Seni Decoupage merambah DWP Ditjen PPI Serta Karyawati Ditjen PPI

Seni Decoupage merambah DWP Ditjen PPI

Serta Karyawati Ditjen PPI

Apa itu Decoupage?

Kata Decoupage berasal dari bahasa Perancis Decouper atau bearti memotong, merupakan kerajinan atau bentuk seni yang memerlukan potongan potongan bahan (biasanya kertas) yang ditempel pada objek apa saja, tas, dompet, termasuk benda benda di rumah mulai dari vas kecil hingga furniture. Seni decoupage bisa dipelajari relatif cepat hanya dengan beberapa langkah yaitu memotong kertas tisue yang bergambar bunga, ungas, pemandangan ditempel pada objek dengan mempergunakan perekat/lem dan kemudian dilapisi dengan pernis atau pelitur.

Decoupage ini mempunyai sejarah panjang mulai dari abad ke 12 para petani Cina menggunting kertas warna warni untuk menghias jendela, lentera dan kotak hadiah.  Begitu juga dengan para pengrajin Jerman dan Polandia mereka mempergunakan seni Decoupage ini untuk menghias toples, kaca rumah, pintu, lemari dan lain lain.

Di tanah air kita sendri seni decoupage ini sedang digandrungi terutama bagi ibu ibu dan kaum wanita muda.  Begitu juga ibu-ibu DWP Ditjen PPI dan Karyawati ikut mengandrungi seni decoupage ini.

Kebetulan ibu Billy Hindra dan ibu Syaiful Anwar bersedia menjadi mentor dan sharing ilmu decoupage ini kepada ibu ibu DWP Ditjen PPI dan Karyawati. Sebagai objek dari pelatihan ini yaitu tas Tasik, semua ibu ibu dan karyawati peserta pelatihan ini berlatih seni decoupage dengan masing masing mendapatkan tas tasik gratis dan dapat dibawa pulang sebagai kenang kenangan. Pelatihan ini diadakan pada Jumat tanggal 18 November 2016, disponsori oleh Diretorat Adaptasi Perubahan Iklim yang dipimpin oleh ibu Tantri sebagai Direktur.

Peserta pelatihanpun tak lupa memberikan kenang-kenangan hasil karyanya kepada ibu Dirjen PPI dan 3 Direktur wanita sebagai kenang-kenangan.

Jakarta, 18 November 2016

Sekretaris DWP Ditjen PPI

Tags: Adaptasi Perubahan Iklim

membagi informasi ini: