Climate Change Class : Collaborative, Fun, Educate, Create

 

Beragam warna seragam sekolah memenuhi Ruang SiPongi Balai Pengendalian Perubahan Iklim (Balai PPI) Sulawesi hari ini (16/9). Sejak masuk, satu persatu anak sekolah memberikan salam dan menyapa setiap pegawai Balai PPI Sulawesi yang ditemui sebelum memasuki Ruang Si Pongi. Sebetulnya ada apa?

Tanggal 16 September setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Ozon Sedunia oleh PBB. Ozon, sebagai sebuah unsur yang ‘menyelimuti’ bumi melindungi makhluk hidup di dalamnya dari sinar ultraviolet yang berbahaya. Yang menurut penelitian oleh Peneliti di Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim, manusia yang terkena sinar UV-B akibat penipisan lapisan ozon dapat mengalami peningkatan kerusakan pada mata, sistem kekebalan dan kulit. Diperkirakan untuk penurunan 1% lapisan ozon, maka peningkatan katarak meningkat sekitar 0.5% (Cahyono, 2005).

Karenanya, penetapan hari khusus untuk ozon diharapkan dapat semakin mengampanyekan manfaat dan fungsi lapisan ozon bagi kehidupan di bumi. 

Mengenalkan konsep terkait ozon, perubahan iklim, maupun ramah lingkungan baiknya dilakukan sejak dini. Agar konsep – konsep hidup ramah lingkungan dapat bertumbuh seiring mereka beranjak dewasa. Karena itulah berkolaborasi bersama KlikHijau.com, Yayasan Kehati, dan Balai Besar KSDA Provinsi Sulawesi Selatan, Balai PPI Sulawesi membuka “Climate Change Class” atau Kelas Pembelajaran Perubahan Iklim untuk anak – anak SMA/SMK di Kota Makassar.

Kurang lebih 5 sekolah negeri di Kota Makassar mengirimkan perwakilannya di Climate Change Class ini. Mengusung konsep yang fun tapi tetap mengedukasi, setiap siswa diberikan kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya dalam kelas.

Narasumber yang hadir, seperti Kepala Balai Besar KSDA Provinsi Sulawesi Selatan, Bapak Jusman, Kepala Balai PPI Sulawesi, Yudho Shekti Mustiko, Direktur KlikHijau.com, Anis Kurniawan, PR & Education Outreach Manager Yayasan Kehati, Muhammad Syarifullah, Koordinator BW, Indeka Darma Putra yang mengenalkan Biodiversity Warrior (BW), hingga Praktik Pembuatan Ekoenzim oleh Ketua Manggala Tanpa Sekat.

Pemateri dari Yayasan Kehati mengenalkan tentang keanekaragaman hayati dan Biodiversity Warrior kepada siswa – siswi.

Kepala Balai PPI Sulawesi dalam materi terkait upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim memberikan contoh – contoh aplikatif. Sehingga dapat diikuti oleh anak – anak muda sehari – hari. Ini membangkitkan antusiasme siswa terhadap kaitan perubahan iklim dengan fenomena yang mereka temui sehari hari.

Kegiatan berlanjut dengan pembawaan materi dari KlikHijau.com seputar penulisan. Yang harapannya, siswa – siswi mampu memberikan inspirasi kepada sekitarnya melalui tulisan – tulisan seputar gaya hidup ramah lingkungan mereka. Para siswa juga ditantang untuk menuliskan pengalaman mereka mengikuti Climate Change Class, atau topik menarik terkait perubahan iklim lainnya.

Keseruan berlangsung hingga akhir, pada materi pembuatan ecoenzim pelaksanaan praktik siswa – siswi terhadap ujicoba pembuatan cairan terasa seakan – akan itu masih materi pertama. 

Dalam penutupannya, Kepala Balai PPI Sulawesi menyampaikan harapannya agar siswa – siswi dapat terdorong mengambil peran dalam isu perubahan iklim, keanekaragaman hayati, dan kerusakan lingkungan.

Tim Publikasi Balai PPI Sulawesi / FHS

 

Dokumentasi Tambahan Kegiatan

Tags: Mitigasi Perubahan Iklim

membagi informasi ini: