara. Kebakaran yang terjadi di lahan adat ini di dominasi oleh kayu dan ilalang seluas ± 10 Ha. Kebakaran permukaan yang terjadi di tanah mineral dengan topografi berbukit ini sedikit menyulitkan untuk melakukan pemadaman.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan mengungkapkan bahwa beberapa kejadian kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di beberapa wilayah dapat ditangani oleh Manggala Agni bersama para pihak. Meskipun kondisi cuaca sudah beranjak ke musim hujan dan status siaga bencana asap sudah di cabut, Manggala Agni akan terus bersiaga menimalkan potensi karhutla.

“Setelah status siaga dicabut, Manggala Agni dan para pihak masih melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan seperti sosialisasi, penyuluhan, dan juga patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Diharapkan dengan berbagai upaya pendekatan ke masyarakat ini, semakin tumbuhnya kesadaran mayarakat dalam mencegah karhutla", jelas Raffles.

Sementara itu, jumlah hotspot berdasarkan pantauan satelit NOAA pukul 20.00 WIB (31/10/2017), terpantau 3 hotspot yaitu di Provinsi Sulawesi Tenggara 2 titik dan Sulawesi Tengah. Sedangkan satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80%, menunjukkan 1 hotspot di Provinsi papua. Dengan demikian, untuk periode 1 Januari – 31 Oktober 2017 pada satelit NOAA, terdapat 2.519 hotspot di seluruh Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.722 hotspot, sehingga terdapat penurunan sebanyak 1.203 hotspot atau sebesar 32,32%.

Penurunan sejumlah 1.501 titik (40,38%) juga ditunjukkan oleh satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level ≥80%, yang mencatat 2.216 hotspot di tahun ini, setelah sebelumnya di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.717 hotspot.

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini: