• Beranda
  • Berita
  • SAMAKAN PEMAHAMAN, DITJEN PPI SELENGGARAKAN PENINGKATAN KAPASITAS AKADEMISI MENGENAI KETAHANAN PERUBAHAN IKLIM DAN PENGURANGAN EMISI GAS RUMAH KACA

SAMAKAN PEMAHAMAN, DITJEN PPI SELENGGARAKAN PENINGKATAN KAPASITAS AKADEMISI MENGENAI KETAHANAN PERUBAHAN IKLIM DAN PENGURANGAN EMISI GAS RUMAH KACA

 

A picture containing text, indoor, room, livingDescription automatically generated

 

IGRKMPV- Untuk meningkatkan kapasitas Akademisi, terkait penurunan emisi gas rumah kaca dalam menunjang program kerangka transparansi, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran didukung oleh Proyek CBIT (Capacity Building Initiative for Transparency) Indonesia menyelenggarakan Webinar Peningkatan Kapasitas Akademisi dengan tema “Mewujudkan Pembangunan Rendah Emisi dan Tangguh terhadap Dampak Perubahan Iklim” pada tanggal 20-21 Juli 2022. Kegiatan yang dihadiri sekitar 170 peserta Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia ini berlangsung selama 2 hari di Gedung  Sekolah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran.

Direktur IGRK & MPV, Syaiful Anwar dalam laporannya menyampaikan bahwa fokus Kegiatan Webinar ini adalah pada penguatan sistem berkelanjutan untuk implementasi NDC dan tracking Progress dalam menunjang kerangka transparansi.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Padjadjaran Rina Indiastuti, berharap kegiatan webinar ini dapat memberikan update seperti apa perubahan iklim global, bagaimana kita bisa mengurangi emisi gas rumah kaca, dan bahaya jika tidak dapat mengelolanya. Harapan kegiatan ini agar semua pihak sepakat kalau peran akademisi lewat penelitian, dosen lewat proses mengajar, juga generasi muda memperjuangkan masa depan yang lebih baik, bisa menjadi energi untuk mengelola dampak perubahan iklim global.

Dalam arahan pembukaan acara ini, Dirjen Pengendalian perubahan iklim, Laksmi Dhewanthi, menyampaikan bahwa strategi untuk mencapai transparansi perubahan iklim akan dilakukan dengan memfokuskan kegitan di tingkat sub-nasional serta melibatkan aktor sub-nasional dalam memperkuat transparansi. 

“Kami berharap kegiatan Akademisi ini bisa menghasilkan kesamaan pemahaman di lingkungan akademisi mengenai Kerangka Transparansi  dalam hal ketahanan perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca”, harap Laksmi.

“Selain itu kami juga berharap agar generasi muda mempunyai pemahaman yang sama tentang perubahan iklim sehingga dapat memotivasi generasi muda untuk peluang bisnis dalam upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim global”, tambah Laksmi.

Pada hari pertama, Narasumber yang hadir dalam sesi satu webinar adalah Nur Masripatin selaku Penasehat Senior Menteri  Bidang Perubahan Iklim dan Konvensi Internasional dengan materi perubahan iklim dalam perspektif global. Syaiful memaparkan materi Penyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional,  NDC dan LTS – LCCR, dan Rizaldi Boer dari CCROM Institut Pertanian Bogor menjelaskan Konsep dasar penyusunan Inventarisasi Gas Rumah Kaca, juga materi Inventarisasi IGRK sektor AFOLU (Agricultural, Forestry and Other Land Use). Moderator pada sesi ini adalah Susanti Withaningsih yang berasal dari Universitas Padjadjaran.

Dalam paparannya Nur Masripatin mengemukakan isu perubahan iklim semakin kompleks dari waktu ke waktu, dan banyak keterkaitan dengan isu lain yang negosiasinya berada di konvensi/ platform yang berbeda dengan negoisasi perubahan iklim.

Sementara itu Syaiful Anwar menjelaskan juga tentang prinsip dasar penyelenggaraan inventarisasi GRK nasional yaitu TACCC yang terdiri dari Transparency (transparan), Accuracy (Akurat), Completeness (Lengkap), Consistency (Konsisten), Comparability (Komparabel).

 

Di sesi dua, diskusi menghadirkan Ucok WR Siagian dari Institut Teknologi Bandung dengan materi Metodologi Inventarisasi Emisi GRK Sektor Energi, Retno Gumilang Dewi dari Institut Teknologi Bandung membawakan materi Modul Inventarisasi Emisi GRK Sektor Limbah dan IPPU, dan Gito Sugih Immanuel dari CCROM Institut Pertanian Bogor memaparkan materi Pengantar Inventarisasi GRK Sektor Pertanian.

Metodologi Inventarisasi Emisi GRK Sektor Energi yang dipaparkan oleh Ucok WR Siagian mengungkapkan perlunya tahapan analisis kategori kunci untuk mengidentifikasi sumber/serapan yang perlu mendapatkan prioritas dalam pelaksanaan program perbaikan kualitas data aktivitas maupun faktor emisi, perlu menggunakan dengan tingkat ketelitian (Tier) yang lebih tinggi, dan perlu menjadi perhatian utama dalam sistem penjamin dan pengendalian mutu data.

Selanjutnya pembahasan beralih ke Konsep Dasar Adaptasi Perubahan Iklim yang dipaparkan oleh Perdinan dari Departemen Geofisika & Meteorologi, FMIPA IPB,  dan Pembahasan terkait Gender, Pengarusutamaan  Gender dan Perubahan Iklim yang dijelaskan oleh Budiawati Supangkat dari Pusat Riset Gender dan Anak, Departemen Antropologi,  FISIP Universitas Padjadjaran. Sesi diskusi ini dimoderatori oleh Ratnasari.

Dalam materinya tentang pengarusutamaangender gender dan perubahan iklim, Budiawati menekankan beberapa hal yang harus dicapai Pengarusutamaan gender adaptasi perubahan iklim diantaranya adalah, untuk memastikan partisipasi yang setara antara perempuan dan laki-laki dalam proses pengambilan keputusan dan implementasi program-program adaptasi, Integrasi perspektif gender pada proses perumusan dan implementasi rencana adaptasi perubahan iklim dapat membantu memfasilitasi perempuan dan laki-laki agar dapat berkontribusi aktif untuk proses adaptasi perubahan iklim, juga Dengan melibatkan perempuan dan laki-laki secara setara dalam rencana adaptasi perubahan iklim, dapat dipastikan semua pengetahuan yang relevan terintegrasi dalam kebijakan dan program.

Di hari kedua kegiatan Webinar peningkatan kapasitas Akademisi, para peserta yang sudah dibagi perkelompok mengikuti Breakout session pembahasan 5 sektor, yaitu Sektor Kehutanan dan Penggunaan Lahan, Sektor Pertanian, Sektor Energi, Sektor IPPU, dan Sektor Limbah.

Fasilitator Untuk Sektor Kehutanan dan Penggunaan Lahan  Irawan Assad. Direktorat IGRK dan MPV, Sektor Pertanian  Gito Sugih Immanuel dari CCROM IPB, Rias Parinderati dari ITB untuk Sektor Energi, Sektor IPPU Retno Gumilang Dewi dari ITB, dan Sektor Limbah Febrian Hadinata dari UNSRI.

Kepala Sub Direktorat Inventarisasi GRK, Irawan Assad mewakili Direktur IGRK & MPV menutup acara dengan menyampaikan penghargaan dan terima kasih ke pihak Sekolah Pasca Sarjana Universitas Padjadjaran, sebagai tuan rumah kegiatan Webinar Peningkatan Kapasitas Akademisi dan peserta yang hadir dari berbagai 75 Perguruan Tinggi  seluruh Indonesia. Diharapkan lewat rangkaian kegiatan ini, bisa membuat isu pengendalian perubahan iklim lebih mainstream di kalangan Perguruan tinggi dan lembaga penelitian, mengingat isu perubahan iklim ini adalah isu yang scientific.

A person sitting in a chairDescription automatically generated with medium confidence

 

Graphical user interface, applicationDescription automatically generated

 

Tags: Inventaris GRK dan Monitoring Pelaporan dan Verifikasi

membagi informasi ini: