BIMBINGAN TEKNIS SAINS DAN TEKNOLOGI RENDAH KARBON DI KOTA AMBON

Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua

BIMBINGAN TEKNIS SAINS DAN TEKNOLOGI RENDAH KARBON DI KOTA AMBON

                           Ambon, 27 Mei 2021

20210604papua0201Pelaksanaan bimbingan teknis sains dan teknologi rendah karbon yang dilaksanakan Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua bertujuan untuk memberikan informasi mengenai teknologi rendah karbon dan tata cara pendaftaran aksi tersebut di Sistem Registri Nasional (SRN). Kegiatan ini merupakan salah satu langkah konkrit BPPIKHL -MAP dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai P13/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016. Bimtek ini mempunyai fokus di sektor lahan, yaitu kehutanan dan pertanian. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Direktur Mobilisasi Sumber Daya Sektoral dan Regional-DJPPI-KLHK, Dr. Drs. Ignatius Wahyu Marjaka, M. Eng. secara virtual dan didampingi Kepala BPPIKHL-MAP, Prianto, S. Hut., M. Si., beserta dengan Kepala Seksi Perubahan Iklim BPPIKHL-MAP, Vemmy J. Wyzer, S. Hut., dan Kepala Seksi Informasi Teknologi Rendah Karbon Direktorat Mobilisasi Sumber Daya Sektoral dan Regional, Rizki Amelgia, S. Hut., M. Sc yang hadir secara langsung di tempat pelaksanaan Bimtek. Kegiatan ini dibagi kedalam dua sesi yaitu sesi sains dan teknologi rendah karbon di sektor lahan dan sesi SRN. Pemateri untuk sesi sains dan teknologi rendah karbon adalah Radian Bagiyono, S. Hut., M. For. dari Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan-DJPPI-KLHK dan Dr. Ir. Ai Dariah dari Balitbang Pertanian-Kementan. Sedangkan untuk sesi SRN dibawakan oleh Dr. Wawan Gunawan, S. Hut., M. Si. dari Direktorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca-KLHK.

Pada sesi pertama, Narasumber memberikan pemaparan secara jelas mengenai teknologi rendah karbon di sektor kehutanan dan pertanian serta berbagai contoh teknologi tersebut diantaranya: Reduce Impact Logging (RIL), agroforestri, teknik silvikultur intensif, dan rehabilitasi lahan dan hutan. Di sisi lain, pemaparan di sektor pertanian- selain memaparkan teknologi rendah karbon di sekor pertanian- lebih menggarisbawahi sumber emisi utama di sektor tersebut. Sumbernya berasal antara lain dari: CO2 dari lahan gambut, CH4 dari lahan sawah, dan CH4 dari sendawa dan kotoran ternak. Lalu, inovasi dan teknologi rendah karbon untuk menekan pengeluaran emisi tersebut antara lain: pengelolaan padi hemat air (intermitten dan macak-macak), pemupukan berimbang, dan penurunan emisi enteric kotoran hewan.

Pada sesi kedua, pemateri menjelaskan tujuan penyelenggaraan SRN yang merupakan upaya untuk mendukung pelaksanaan pendataan aksi dan sumber daya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dari berbagai pihak terhadap upaya pengendalian perubahan iklim, serta prosedur penyelenggaraan SRN, mulai dari pendaftaran hingga verifikasi aksi dan sumber daya. Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai manfaat dari penginputan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di SRN. Dari kegiatan ini diharapkan agar para peserta bimtek bisa mengidentifikasi aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah mereka lakukan dan bisa menginput aksi-aksi tersebut ke dalam SRN.

Sumber          : Ren Giat Bagus Permana, S.Hut

Editor            : Humas BPPIKHL-MAP

20210604papua020220210604papua020320210604papua0204

Tags: Sekretariat Direktorat Jendral, Inventaris GRK dan Monitoring Pelaporan dan Verifikasi

membagi informasi ini: