Sah, Kerjasama Antara Balai PPIKHL Wilayah Sumatera dengan Universitas Sriwijaya Segera Dimulai

 

 

Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatera pada hari ini, Selasa (28/12/2021) bersama dengan Universitas Sriwijaya (UNSRI) telah siap memulai kerjasama dalam bidang Peningkatan Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama. 

Turut hadir Kepala BPPIKHL Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, S.Hut.,M.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kerja Sama ini telah diawali dengan Nota Kesepahaman antara Rektor UNSRI dan Ibu Dirjen PPI, kemudian hari ini akan dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama. 

“Ini tidak selesai di situ, nanti akan banyak sekali pekerjaan yang akan kami kerjakan dengan tim teknis dari UNSRI untuk merumuskan apa yang akan dikerjakan, kapan dan kemana. Kami berharap banyak tahun 2022 besok kita memulai pekerjaan bersama,” ucap Ferdian.

Bertempat di Ruang Rapat BPPIKHL Wilayah Sumatera, penandatanganan Perjanjian Kerjasama dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal PPI, Novia Widyaningtyas, S.Hut., M.Sc dengan Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. Muhammad Said, M.Sc.

Novia Widyaningtyas, S.Hut., M.Sc. menyampaikan bahwa tujuan dari kerja sama ini adalah untuk meningkatkan sinergi, kolaborasi, dan kerjasama antara Direktorat Jenderal PPI dengan perguruan tinggi untuk mengoptimalkan kegiatan pengendalian perubahan iklim.

“Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan sinergi, kolaborasi, dan kerjasama antara Direktorat Jenderal PPI dengan perguruan tinggi supaya kita bisa mengoptimalkan pengendalian perubahan iklim, bekerjasama dengan para pihak sehingga apa yang menjadi target kita bisa lebih cepat tercapai. Jadi sebenarnya ada unsur akselerasi karena pemerintah, kita DJPPI tidak bisa bekerja sendiri untuk kita mencapai target kita di NDC. Jadi perlu bekerjasama dengan baik itu party stakeholders maupun non party stakeholders. Non party stakeholders salah satunya tentu saja perguruan tinggi sebagai salah satu entitas yang sangat penting. Jadi kalau kita runut ya itu tadi tujuannya tidak sekedar bekerjasama tapi kedepannya untuk kita mempercepat pencapaian target NDC kita, “ ucap Novia.

Senada dengan Novia Widyaningtyas, Prof. Dr. Ir. Muhammad Said, M.Sc. juga menyampaikan bahwa tujuan dari kerja sama ini adalah untuk meningkatkan upaya pengendalian perubahan iklim.

“Di sini nanti kita kolaborasi kerjasama balai dengan Universitas Sriwijaya terutama nanti di dalam studi-studi kita terkait perubahan iklim kemudian Karhutla. Di Unsri sendiri kita memiliki SDM yang cukup memadai juga menunjang program merdeka belajar. Di sini nanti pelibatan dosen, pelibatan mahasiswa terutama nanti pelaksanaan kegiatan kegiatan KKN tematik terutama yang terkait dengan pengendalian perubahan iklim karena memang wilayah sumatera selatan ini juga memiliki lahan gambut di berbagai kabupaten yang memang rawan terjadinya kebakaran apabila terjadi kekeringan. Jadi harapan kita nanti untuk kerjasama ini ada mutual benefit artinya kita mau membangun negara ini menjaga lingkungan melalui pengendalian iklim, “ ucap Prof. Muhammad Said.

Menurut Novia, langkah awal setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini adalah penyusunan rencana aksi yang lebih detail dengan timeline atau jadwal yang lebih rinci. Selain itu perlu adanya peningkatan kapasitas sumberdaya manusia.

“Kalau kita lihat di ruang lingkup di situ ada program magang, pelatihan, perencanaan, intinya adalah kita menyesuaikan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, jadi kita pegang substansinya dan berbagai instrumennya. Perguruan tinggi punya Tri Dharma Perguruan Tinggi ada pengabdian kepada masyarakat, penelitian, dan pendidikan. Nah capacity building itu masuk menjadi salah satu bagian penting dari ruang lingkup tadi. Jadi saya sampaikan kepada pak wakil rektor salah satu area yang nanti harus dan bisa segera dimulai adalah peningkatan kapasitas baik itu untuk pihak mereka, mahasiswa dan dosen-dosennya maupun dari pihak kita. Kita itu bisa dari staf-staf kita maupun teman-teman yang bergerak di lapangan termasuk Manggala Agni, “ ungkap Novia.

Lebih lanjut, Prof. Muhammad Said menyampaikan bahwa langkah awal setelah ini adalah melakukan kajian-kajian atau pemetaan daerah-daerah rawan.

“Mungkin langkah awal ini kita melakukan kajian-kajian. Jadi mungkin pemetaan daerah-daerah yang rawan terkena dampak dari perubahan iklim. Jadi di beberapa daerah yang terjadi kebakaran hutan juga dari penyebab dampaknya ini. Jadi bisa kita proyeksikan atau kita petakan sumber-sumber kegiatan yang memang menjadi penyebab dari perubahan iklim. Kita tahu juga bahwa perubahan iklim bisa secara alami, misalnya dari gunung meletus. Namun, dari kegiatan yang dibidang fosil misalnya kendaraan bermotor. Jadi memang bisa juga kita melakukan riset-riset bersama, kajian bersama, “ tambah Prof. Muhammad Said.

 

(Fauzan / Afrida / Humas BPPIKHL Wil. Sumatera)

 

 

Tags: Sekretariat Direktorat Jendral

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT