KLHK DAN ITTO TINGKATKAN KAPASITAS PARA PIHAK DALAM PENGHITUNGAN LUAS KARHUTLA DAN PEMBUATAN PETA RAWAN KARHUTLA

 

Bahalap1

 

 

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas stakeholder pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan berupa sosialisasi pengetahuan regulasi/pedoman/standar serta keterampilan dalam hal penghitungan luas karhutla dan pembuatan peta rawan karhutla.

Kepala BPPIKHL Wilayah Kalimantan Johny Santoso menyampaikan dampak karhutla serta berbagai pendekatan dan terobosan yang telah dilakukan pemerintah dalam upaya penanganan karhutla. Pengelolaan data dan informasi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mendukung pengambilan kebijakan pengendalian karhutla, semisal deteksi dini, patroli pencegahan, dan sejenisnya.

“Ketersediaan data dan informasi yang cepat, akurat, dan valid menjadi sangat penting peranan dan pengaruhnya dalam mendukung kebijakan pengendalian karhutla. Aspek akurasi dan validitas data menjadi unsur penting dikarenakan karakteristik kebakaran yang membutuhkan respon yang antisipatif, cepat, dan tepat,” imbuh Johny.

Salah satu informasi penting tersebut diantaranya terkait luas karhutla dan peta rawan karhutla. Karena dalam penyajian informasi tersebut harus mengikuti kaidah/metode yang telah terstandarisasi sehingga bisa menjadi referensi bersama semua pihak.

Sementara itu Koordinator Kegiatan ITTO PP-A/56-340-1, Irfan Malik Setiabudi dalam sambutannya menyampaikan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan, baik secara langsung dan tidak langsung, juga sangat mengancam keberadaan dan keberlangsungan sumber daya hutan tropis. Dampak kebakaran hutan dan lahan, baik secara langsung dan tidak langsung, juga sangat mengancam keberadaan dan keberlangsungan sumber daya hutan tropis. Dan melalui Kegiatan Kerjasama KLHK-ITTO PP-A/56-340-1 “Capacity Building on Forest and Land Fire Management in Indonesia” menunjukan komitmen ITTO turut serta dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di daerah tropis dan Indonesia.

“Kegiatan Kerjasama ITTO ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan karhutla melalui penguatan kapasitas tehnik dan manajemen para pihak terkait dalam mendukung implementasi pengendalian karhutla, dalam hal ini terkait penghitungan luas karhutla dan pembuatan peta rawan karhutla,” jelas Irfan.

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis penghitungan luas karhutla dan pembuatan peta rawan karhutla ini menghadirkan narasumber/instruktur yang sangat kompeten di bidangnya yang berasal dari instansi yang secara kewenangan dan mandat bertanggungjawab dalam proses penghitungan/pembuatan termasuk diseminasinya, mencakup Direktorat PKHL, Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumberdaya Hutan, LAPAN, dan Badan Informasi Geospasial.

Peneliti Pusat Pengindraan Jauh, LAPAN, Indah Prasastimemaparkan dalam perhitungan luas karhutla kami berperan dalam pemberian data, informasi terkait area terbakar yang dilakuakan secara otomatisasi perhitungan luas area terbakar diseluruh Indonesia.

Sementara itu Rizki Akbar, Surveyor Pemetaan Muda, BIG, memaparkan bahwa Informasi Geospasial Tematik rawan kebakaran hutan dan lahan percepatan pelaksanaan Program kebijakan satu peta (One Map Policy) rencana pembangunan jangka menengah 2020-2024, berdasarkan peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2021 melaui kegiatan kompilasi, Integrasi, Sinkronisasi, berbagi pakai data & informasi Geospasial

Dalam sesi diskusi, para pihak menyatakan dukungan dan komitmennya dalam upaya pengendalian karhutla, termasuk dalam support data dan informasi untuk keperluan tersebut. Semakin lengkap data dan informasi yang menjadi konsideran dari stakeholder terkait, baik sebagai data input maupun data untuk keperluan verifikasi dan validasi, akan semakin meningkatkan kualitas data dan informasi yang dihasilkan. Namun demikian kondisi tersebut juga menuntut penyiapan infrastruktur dan sumber daya manusia yang lebih besar/tinggi.

Para pihak yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi TNI AD (Korem. Kodim), Kepolisian (Polda, Polres), BMKG, OPD Provinsi/Kota/Kabupaten (Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, KPH), serta UPT lingkup KLHK (Balai KSDA, Balai PHP, Balai TN, Balai PPIKHL). Selain itu, sosialisasi dan bimtek juga diikuti seluruh Koordinator Provinsi dan Daops Manggala Agni lingkup Pulau Kalimantan, baik secara offline maupun online.

Dalam keseluruhan pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis, peserta dihimbau selalu mengedepankan protokol pencegahan Covid-19, terutama memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, serta pengecekan suhu dan tes swab antigen.

Bahalap3

 

 

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT