Pemetaan Potensi ProKlim Tahun 2022 di Provinsi Bali dalam Mendukung Pencapaian Target 20.000 ProKlim

 

Denpasar, 25 November 2021

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, pada acara pembukaan Climate Adaptation Summit (CAS) di awal tahun 2021 menyampaikan statement bahwa Indonesia melibatkan masyarakat untuk mengendalikan perubahan iklim melalui Program Kampung Iklim (ProKlim) yang mencakup 20.000 desa di tahun 2024. Hingga tahun 2021 sudah tercatat 3.270 lokasi di seluruh Indonesia yang terdaftar sebagai lokasi ProKlim (sumber : Sekretariat ProKlim,2021). Untuk mencapai 20.000 ProKlim di tahun 2024 bukanlah suatu hal yang mudah sehingga diperlukan strategi-strategi khusus yang dapat mendukung upaya percepatan pencapaian target tersebut. 

Provinsi Bali merupakan salah satu dari sembilan provinsi yang berada di wilayah kerja Balai PPIKHL JabalNusa yang memiliki potensi menjadi “penyumbang” lokasi ProKlim di tingkat sub nasional. Berdasarkan data SRN PPI, sejak tahun 2015 hingga 2021 Provinsi Bali memiliki 120 lokasi yang terdaftar sebagai ProKlim dalam Sistem Registri Nasional (SRN).

Sebagai langkah awal dalam perencanaan pengembangan ProKlim tahun 2022 sekaligus upaya percepatan pencapaian target, Balai PPIKHL JabalNusa melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pemetaan Potensi ProKlim tahun 2022 di Provinsi Bali. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 November 2021 di Denpasar yang dihadiri secara offline oleh seluruh Dinas Lingkungan Hidup se-Provinsi Bali dan mengundang pula Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali Nusa Tenggara, Taman Nasional Bali Barat, BPKH Wilayah VIII Denpasar, BKSDA Prov. Bali, BPDASHL Unda Anyar, BPHP Wilayah VII dan BPSKL Wilayah JabalNusa . Sebagai narasumber FGD menghadirkan Sekretariat ProKlim PPI. 

Pada diskusi yang dimoderatori langsung oleh Kepala Seksi Perubahan Iklim BPPIKHL JabalNusa, Pujo Nur Cahyo,S.Si.,M.Sc. ini masing-masing Dinas Lingkungan Hidup dan UPT KLHK di Provinsi Bali menyampaikan jumlah desa potensi ProKlim yang akan didaftarkan di tahun 2022, program kerja serta tantangan dan hambatan yang dialami selama ini dalam penguatan dan pengembangan ProKlim di wilayah kerja masing-masing instansi. Jumlah lokasi yang terjaring dalam diskusi ini mencapai 33 lokasi. Lokasi yang akan didaftarkan terdiri dari 29 desa dampingan Dinas Lingkungan Hidup Kab/Kota di Provinsi Bali dan 4 desa merupakan Kemitraan Konservasi dibawah binaan Taman Nasional Bali Barat. Kondisi pandemi yang mempengaruhi kuota anggaran masih menjadi tantangan tersendiri dalam implementasi pengembangan ProKlim di daerah.  Penjaringan dan pemetaan ini menjadi penting sebagai data potensi dan modalitas yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan penyusunan rencana fasilitasi dan dukungan pengendalian perubahan iklim di daerah oleh BPPIKHL JabalNusa. Dalam menjaring dan memetakan desa potensi ProKlim, BPPIKHL JabalNusa tidak hanya menggunakan media offline melalui diskusi terfokus (FGD) tetapi juga memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dengan penyebaran e-form “Pemetaan Potensi Kampung Iklim Menuju 20.000 ProKlim” melalui tautan bit.ly/DJPPI20000ProKlim ke jejaring mitra dan pihak terkaitserta pelaksanaan  Klinik SRN. 

 

Tri Widawati dari Sekretariat ProKlim Ditjen PPI dalam wrap up penutup menyampaikan harapannya dari data potensi lokasi yang terjaring dalam diskusi ini kita mulai menyusun dan mendata dukungan apa saja yang dapat kita lakukan dan membuat rencana kerjasama dengan mitra yang potensial.

 

Kehumasan BPPIKHL JabalNusa

Rosmerry Yuliana

 

Tags: Adaptasi Perubahan Iklim

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT