• Beranda
  • Berita
  • KERJASAMA MULTI-PIHAK UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS ADAPTASI-MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR, NTT

KERJASAMA MULTI-PIHAK UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS ADAPTASI-MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR, NTT

KERJASAMA MULTI-PIHAK UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS ADAPTASI-MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR, NTT
 
 
Elar, (26/04/2017). 
Bupati Kabupaten Manggarai Timur (Drs. Yosep Tote, M.Si) meresmikan Pembangkit Tenaga Listrik Mikro Hidro (PLTMH) Wae Laban di Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada lokasi Lapangan Paroki Elar.  
 
Ket. Bupati Manggarai Timur disambut secara adat (sumber foto : Indriyani, 2017)
 
Peresmian diawali dengan laporan dari Romo Marsel (Koordinator Umum Pembangunan PLTMH, Keuskupan Ruteng) dan dilanjutkan dengan  sambutan Bupati Manggarai Timur, Uskup Ruteng (Mgr. Hubertus Leteng, PR), wakil dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kasubdit Adaptasi Ekologi Alami, Nuraeni Tahir), wakil dari UNDP (Programme Manager, Christian Budi Usfinit), wakil dari Bank NTT (Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT- Absalom Sine) dan dilanjutkan dengan penekanan tombol lampu, pengguntingan pita oleh Uskup Ruteng, penandatanganan prasasti dan diakhiri dengan penanaman pohon bersama di lapangan Paroki Elar. Turut menyaksikan peresmian Wakil dari BAPPEDA NTT, Forum Komunikasi Daerah (Kapolres dan Kodim) dan  beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Manggarai Timur,  Wakil Ketua DPRD Manggarai Timur, Asisten 1 Kabupaten Manggarai,  agama  serta tokoh masyarakat Kecamatan Elar  dari beberapa desa.
 
 
 
Bupati Manggarai Timur dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mewujudkan PLTMH Wae Laban di Kecamatan Elar, yang merupakan salah satu dari 24 PLTMH di Kabupaten Manggarai Timur. Pemda setempat telah berhasil membangun 20 PLTMH dan 4 PLTMH lainnya oleh Keuskupan Ruteng dengan dukungan berbagai pihak.
 
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kemitraan multi-pihak yang memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan kapasitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pada tingkat lokal serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 
   
 
PLTMH Elar ini menyediakan suplai listrik bagi 316 KK di 3 desa (Rana Gapang, Compang Teo, dan Compang Biting) dan 1 kelurahan (Tiwu Kondo) dan diharapkan dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Pada awal berdirinya Kabupaten Manggarai Timur, hanya 13% masyarakat Manggarai Timur yang menikmati listrik, dan saat ini elektrifikasi di Manggarai Timur telah mencapai 48%, termasuk kontribusi  PLTMH Wai Laban. Pengoperasian PLTMH ini mengharuskan perubahan perilaku masyarakat untuk tidak lagi melakukan penebangan pohon di area sekitar mata air, karena akan mengancam keberlanjutan PLTMH. Secara khusus Bupati Mangarai Timur memerintahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup Daerah Manggarai Timur agar memprioritaskan program perlindungan mata air  untuk menjaga debit sungai utama Wae Laban dan PLTMH lainnya. Sementara itu, dalam sambutannya wakil dari KLHK menyampaikan bahwa terwujudnya PLTMH ini adalah salah satu hasil bentuk  adaptasi berbasis ekosistem di mana ekosistem hutan dan sungai menyediakan jasa layanan ekosistem berupa tenaga listrik (energi) dalam membantu masyarakat beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim yang sekaligus juga merupakan upaya mitigasi untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan. Oleh sebab, itu PLTMH ini mempersyaratkan pemeliharaan ekosistem hutan dan sungai yang sehat agar tetap dapat menyediakan jasa dan layanannya berupa energi listrik. Senada dengan hal tersebut, Uskup Ruteng juga menekankan pentingnya menjaga hutan agar PLTMH dapat berkelanjutan. 
 
Pembangunan PLTMH Wae Laban, Kecamatan Elar merupakan salah satu kegiatan percontohan Program Strategic Planning and Action to strengthen climate Resilience of Rural Communities (SPARC) yang dilaksanakan atas kerjasama Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (DJPPI) KLHK, Pemda Provinsi NTT dan UNDP melalui dukungan dana dari Global Environvent Fund (GEF) dan Bank NTT melalui program CSRnya. Turbin PLTMH Wae Laban saat ini berkapasitas 80 KWH dan energi pembangkit berasal dari turbin yang ditempatkan di Sungai Wae Laban. Berbeda dengan PLTMH lainnya, pembangunan dan operasional PLTMH ini pembiayaannya bersumber dari berbagai pihak termasuk swadaya masyarakat dalam bentuk tenaga pembangunan saluran air dan iuran pelanggan. Peran Paroki Elar sangat penting dalam memobilisasi sumber daya untuk pembangunan PLTMH Elar. Proses pembangunan PLTMH Elar ini merupakan salah satu contoh pembelajaran yang baik bagaimana ekosistem suatu wilayah dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan ketahanan sektor energi dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Dari sisi kelembagaan, maka telah dibentuk kelompok masyarakat ProKlim di wilayah setempat yang mempunyai peran penting dalam mengembangkan dan melaksanakan aksi lokal adaptasi-mitigasi perubahan iklim, termasuk pengoperasian PLTMH. 
 
Informasi lebih lanjut:
1.Dra. Sri Tantri Arundhati, M.Sc. (Direktur Adaptasi Perubahan Iklim-KLHK)
•Telp./Fax : +62 21 5747054
•Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
2.  Ir. Wayan Darmawa, MT (Kepala Bappeda Prov. NTT)
•Telp/Fax : (0380) 833462, 832975 
•Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Tags: Adaptasi Perubahan Iklim

membagi informasi ini: