KOMITMEN BERSAMA Masyarakat Peduli Api BALAI KSDA BALI DAN BPPIKHL JABALNUSA DALAM PENGENDALIAN KARHUTLA DI PROVINSI BALI

 

Kintamani, 30 Mei 2022

Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan merupakan agenda prioritas nasional yang harus dilakukan di berbagai daerah rawan, salah satunya Provinsi Bali. Terlebih saat ini provinsi Bali mandapatkan kehormatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang akan dilaksanakan pada 15 – 16 November 2022. Sebagai wujud komitmen dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (BPPIKHL JabalNusa) melaksanakan Pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA). MPA merupakan masyarakat yang secara sukarela peduli terhadap pengendalian karhutla yang dilatih atau diberi pembekalan dan dapat diberdayakan untuk membantu kegiatan pengendalian karhutla.

 

Pembinaan MPA Balai PPIKHL JabalNusa dilakukan di 12 Desa yang tersebar di 6 Provinsi. Salah satu Provinsi yang masuk dalam lokus kegiatan Pembinaan MPA adalah Provinsi Bali dengan desa sasaran berada dalam wilayah kerja Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. Kegiatan ini berlangsung di Kintamani pada 24 Mei 2022 dan diikuti 30 orang anggota MPA yang berasal dari Desa Batur, Desa Buahan, dan Desa Kedisan yang berbatasan dengan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payang.

Berbeda dengan pelaksanaan Pembinaan MPA sebelumnya, kali ini peserta diwajibkan mengikuti Pre-test yang tujuannya untuk mengetahui pemahaman awal terkait topik yang dilaksanakan dan post-test untuk mengetahui sejauh mana progress peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelaksanaan kegiatan. Peserta mendapatkan materi tentang Gambaran Umum Perubahan Iklim, Program Kampung Iklim, Pengendalian Karhutla, dan Kegiatan Deteksi Dini dan Pemadaman Awal Kebakaran Hutan dan Lahan. Berdasarkan diskusi yang dilaksanakan oleh peserta, sebagian besar peserta sudah sering mendengar terkait perubahan iklim namun mereka masih menganggap hal tersebut tidaklah nyata. Setelah mengikuti kegiatan ini baru disadari bahwa sebenarnya dampak perubahan iklim adalah nyata dan telah mereka rasakan sehingga diperlukan beberapa aksi nyata adaptasi maupun mitigasi perubahan iklim. Selain materi teori, para anggota MPA mendapatkan praktek penggunaan situs LAPAN dan cara pemadaman dini karhutla. Dengan adanya praktek ini diharapkan anggota MPA anggota MPA dapat secara cepat dan cermat mengambil langkah antisipatif dalam pengendalian karhutla.

Kegiatan Pembinaan MPA dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Kesatuan Pengelola Hutan Konservasi (KPHK) Kintamani, Made Budi Adnyana Putra, S.P. “Tanpa dukungan anggota MPA, upaya pemerintah dalam pengendalian karhutla tidak akan berjalan maksimal, ujarnya”. Budi berharap MPA tidak saja terampil melakukan pengendalian karhutla tetapi juga peduli pada isu perubahan iklim dan semakin memperkuat kelembagaannya.

 

Kehumasan BPPIKHL JabalNusa

Clara Rosy Irawati

I Dewa Ngakan Gede Anom AWSK

Nur Rais Irfan Aminuddin

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini: