Ditjen PPI Memperkuat Peran Kantor Balai PPI seluruh Indonesia

 Ditjen PPI Memperkuat Peran Kantor Balai PPI seluruh Indonesia

Bertajuk “Training Workshop” peningkatan kapasitas Balai PPI dan Karhutla, Ditjen PPI melalui program EU - Support to Indonesia’s Climate Change Response – Technical Assistance Component (SICCR-TAC) mengundang 20 orang dari lima Balai PPI dan  karhutla di Indonesia yang terdiri dari masing-masing kepala balai dan tiga orang eselon empat pada Tanggal 12 – 16 Juni 2017 di hotel Century Atlit, Jakarta untuk mengikuti acara tersebut.  Narasumber pada lokakarya ini berasal dari para direktur dan eselon tiga di lingkup kerja Ditjen PPI. Mereka mengembangkan materi berdasarkan pada menu program masing-masing direktorat disertai dengan pengenalan system dan “tools” yang telah dibangun untuk diterapkan di kantor-kantor balai beserta pemangku kepentingan terkait.  Kegiatan “Training Workshop” juga  dimanfaatkan untuk memperoleh gambaran status implementasi program PPI melalui Balai dan kebutuhan peningkatan kapasitas serta strategi di masa mendatang. 

Dr Nur Masripatin, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim-KLHK dalam pembukaan lokakarya menyampaikan bahwa Ditjen PPI dengan segenap personel dan sumberdaya ibarat rangkaian kereta api satu gerbong dan gerbong lain saling terkait dan saling mempengaruhi jalannya pencapian output dan outcome lembaga.  Untuk itulah,  kita harus dapat memiliki kesamaan dasar pengetahuan dalam mengembangkan program-program dimasa mendatang.  Kita kumpulkan Balai PPI disini untuk bersama-sama mempelajari garis-garis besar program Ditjen PPI di masa mendatang dan bagaimana peran penting dari kantor Balai PPI di propinsi.  Membangun kapasitas merupakan tugas tiada akhir sampai maut menjemput,  sehingga teman-teman yang ada di kantor balai harus memanfaatkan pertemuan lima hari ini untuk mempelajari program pengendalian perubahan iklim di masing-masing direktorat.  Dirjen PPI juga merencanakan untuk melanjutkan penguatan kapasitas para kepala balai dengan mengundang bergabung ke dalam Delegasi Indonesia COP 23 di Bonn-Jerman pada November 2017 mendatang.  Para kepala balai dapat menyaksikan berbagai best practices di lapangan di berbagai negara dari berbagai benua dalam upaya pengendalian perubahan iklim,  kata Ibu Nur. 

Ibu Nur juga menyampaikan presentasi sebagai acuan arahan program-program strategis Ditjen PPI.  Ibu Dirjen menyampaikan tentang proses UNFCCC dan milestones, Sustainable Development Goals dan keterkaitannya dengan Perjanjian Paris.  Selain itu beliau juga menyampaikan Perjanjian Paris sebagai era baru penanganan perubahan iklim, dinamikan politik global pasca ratifikasi Perjanjian Paris,  sebaran kontribusi emisi global,  Perjanjian Paris dan Nationally Determined Contribution (NDC), First  NDC Indonesia serta strategy dan progress implementasi NDC.  Selesai presentasi Ibu Dirjen memberikan kesempatan diskusi langsung dengan teman-teman Balai PPI dan memberikan pertanyaan tentang sejauh mana penangkapan dari arahan strategis Ditjen PPI.  Dari diskusi tersebut,  Ibu Dirjen menyampaikan keseimpulan bahwa penguasaan lapangan dari teman-teman balai memerlukan landasan substansi dalam pengambilan keputusan.  Untuk itulah kepada seluruh direktur yang hadir pada pembukaan tersebut diharapkan bekerja dengan dekat dan cair agar diskusi dapat berjalan dengan lancar.

Mengikuti secara seksama persiapan dan pembukaan serta harapan dari Dirjen PPI serta pencapaian tujuan dari lokakarya ini,  Ir. Agung Setyabudi, MSc, Sekditjen PPI mendorong para fasilitator mendesain kegiatan lokakarya yang “fun” dan serius mendorong peserta untuk menyerap substansi di masing-masing direktorat.  Ada lima tema utama yang ditangkap untuk menjadi perhatian balai dalam periode program jangka pendek termasuk 1). Balai merupakan perpanjangan tangan Ditjen PPI maka SDM balai harus diperkuat kapasitasnya, 2). Strategy Capaian NDC, 3). Balai PPI karhutla harus mampu menfasilitasi daerah dalam penerapan Perjanjian Paris 4).  Target pencapaian NDC untuk Nasional  dan 5). Peran Balai PPI KHL dalam implementasi NDC.  Selain itu dalam lokakarya ini para balai didampingi para narasumber bersama-sama menyusun “puzzle” penguatan peran balai.  Para Kepala balai dan stafnya bekerja bersama melengkapi puzzle tersebut yang diupdate setiap harinya berdasarkan pada setiap materi baru yang diterima.

Tags: Sekretariat Direktorat Jendral

membagi informasi ini: