KLHK DAN ITTO TINGKATKAN KAPASITAS PARA PIHAK DALAM PENGHITUNGAN LUAS KARHUTLA DAN PEMBUATAN PETA RAWAN DI SUMSEL

202111243Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) dan Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera bekerjasama dengan International Tropical Timber Organization (ITTO) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penghitungan Luas Karhutla dan Pembuatan Peta Rawan Karhutla di Palembang (24-26/11/2021).

Direktur PKHL Basar Manullang dalam sambutannya mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas para pihak di Provinsi Sumatera Selatan dalam pengendalian karhutla. Materi yang akan dibahas dalam kegiatan inimerupakan pedoman atau standar serta keterampilan dalam hal penghitungan luas karhutla dan pembuatan peta rawan karhutla.

“Berbagai pendekatan dan terobosan telah dilakukan pemerintah dalam upaya penanganan karhutla pada beberapa tahun belakangan. Pengelolaan data dan informasi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mendukung pengambilan prioritasisasi kebijakan pelaksanaan pengendalian karhutla, semisal deteksi dini, patroli pencegahan, dan sejenisnya,” jelas Basar Manullang.

“Ketersediaan data dan informasi yang cepat, akurat dan valid menjadi sangat penting peranan dan pengaruhnya dalam mendukung kebijakan pengendalian karhutla. Aspek akurasi dan validitas data menjadi unsur penting dikarenakan karakteristik kebakaran yang membutuhkan respon yang antisipatif, cepat dan tepat,” imbuh Basar.

Salah satu informasi penting tersebut diantaranya terkait luas karhutla dan petarawan karhutla. Dalam penyajian informasi luas karhutla harus mengikuti metode yang telah terstandarisasi sehingga bisa menjadi referensi bersama semua pihak. Produksi dan diseminasi data-informasi tersebut harus lengkap (well equipped) dan berbasis pada sains (scientific based), serta selalu berpedoman pada regulasi yang berlaku.

“Dalam penyusunan dan penyampaian data dan informasi, harus selalu mengikuti pedoman dan regulasi yang berlaku, well equipped dan scientific based. Semua pihak boleh mempunyai kapasitas, namun pedoman yang telah terstandardisasi dan kewenangan sudah diatur secara jelas sesuai aturan perundangan yang berlaku,tegas Basar.

Kepala Balai PPIKHL Wilayah SumateraFerdian Krisnanto menyampaikan bahwa data atau informasi luas karhutla merupakan hal yang sangat sensitif, sehingga diperlukan penjelasan dan diskusi secara bersama dan lebih lanjut dengan para pihak terkait kriteria dan metodenya. Luas karhutla sangat erat relasinya dengan fenomena perubahan iklim. Informasi tersebut, termasuk juga peta rawan karhutla, memegang peranan penting untuk penyusunan rencana dan strategi pengendalian karhutla ke depan.

“Data luas karhutla sangat sensitif dan, bersama dengan peta rawan karhutla, sangat penting peranannya dalam penyusunan rencana dan strategi pengendalian karhutla ke depan. Pencerahan terkait kriteria dan metode penyusunan yang terstandard dari pihak yang berkompeten (LAPAN, BIG, Dit. IPSDH, Dit. PKHL, dan Dit. IGRK) akan meningkatkan aspek kesepemahaman bersama dengan stakeholder terkait, jelas Ferdi.

Sementara itu Koordinator Kegiatan ITTO PP-A/56-340-1Irfan Malik Setiabudi dalam sambutannya menyampaikan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan, baik secara langsung dan tidak langsung, juga sangat mengancam keberadaan dan keberlangsungan sumber daya hutan tropis. Dampak kebakaran hutan dan lahan, baik secara langsung dan tidak langsung, juga sangat mengancam keberadaan dan keberlangsungan sumber daya hutan tropis. Dan melalui Kegiatan Kerjasama KLHK-ITTO PP-A/56-340-1 “Capacity Building on Forest and Land Fire Management in Indonesia” menunjukan komitmen ITTO turut serta dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di daerah tropis dan Indonesia.

Kegiatan Kerjasama ITTO ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui penguatan kapasitas tehnik dan manajemen para pihak terkait dalam mendukung implementasi pengendalian karhutla, dalam hal ini terkait penghitungan luas karhutla dan pembuatan peta rawan karhutla, jelas Irfan.

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis penghitungan luas karhutla dan pembuatan peta rawan karhutla ini menghadirkan narasumber/instruktur yang sangat kompeten di bidangnya yang berasal dari instansi yang secara kewenangan dan mandat bertanggungjawab dalam proses penghitungan/pembuatan termasuk diseminasinya, mencakup KLHK (Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Direktorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan MPV, Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan SDH), LAPAN dan Badan Informasi Geospasial.

Dalam sesi diskusi, para pihak menyatakan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan bimtek dalam rangka memberikan pengetahuan dan pemahaman bersama terkait penghitungan luas karhutla dan pembuatan peta rawan karhutla sesuai dengan kriteria dan pedoman yang telah terstandardisasi. Lebih lanjut, pendefinisian kriteria hotspot, optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengendalian karhutla, serta pentingnya laporan atau informasi di lapangan sebagai salah satu tools dalam memverifikasi dan memvalidasi (indikasi) luas karhutla.

Para pihak yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi TNI AD (Korem, Kodim), Kepolisian (Polda, Polres), BMKG, OPD Provinsi/Kabupaten (Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, KPH), serta UPT lingkup KLHK (Balai KSDA, Balai PHP, Balai TN, Balai PPIKHL). Selain itu, sosialisasi dan bimtek juga diikuti seluruh Koordinator Provinsi dan Daops Manggala Agni lingkup Pulau Sumatera, baik secara offline maupun online, dengan jumlah total peserta lebih dari 80 orang.

Dalam keseluruhan pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis, peserta dihimbau selalu mengedepankan protokol pencegahan Covid-19, terutama memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, serta pengecekan suhu dan tes swab antigen.

202111244

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT