Pertemuan Sosialisasi dan Pembinaan Teknis ProKlim 2017 di Bandung

Pertemuan Sosialisasi dan Pembinaan Teknis ProKlim 2017

 Bandung, 20-21 April 2017

proklim bandung1Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca. Disamping itu, ProKlim memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah. Setelah diluncurkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjadi Gerakan Nasional Program Kampung Iklim pada tanggal 1 Desember 2016, ProKlim bertransformasi sesuai dengan landasan hukum terbaru yaitu P.84/MENLHK-SETJEN/KUM.1/11/2016 tentang Program Kampung Iklim dan Peraturan Direktur Jenderal (Perdirjen) Pengendalian Perubahan Iklim Nomor: P.1/PPI/SET/KUM.I/2/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Kampung Iklim.     

Guna menyebarluaskan landasan hukum tersebut dan berkaitan dengan pengusulan lokasi ProKlim tahun 2017, Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan kegiatan pertemuan sosialisasi dan pembinaan teknis ProKlim pada tanggal 20-21 April 2017 di Hotel Ibis Styles Bandung Braga, Kota Bandung, Jawa Barat. Secara umum, kegiatan ini bertujuan untuk mengkoordinasikan pengusulan lokasi ProKlim melalui Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI), menyiapkan strategi pengembangan ProKlim di daerah yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ProKlim, dan memberikan pemahaman mengenai sinergi ProKlim dengan aspek kerentanan dan perencanaan aksi adaptasi/mitigasi perubahan iklim yang dapat diimplementasikan di tingkat tapak. Pertemuan melibatkan perwakilan 20 institusi pengelola lingkungan hidup di provinsi yang di wilayahnya terdapat usulan lokasi ProKlim Tahun 2017 dan perwakilan Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) dari 5 wilayah di Indonesia.   

Pertemuan diawali dengan pemaparan mengenai P.84/MENLHK-SETJEN/KUM.1/11/2016 tentang Program Kampung Iklim dan Peraturan Direktur Jenderal (Perdirjen) Pengendalian Perubahan Iklim Nomor: P.1/PPI/SET/KUM.I/2/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Kampung Iklim. Tahun 2017 merupakan tahun transisi untuk implementasi P.84/MENLHK-SETJEN/KUM.1/11/2016, dimana Balai PPIKHL berfungsi sebagai koordinator verifikasi pelaksanaan ProKlim di masing-masing wilayahnya. Pemerintah daerah berfokus kepada pembinaan lokasi ProKlim di daerah masing-masing selain berfungsi mempersiapkan pelaksanaan verifikasi. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan perkembangan data terbaru pengusulan lokasi ProKlim dari semua pihak di SRN PPI. Selanjutnya perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat menyampaikan strategi implementasi ProKlim. Sebagai informasi, Jawa Barat merupakan provinsi yang paling banyak mengusulkan lokasi dan menerima penghargaan ProKlim. Kasubdit Adaptasi Ekologi Buatan KLHK menegaskan kembali mengenai transformasi ProKlim, dan dilanjutkan dengan penjelasan strategi pengembangan proklim di perguruan tinggi dan komunitas lain oleh Tim Teknis ProKlim. Hasil diskusi menyepakati untuk pembahasan lebih lanjut mengenai penerapan ProKlim di perguruan tinggi dan komunitas lain.

    Pertemuan dilanjutkan dengan materi pengembangan kemitraan proklim, pedoman perhitungan GRK tingkat tapak, dan SRN PPI. Pada sesi malam hari, dilakukan pendaftaran lokasi ProKlim ke SRN PPI. Sebagai informasi, pendaftaran lokasi ProKlim tahun 2017 dilaksanakan melalui SRN PPI oleh berbagai pihak yang memiliki informasi dan/atau melaksanakan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di lokasi yang diusulkan. Pendaftaran ProKlim ini perlu dikomunikasikan dengan instansi pengelola lingkungan hidup provinsi selaku koordinator ProKlim tingkat provinsi, sekaligus memeriksa kelengkapan dokumen. Semua pendaftaran usulan lokasi ProKlim akan dipantau oleh Balai PPIKHL yang nantinya akan melaksanakan verifikasi pengusulan tersebut.

Pada hari kedua, disampaikan materi mengenai penggalian data ProKlim, Pemanfaatan Data SIDIK dalam ProKlim, serta ProKlim dan Rencana Aksi Adaptasi/Mitigasi Perubahan Iklim di daerah. Salah satu kegiatan ProKlim adalah identifikasi kerentanan dan risiko perubahan iklim yang dapat mengacu pada Sistem Informasi Data Indek Kerentanan (SIDIK). SIDIK mampu menampilkan kerentanan sampai dengan tingkat desa/kelurahan yang merupakan satuan administratif dalam ProKlim. Hasil identifikasi kerentanan dan emisi GRK di tingkat tapak perlu menjadipertimbangan dalam penyusunan rencana aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di lokasi ProKlim sehingga dapat berkontribusi terhadap terwujudnya pembangunan daerah yang rendah emisi karbon dan adaptif terhadap perubahan iklim. 

Tags: Adaptasi Perubahan Iklim

membagi informasi ini: