Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan di Bromo-Semeru

Pasuruan - Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menggelar Apel Siaga Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan (karhutla) di Laut Pasir Gunung Bromo pada 31 Mei 2017. Apel digelar sebagai antisipasi karhutla yang terjadi di kawasan TNBTS. Apel siaga ini melibatkan ratusan personil gabungan dari empat daerah sekitar TNBTS.

Apel Siaga ini diikuti oleh Personil dari TNI, Polri, BPBD, dan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Brigdalkarhut) dari Pasuruan, Probolinggo, Malang, dan Lumajang. Apel juga diikuti dari unsur masyarakat meliputi Masyarakat Peduli Api (MPA), Paguyuban Jip, Paguyuban Kuda hingga masyarakat Tengger.

Apel siaga dimulai dengan mendengarkan arahan dari Diretur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dilanjutkan dengan simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan dan simulasi penangkapan pelaku pembakar hutan dan lahan. Selain itu direktur pengendalian kebakaran hutan dan lahan juga melakukan dialog dengan para peserta apel.

Raffles B, Panjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, mengungkapkan perlindungan kawasan konservasi dari kebakaran hutan dan lahan sangat penting untuk menjaga biodiversitas, ketahanan pangan, dan sebagai langkah mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Jhon Kennedie, Kepala Balai TN BTS, mengungkapkan apel ini bertujuan untuk mengantisipasi karhutla di wilayah TN BTS di musim kemarau dengan melibatkan semua elemen yang berada di empat kabupaten disekitar TNBTS.

TNBTS merupakan bentang alam dengan luas wilayah sekitar 50.276,3 ha. Di kawasan ini terdapat kaldera lautan pasir yang luasnya ±6.290 ha. Batas kaldera lautan pasir itu berupa dinding terjal yang ketinggiannya antara 200-700 meter. Daerah rawan karhutla pada TNBTS meliputi Oro-oro Ombo, Ranupani di Lumajang yang merupakan padang savana. Kemudian padang savana Bromo, Ngadas, Ngadisari di Kabupaten Probolinggo, dan Gunung Kunci di Pasuruan. Pemicu dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah TN BTS banyak disebabkan karena kesalahan manusia.

d23181db-7f2b-4ed5-82db-b0df8a8bf54d.jpge86955a7-a6a7-4851-a3d1-5b04968d413b.jpgfe457160-7275-410b-8921-30526899009b.jpg

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini: