KLHK BERSAMA PARA PIHAK LANJUTKAN TMC UNTUK PENCEGAHAN KARHUTLA DI RIAU, JAMBI DAN SUMSEL

20210611pkhl0101

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama para pihak melanjutkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, Jambi dan Sumatera Selatan.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK, Laksmi Dhewanthi dalam Peresmian (Launching) Pelaksanaan TMC yang dilaksanakan secara virtual (10/6) mengungkapkan bahwa  diperlukan kesiapan serta upaya pencegahan untuk menghadapi bencana hidrometerologi seperti karhutla. Salah satunya adalah melalui penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca atau yang lebih dikenal dengan sebutan TMC.

“Tahun lalu, TMC telah menjadi salah satu solusi permanen dalam pencegahan karhutla, dimana operasi TMC dilakukan untuk membasahi lahan gambut, menjaga kelembaban dan menjaga tinggi muka air agar tetap stabil sehingga tidak mudah terbakar, mengisi kanal-kanal, embung dan kolam-kolam,” ungkap Laksmi.

Laksmi menjelaskan pelaksanaan TMC merupakan bentuk sinergitas para pihak dalam operasionalisasinya. BPPT sebagai penyedia infrastruktur, teknologi, sarana prasarana, dan bahan-bahan untuk pelaksanaan operasi TMC, BNPB dan mitra kerja swasta (PT. Sinar Mas dan PT. Riau Andalan Pulp and Paper) memberikan dukungan anggaran, TNI AU mendukung armada pesawat dan pangkalan udara, BMKG sebagai penyedia data dan informasi prediksi cuaca serta rekomendasi dalam pelaksanaan TMC, serta KLHK dan BRGM mendukung dalam penyediaan data dan informasi kerawanan karhutla dan kondisi tinggi muka air gambut dan anggaran.

“Saat ini sudah ada empat provinsi yang telah menetapkan Status Siaga Darurat, yaitu Provinsi Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan yang perlu segera dilakukan peningkatan upaya pengendalian karhutla agar kondisi tetap terkendali dan tidak terjadi bencana kabut asap,” ungkap Laksmi.

20210611pkhl010220210611pkhl0103

Prediksi BMKG juga menunjukkan beberapa wilayah di Sumatera perlu segera mendapat perhatian karena jika dilihat dari prakiraan curah hujan bulanan tahun 2021, pada bulan Juni di wilayah Riau, Jambi, dan Sumsel berada kategori rendah-menengah. Jika dilihat dari siklus tren titik panas (hotspot), pada bulan Juni juga menunjukkan pola peningkatan di beberapa wilayah Sumatera.

Laksmi mengungkapkan TMC merupakan terobosan dalam mitigasi karhutla dengan memanfaatkan teknologi yang diharapkan dapat bermanfaat dalam mempertahankan kebasahan lahan terutama lahan gambut untuk meminimalisir potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik oleh para pihak selama ini, sehingga operasi TMC ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu langkah permanen dalam pengendalian karhutla di Indonesia,” pungkas Laksmi.

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT