Pemetaan Potensi Inovasi Desa Untuk Pencegahan Karhutla dan ProKlim di Kabupaten Bangli

 

Bangli, 5 Mei 2021

20210515bali0801Beragam upaya pemetaan potensi ProKlim dan pengembangan inovasi gahkarhutla melalui skema kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan teknis pengendalian perubahan iklim dan karhutla terus di galakkan oleh BPPIKHL Wil. JabalNusa di seluruh wilayah kerja, salah satunya di KPH Bali Timur pada 4 s.d. 5 Mei 2021. Melalui penjaringan ini akan terkumpul informasi ter-update mengenai potensi yang dimiliki sekaligus aksi adaptasi dan/atau mitigasi yang telah dilakukan oleh unit managemen terkait maupun desa penyangga.

Dikutip dari RPHJP KPH Bali Timur 2018-2027, bahwa KPH Bali Timur mencakup wilayah dengan total luas kawasan mencapai 20.884,13 ha dengan sebagian kawasan berupa hutan lindung dan hutan produksi terbatas, dimana sebagian besar berada di daerah dataran tinggi. Selain itu, terdapat cukup banyak desa penyangga yang berada di sekitar kawasan KPH Bali Timur, seperti Desa Songan, Desa Kintamani, Desa Kedisan, dan lain sebagainya. Kondisi geografis tersebut memberikan gambaran mengenai potensi sekaligus resiko yang harus di hadapi sehingga pengambilan kebijakan dalam pengelolaannya menjadi sangat penting. I Ketut Parwata, S.Hut., selaku Kepala Seksi Perencanaan KPH Bali Timur menjelaskan bahwa terdapat banyak potensi di KPH Bali Timur maupun di desa penyangga sekitar KPH Bali Timur. “KPH Bali Timur dengan karakteristik wilayah yang dimiliki memiliki beragam potensi, beberapa diantaranya telah dikembangkan seperti wisata alam, stup lebah madu trigona, sumber air dan juga sumber air panas, serta banyak lagi, sehingga kami menyambut baik dengan adanya penjaringan potensi ini”, Ujar Parwata.

Pemetaan potensi di KPH Bali Timur pada kesempatan ini menyasar pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Eka Tunas Merta. KTH ini beranggotakan20210515bali0802 98 orang yang berasal dari desa penyangga seperti Desa Songan A dan Songan B dan telah memperoleh izin kemitraan pada tahun 2018. Dari penjaringan potensi yang telah dilakukan, diketahui bahwa wilayah KTH Eka Tunas Merta memiliki beragam potensi mulai dari madu hingga keberadaan mata air yang dapat dioptimalkan untuk beragam kegiatan. Hal ini diamini oleh Pak Jero, selaku penyuluh dari KPH Bali Timur sekaligus pendamping dari KTH Eka Tunas Merta. “Potensi yang ada sebenarnya cukup banyak, seperti beragam tanaman buah dan sayuran, sumber air panas, dan saat ini ada stup lebah madu trigona”, Ucap Pak Jero.

BPPIKHL Wil. JabalNusa saat ini terus berupaya melakukan penjaringan potensi di berbagai lokasi di wilayah kerja. Haryo Pambudi, S.Hut., M.Sc., selaku kepala Balai PPIKHL Wil. JabalNusra menekankan pentingnya penjaringan potensi ini. “Dengan partisipasi aktif dalam penjaringan potensi melalui bitly http://bit.ly/DJPPI20000ProKlim dan bitly https://bit.ly/DJPPIGahkarhutla diharapkan memberikan informasi penting kepada kami untuk memotret secara keseluruhan, sekaligus menjadi jembatan penghubung dengan instansi terkait lainnya”, Ujar Haryo Pambudi, Kepala BPPIKHL Wil. JabalNusa. Lebih lanjut Haryo Pambudi memberikan ilustrasi konkrit mengenai manfaat penjaringan potensi ini. “Sebagai contoh, kemarin dari Petra Pertamina menanyakan lokasi yang ada biogas, nah dengan data potensi yang ada, kami dapat menyampaikan lokasi mana saja yang ada biogasnya”, Pungkasnya.

Pada kegiatan pemetaan kali ini juga dilakukan pembagian bahan informasi seperti booklet dan poster, dengan harapan dapat disebarluaskan ke yang lain agar semakin banyak yang wilayah yang terpetakan potensinya. Dengan pemetaan potensi ini, diharapkan akan memberikan beragam manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung di masa mendatang, seperti menjadi data base dalam penyusunan perencanaan kegiatan teknis balai, mendukung upaya pencapaian target 20.000 ProKlim, menjadi perantara dalam mensinergikan dengan pihak lain, dan memetakan potensi di wilayah sekitar kawasan penyangga sehingga dapat mendukung kelestarian kawasan.

 

Kehumasan BPPIKHL Jawa Bali Nusa Tenggara

Ikhwanudin Rofi’i

Atik Murwatiningrum

I Ketut Sutresna

Tags: Sekretariat Direktorat Jendral, Adaptasi Perubahan Iklim

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT