Ahli Indonesia dalam Siklus The sixth Assessment Report IPCC

 

Ahli Indonesia dalam Siklus The sixth Assessment Report IPCC

Sebagai lembaga yang diberi mandat untuk memberikan informasi ilmiah terkait perubahan iklim, Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) secara rutin mengeluarkan laporan-laporan terkait perubahan iklim. Peluncuran laporan-laporan tersebtu dilaksanakan dalam pembagian waktu dalam siklus-siklus Assessment Report. Saat ini program kerja IPCC memasuki siklus Assessment Report 6. Pada siklus ini IPCC akan menyelesaikan laporan-laporan yaitu The Sixth Assessment Report (AR 6), tiga buah special reports, dan sebuah methodological report. Tiga buah special reports yang saat ini sedang diproses yaitu :

  1. Global Warming of 1.5 °C, an IPCC special report on the impacts of global warming of 1.5°C above pre-industrial levels and related global greenhouse gas emission pathways, in the context of strengthening the global response to the threat of climate change, sustainable development, and efforts to eradicate poverty
  2. Special Report on the Ocean and Cryosphere in a Changing Climate
  3. Climate Change and Land: an IPCC special report on climate change, desertification, land degradation, sustainable land management, food security, and greenhouse gas fluxes in terrestrial ecosystems

 Sedangkan methodological report yang akan diselesaikan diberi judul 2019 Refinement to the 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories (2019 refinement). Laporan ini merupakan pembaharuan untuk laporan serupa yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Dalam penyusunan laporan-laporannya, IPCC melibatkan banyak ahli dari seluruh dunia. Setiap penyusunan laporan dimulai dengan proses scooping. Sebelum proses ini dimulai, IPCC terlebih dahulu mengundang kadnidat ahli perubahan dari seluruh dunia untuk dicalonkan melalui National Focal Point mau pun Anggota Biro. Proses scooping diperlukan untuk menentukan cakupan (scope), kerangka (outline), dan rencana kerja dari setiap laporan yang akan dibuat. Saat ini (19/6/2017) proses scooping meeting untuk seluruh laporan sudah dilaksanakan. Beberapa ahli Indonesia terpilih untuk hadir pada scooping meeting beberapa laporan. Dr. Linda yanti Sulistiawati dan Dr. Techn. Marzuki terpilih untuk hadir dalam scooping meeting AR 6 yang dilaksanakan tanggal 1-5 Mei 2017 di Addis ababa, Ethiopia. Sebelumnya Prof. Fahmuddin Agus dan Prof. Edvin Aldrian turut serta pada Scooping Meeting SRCCL sedangkan SROCC dihadiri oleh R. Iskhaq Iskandar dan Dr. R. Dwi Susanto. Pada Scooping Meeting 2019 Refinement Prof. Fahmuddin Agus, Dr. I Wayan S. Darmawan, dan Dr. Retno Gumilang Dewi  diundang untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Setelah proses scooping selesai dilaksanakan, IPCC mengumumkan kerangkadan rencana kerja dari laporan yang akan di buat. Saat ini seluruh kerangka untuk semua laporan sudah diputuskan keculai untuk AR6. Kerangka AR 6 akan diputuskan pada September 2017.

Dengan diputuskannya rencana kerja dan kerangka laporan, IPCC akan mengundang ahli dari seluruh dunia untuk turut serta dalam penyusunan laporan. Posisi yang ditawarkan meliputi Coordinating Lead Author, Lead Author, dan Review Editor.            Pada 12 Mei 2017, Indonesia telah mengusulkan 8 (delapan) ahli untuk turut serta dalam penulisan SROCC dan 13 (tiga belas) ahli untuk SRCCL. Daftar ahli yang lolos seleksi SRCCL dan SROCC akan diumumkan pada 9 Juli 2017.

Berdasarkan pengusulan sebelumnya, Dr. Riyanti Djalante terpilih sebagai Lead Author untuk Chapter 3 SR15 dan Prof. Rizaldi Boer sebagai Review Editor Chapter 4 SR15. Pada 2019 Refinement, 4 (empat) ahli Indonesia terpilih untuk turut serta yaitu Dr. Retno Gumilang Dewi (Lead Author Chapter 3), Dr. Haruni Krisnawati dan Dr. Yeni Widyawati (Lead Author Chapter 3), serta Prof. Fahmudin Agus sebagai Review Editor Chapter 4.

Sedangkan pengusulan untuk ahli dalam penyusunan AR 6 akan dibuka segera setelah kerangka laporan diputuskan yaitu sekira bulan Setember 2017. Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim sebagai NFP IPCC Indonesia berharap semakin banyak ahli dari Indonesia yang terlibat dalam kegiatan IPCC sehingga laporan yang dibuat dapat mewakili kondisi yang dialami Indonesia dan negara berkembang lainnya.[]

Tags: Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional

membagi informasi ini: