Perubahan Iklim (DJPPI): Sejumlah Pemda Telah Merespon PROKLIM

 Perubahan Iklim (DJPPI):  Sejumlah Pemda Telah Merespon PROKLIM

Sejak diluncurkan Program Kampung Iklim sebagai gerakan nasional oleh MenLHK pada Tanggal 1 Desember 2016,  pemangku kepentingan telah merespon positif.  Sebanyak tiga propinsi menyusul DKI Jakarta yang telah merespon sebelumnya yaitu Propinsi Riau,  Jawa Tengah dan Banten dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Propinsi Banten)/Instruksi Gubernur (Propinsi Riau) dan Surat Edaran Gubernur (Propinsi Jawa Tengah) untuk pembinaaan, pendampingan dan penguatan lokasi Kampung iklim serta sinkronisasi dan harmonisasi program nasional ini.  Selain itu terdapat dua kota yaitu Kotamobagu dan Banjarbaru telah mengeluarkan Intruksi Walikota (Kotamobagu) dan Keputusan Walikota (Kota Banjarbaru) tentang penetapan, pembinaan dan pendampingan program kampung iklim.  Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim-KLHK, Dr. Nur Masripatin sangat mengapresiasi partisipasi pemerintah daerah atas gerakan nasional pengendalian perubahan iklim berbasis masayarakat/komunitas ini.  Hal ini harus disambut dengan baik karena selama ini masyarakat masih menganggap program pengendalian perubahan iklim seperti “Menggambar di Langit” yang sulit dilihat bentuk programnya secara nyata di lapangan.  Program Kampung Iklim ini sudah dimulai oleh Menteri Lingkungan Hidup sejak tahun 2012, dan telah bertransformasi dari memberikan apresiasi terhadap RW/Dusun/Dukuh atau Desa/Kelurahan yang telah melakukan upaya pengendalian perubahan iklim dengan mendorong, menfasilitasi tumbuhnya PROKLIM dan pengayaan inovasi program baik adaptasi maupun mitigasi yang dilaksanakan secara kolaborasi pemerintah (Party) dan “Non Party Stakeholder”  Hal ini juga wujud pelaksanan Perjanjian Paris dimana Pemerintah telah meratifikasi menjadi Undang-Undanng No 16 pada 26 Oktober 2016.

Direktur Adaptasi Perubahan Iklim,  Sri Tantri yang menjalankan program kampung iklim semenjak dari KLH mengatakan tren partisipasi berbagai pihak untuk mengusulkan lokasi PROKLIM meningkat dalam lima tahun pelaksanaannya. Jumlah pengusulan selama 5 tahun sebanyak 928 lokasi yang berasal dari 27 provinsi dengan peningkatan yang signifikan sejak 2 tahun terakhir.  Sebanyak 14 propinsi sudah memulai melakukan sosialisasi kepada stakeholder di daerah.  Selain itu pihak Swasta juga telah dijangkau dan sampai sekarang sudah terdapat 15 perusahaan yang berpartisipasi aktif melakukan pendampingan kampung iklim.  Selain itu sudah ada enam SK Bupati/walikota menunjuk pilot project Kampung iklim termasuk Kamung Kelitu (Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh), Kelurahan Tanjung Marulak Hilir (Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara), Kampung Teluk Rubiah (Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung), RW XI-Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti (Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah), Desa Mandouw (Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua), Desa Pakraman Pesedaan dan Desa Pakraman Bugbug (Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali).

Di berbagai kesempatan pertemuan stakeholder di lima Kantor Balai PPI di Indonesia (di Sumatra,  Kalimantan,  Sulawesi,  Papua dan Jawa-Bali),  Dirjen PPI selalu mendorong kerjasama semua pihak untuk melaksanakan PROKLIM.  Hal ini sangat penting untuk memberikan penyadaran masyarakat tentang akibat dari perubahan iklim.  Cuaca ekstrim yang terjadi selama ini menimbulkan kejadian banjir bandang,  longsor dan angin putting beliung di berbagai daerah di Indonesia merupakan dampak dari perubahan iklim yang tidak kita sadari.  PROKLIM dapat menjadi laboratorium di tengah-tengah masyarakat yang mendorong untuk segera beradaptasi dan terus berinovasi untuk memantau penurunan emisi Gas Rumah kaca di sekitar tempat tinggalnya.  Sesuai peraturan MenLHK no. 84 Tahun 2016, PROKLIM bukan hanya di desa atau di kampung, tapi juga dapat dilaksanakan di kampus, pesantren dan komunitas masyarakat lainnya untuk memberikan arahan detil teknis tentang pelaksanaan PROKLIM dimana Ditjen PPI telah mengeluarkan Peraturan Dirjen PPI No P.1/PPI/SET/KUM.1/2/2017 pada Tanggal 24 Februari yang lalu. 

 

 

 

 

Tags: Adaptasi Perubahan Iklim

membagi informasi ini: