Memperkuat Kepentingan Indonesia pada COP23 Mendatang

 Memperkuat Kepentingan Indonesia pada COP23 Mendatang.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan selaku national focal point for UNFCCC telah memulai kembali persiapan untuk putaran perundingan UNFCCC sesi berikutnya, COP23 yang akan diselenggarakan di Bonn, Jerman, 6-17 November 2017. Dihadiri oleh sekitar 150 peserta dari berbagai perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, lembaga swadaya masyarakat dan/atau civil society organization, akademisi/perguruan tinggi, kalangan swasta, dan media,  Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (DJPPI) menyelenggarakan “Pertemuan Kick-Off Persiapan Delegasi Indonesia Menuju COP23” pada Kamis, 6 Juli 2017. Dr. Nur Masripatin, Dirjen Pengendalian Perubahan mengatakan COP 23 yang bermisi working together on solutions merupakan COP penentu implementasi dari Perjanjian Paris. 

Secara umum, misi keikutsertaan Delegasi Indonesia pada COP kali ini untuk memastikan kepentingan Indonesia terakomodir dalam hasil pembahasan pengaturan rinci berbagai penentu kegiatan penurunan emisi dan adaptasi yang dibahas dalam bentuk  modalitas,  procedure dan guideline pelaksanaan elemen-elemen kunci di dalam Perjanjian Paris.  Bagi Delegasi Indonesia, hal ini sangat penting dan menentukan implementasi aksi-aksi nyata mitigasi dan untuk adaptasi  perubahan iklim di tanah air.  Indonesia telah menyampaikan kontribusi ke global dengan 29% melalui sumberdaya sendiri dan 41% bila ada bantuan dari luar negeri.  Kontribusi ini sudah cukup ambisius bila dibandingkan dengan negara-negara maju yang seharusnya lebih banyak mengurangi emisinya, kata Bu Nur.

Lebih lanjut Ibu Nur mengatakan bahwa pada kesempatan di COP 23 yang meliputi enam forum perundingan dan beberapa mandated events dan side events,  Indonesia akan memperkuat kepentingannya pada beberapa isu kunci termasuk elemen yang dibahas di bawah persidangan APA yang berkaitan dengan pedoman lebih lanjut pelaksanaan aksi mitigasi, pedoman tentang adaptation communication, transparency framework, perencanaan pelaksanaan global stocktake, peraturan komite compliance, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan Perjanjian paris pasca 2020.  Selain itu akan memperjuangkan posisi Indonesia terkait dengan pendanaan iklim, land sector meliputi REDD+, reforestation and land restoration, Article 6 of the Paris Agreement yang meliputi Internationally Transferred Mitigation Outcomes (ITMOs) dan mekanisme market and non market,  agenda pertanian dan response measure

Untuk mendukung perjuangan kepentingan tersebut, Ibu Nur menegaskan, Delegasi Indonesia akan menyusun dan menyampaikan beberapa submisi sebagai bagian dari posisi Indonesia.  Dalam presentasinya di hadapan peserta kick off, Ibu Nur mengatakan ada 19 submisi yang akan menjadi pegangan para anggota negosiator Delegasi Indonesia. Dari 19 submisi tersebut, dua diantaranya tentang mitigasi perubahan iklim, empat tentang adaptasi perubahan iklim, tiga tentang transparency framework, dua tentang peningkatan kapsitas, tiga tentang article 6PA,  dua tentang response measures, dua tentang pendanaan iklim dan satu tentang gender dan perubahan iklim. Tentunya submisi yang telah disusun dengan Kementerian/Lembaga dan stakeholder lainnya ini yang telah diupload di Website UNFCCC akan menjadi dasar dalam memperjuangkan posisi Indonesia di COP 23 mendatang.  Hal yang sering dilupakan adalah menjaga komunikasi dengan kelompok-kelompok negosiasi dan para key person di masing-masing agenda persidangan yang menjadi target Indonesia, Ibu Nur mengingatkan.

Persiapan Delegasi Indonesia bukan hanya dilaksanakan di tanah air,  Indonesia juga akan mengikuti serangkaian persiapan dari pelaksanaan COP 23 termasuk Pre COP yang akan dilaksanakan pada 17 – 18 Oktober 2017 di Fiji.  Pada akhirnya, Ibu Nur selaku National Focal Point untuk UNFCCC memiliki harapan yang sama dengan anggota delegasi agar K/L terkait maupun organisasi yang akan terlibat dalam negosiasi dapat berperan aktif mulai dalam proses penyiapan posisi (termasuk submisi-submisi).  Selain itu,  sharing informasi berbagai kegiatan dari semua pihak yang bekerja di bidang PI termasuk tentang forum-forum yang diikuti dan hasilnya, initiatif-inisiatif yang dikerjakan (lembaga/individunya), berbagi informasi tentang events/meeting yang diselenggarakan dan hal-hal terkait lainnya agar dapat dibudayakan diantara para negosiator Delegasi Indonesia. 

Tags: Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional

membagi informasi ini: