Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan the 18th ASEAN Working Group on Forest and Climate Change (AWG-FCC)

 

MS2R, JAKARTA- Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan the 18th ASEAN Working Group on Forest and Climate Change (AWG-FCC) pada tanggal 6 April 2022 yang diselenggarakan secara virtual. AWG-FCC merupakan kelompok kerja ASEAN di bawah pilar ekonomi yang membahas kebijakan-kebijakan dan langkah strategis dalam optimalisasi peran hutan dalam pengendalian perubahan iklim. Setiap tahun AWG-FCC mengadakan pertemuan yang diikuti oleh seluruh anggota ASEAN, Sekretariat ASEAN, dan mitra-mitra pembangunan.

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Laksmi Dhewanthi, yang menekankan bahwa perkembangan perubahan iklim global sangat dinamis dan menyambut baik pertemuan ini sebagai forum di ASEAN untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dalam hal pengendalian perubahan iklim khususnya untuk sektor kehutanan.

Lebih lanjut, Dirjen PPI KLHK menekankan kembali hasil dari Glasgow Leaders’ Declaration on Forest on Land Use yang disampaikan oleh para Pemimpin dunia dalam rangkaian pertemuan COP 26 bulan November 2021 lalu, dimana para Pemimpin dunia bersepakat untuk memperkuat konservasi dan restorasi hutan, penguatan kebijakan untuk pembangunan berkelanjutan, mengurangi kerentanan dan meningkatkan mata pencaharian, serta penguatan komitmen pendanaan. Inisiatif para pemimpin dunia tersebut diharapkan dapat memenuhi tujuan Perjanjian Paris, termasuk mengurangi kerentanan terhadap dampak perubahan iklim dan menahan peningkatan suhu rata-rata global di bawah 2°C dan mengupayakan upaya untuk membatasinya hingga 1,5°C. 

Dalam kegiatan ini, Direktur Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional, Dr.Wahyu Marjaka bertindak sebagai Chair dan Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Fasilitasi Perundingan Perubahan Iklim Ditjen PPI, Wukir A. Rukmi. Delegasi beranggotakan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Biro KLN KLHK, dan unit-unit terkait lingkup Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK.

Beberapa agenda yang dibahas meliputi: (i) Update perkembangan kebijakan pengelolaan hutan dan perubahan iklim, (ii) Update Plan of Action (PoA) AWG-FCC 2021-2025, (iii) Interlinkage on Land and Climate Change Adaptation, (iv) Pembahasan hasil COP 26 UNFCCC, dan (v) Persiapan COP 27 UNFCCC yang akan dilaksanakan 7-18 November 2022 di Sharm el-Sheikh, Mesir. Selain itu dalam pertemuan ini turut hadir para mitra pembangunan dari UN-REDD, FAO, RECOFTC, dan GCF yang berbagi potensi kerja sama di masa depan.

Negara-negara anggota ASEAN memberikan apresiasi yang positif kepada Indonesia sebagai tuan rumah dan Sekretariat ASEAN atas dukungan fasilitasi pertemuan. Beberapa keputusan yang dihasilkan antara lain perlunya peningkatan pelaporan PoA 2021-2025, pencermatan kembali isu kehutanan di COP 27 UNFCCC, dan melihat kembali beberapa kerjasama dengan mitra yang sedang berlangsung guna peningkatan implementasi PoA. Beberapa catatan tersebut akan ditindaklanjuti oleh Indonesia sebagai Chair dan dilaporkan perkembangannya pada pertemuan tahun depan. (*)

A picture containing text, electronics, monitor, indoorDescription automatically generated

 

Tags: Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional

membagi informasi ini: