PEMBUKAAN LAHAN TANPA BAKAR (PLTB) MENJADI SOLUSI CEGAH KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

 

 

C:UsersAdminDownloads1.jpg

 

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK  bekerjasama dengan International Tropical Timber Organization (ITTO) dan Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera mengadakan kegiatan pelatihan praktik PLTB dan pembangunan demplot PLTB, dengan total jumlah peserta pelatihan sebanyak 60 orang, yang berasal dari unsur Masyarakat Peduli Api/masyarakat lokal, tokoh masyarakat, Manggala Agni, Babinsa, Babhinkamtibmas, dan Pemerintah Desa. 

 

Kegiatan pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan alternatif penyiapan/pengolahan lahan bagi masyarakat, di tengah kebijakan Pemerintah terkait larangan melakukan pembakaran lahan, serta sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat dalam mendukung pencegahan kebakaran hutan dan lahan

 

”Sejalan dengan arahan Presiden untuk selalu mengedepankan aspek pencegahan, Pemerintah tidak hanya memberikan larangan membakar, namun juga berupaya menawarkan suatu alternatif penyiapan lahan tanpa bakar yang ramah lingkungan. Pelaksanaan kegiatan pelatihan praktik dan pembangunan demplot PLTB tersebut hendaknya dapat dilakukan secara sungguh-sungguh dengan komitmen yang tinggi melibatkan para pihak, dan perlu dilakukan pendampingan secara berkelanjutan, sehingga dapat memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan. Terlebih lagi kegiatan percontohan tersebut dapat bisa direplikasi di tempat lain di masa depan”, disampaikan  Anis  mewakili Direktur Pengendalian

Kebakaran Hutan dan Lahan pada saat acara pembukaan kegiatan ini. Senin (10/01/2022)

C:UsersAdminDownloads1.jpg

 

 

Dalam Kesempatan ini juga Kepala Balai PPIKHL Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyampaikan apresiasi dan keterlibatan para pihak dalam penyelenggaraan pelatihan praktik PLTB bagi masyarakat dan pembangunan demplot PLTB. Ferdi mengawali dalam sambutannya mengingatkan dampak karhutla dan perubahan iklim yang sudah terlihat nyata, salah satunya akibat aktivitas manusia sendiri. Kondisi gambut yang rusak dan terbakar, menghilangkan fungsi gambut sebagai penyimpan air dan pada saat musim kemarau ketika kondisi kering-tidak ada air, kondisi gambut tersebut menjadi sangat rawan kebakaran.

 

Sementara itu Koordinator Kegiatan ITTO Fire Project PP-A/56-340-1, Irfan Malik dalam sambutannya menyampaikan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan, baik secara langsung dan tidak langsung, juga sangat mengancam keberadaan dan keberlangsungan sumber daya hutan tropis. Dan melalui Kegiatan Kerjasama KLHK-ITTO PP-A/56-340-1 “Capacity Building on Forest and Land Fire Management in Indonesia” menunjukan komitmen ITTO turut serta dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di daerah tropis dan Indonesia. 

Pelatihan tersebut melibatkan Satuan Tugas pencegahan Covid-19 dan mengedepankan protokol 5M, terutama memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, serta pelaksanaan tes swab antigen. Pada acara  Pembukaan  tersebut, juga dilakukan penyerahan bantuan peralatan kepada kelompok Masyarakat Peduli Api yang diterima secara simbolis oleh Kepala Desa Jejawi, berupa alat pembuatan asap cair dan arang, pompa air, alat semprot (sprayer), serta set peralatan pertanian untuk mendukung implementasi penyiapan lahan tanpa bakar. (Humas BPPIKHL. Wil Sumatera)

 

        C:UsersAdminDownloads3.jpgC:UsersAdminDownloads5.jpg

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT