Penguatan MPA Melalui Budidaya Madu Kele-kele di KPH Bali Timur

Kintamani, 21 April 2021

20210504bali0101Kelompok Masyarakat Peduli Api yang kita kenal dengan sebutan MPA merupakan ujung tombak dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah kerja Balai PPIKHL JabalNusa yang tidak memiliki Manggala Agni dan Daerah Operasional. Tanggal 20-21 April 2021, Balai PPIKHL JabalNusa bersama KPH Bali Timur melakukan kegiatan penguatan kelompok MPA berbasis usaha ekonomi di Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli sebagai bentuk apreasiasi dan stimulan kepada kelompok MPA. Peserta yang terlibat sebanyak 30 orang dari kelompok MPA yang berasal dari 4 Desa yaitu Desa Batur Selatan, Desa Songan A, Desa Songan B, dan Desa Sukawana Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Acara dibuka langsung oleh Kepala KPH Bali Timur, I Made Warta. Dalam sambutannya, Kepala KPH Bali Timur selaku tuan rumah sangat berterima kasih karena dengan dilaksanakannya kegiatan ini masyarakat yang tergabung dalam kelompok MPA menjadi lebih produktif, tidak hanya membantu pemerintah dalam upaya pengendalian karhutla, namun juga mampu mendongkrak perekonomian mereka. Made berharap agar apa yang telah dipelajari dan diterima hari ini dapat terus dikembangkan, dan dipertahankan.

Pembekalan materi pertama terkait upaya dalkarhutla melalui penguatan kelompok MPA berbasis usaha ekonomi disampaikan oleh BPPIKHL JabalNusa. I Dewa Ngakan Gede Anom menyampaikan, bahwa dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan perlu adanya apresiasi kinerja MPA, yaitu melalui stimulus peningkatan ekonomi. I Dewa Ngakan Gede Anom menambahkan, ada beberapa alternative kegiatan yang dapat dilakukan guna meningkatkan ekonomi, yaitu budidaya lebah madu, produksi cuka kayu, serta pengembangan ekowisata. Prinsip utama dalam usaha peningkatan ekonomi MPA adalah harus melihat potensi lokal yang ada, kemudian disusul dengan proses pemanfaatan dan pemberdayaan. Jika dijalankan dengan baik, kedua prinsip ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan ekonomi.

Keesokan harinya, materi yang diberikan merupakan teknik budidaya serta praktek pembuatan stup lebah madu yang disampaikan langsung oleh ahli peternak lebah madu Kele-kele (Trigona) asal Rendang Kabupaten Karangasem. Peserta sangat semangat dalam mendengarkan penyampaian materi terkait lebah madu trigona ini. Hal ini terlihat pada sesi diskusi, anggota MPA banyak mengajukan pertanyaan seputar lebah Trigona, hal-hal yang harus dihindari, serta pakan yang layak untuk lebah trigona agar dapat memberikan hasil madu yang baik. Pada sesi praktek budidaya lebah madu trigona, para peserta diberikan keterampilan dalam membuat stup, teknik memisahkan koloni dan pemanenan madu.

20210504bali010220210504bali0103

 

Kegiatan yang digelar selama 2 hari tersebut diakhiri dengan pemberian apresiasi/stimulus berupa 10 stup lebah madu trigona yang diserahkan langsung oleh Kepala KPH Bali Timur kepada perwakilan anggota MPA. Hal ini disambut baik oleh para peserta yang tergabung dalam kelompok MPA dengan harapan dapat mengembangkan lebah madu trigona menjadi lebih baik dan tetap berkomitmen dalam upaya pengendalia karhutla.

Kehumasan BPPIKHL JabalNusa

Muhammad Hafiz

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT