• Beranda
  • Berita
  • MAHASISWAUNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT LAKUKAN PENELITIAN TEKNOLOGI PEMBUATAN ASAP CAIR DI DAOPS MANGGALA AGNI KALIMANTAN V / BANJAR

MAHASISWAUNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT LAKUKAN PENELITIAN TEKNOLOGI PEMBUATAN ASAP CAIR DI DAOPS MANGGALA AGNI KALIMANTAN V / BANJAR

 

20210429kal0201

Dua Mahasiswa ULM praktek membuatan Asap Cair didampingi anggota Manggala Agni Daops Kalimantan V/Banjar

Banjar_Balai PPIKHL Kalimantan. Dua orang Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat(ULM) melakukan penelitian Pembuatan Asap Cair (Cuka Kayu) di Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Kalimantan V/Banjar, Kamis (15/04/2021).

Bertempat di Pondok Pembuatan Asap Cair Daops Manggala Agni Kalimantan V/Banjar. Dua orang Mahasiswa ULM Jurusan Kehutanan melakukan penelitian terkait teknologi pembuatan asap cair.

“Produktivitas dan Randemen Asap Cair Karet (Heavea brasiliensis) menggunakan dua metode destilasi merupakan judul yang kami angkat untuk penelitian ini” ungkap Edward Parulian, salah satu mahasiswa ULM yang melakukan penelitian.

Asap cair yang merupakan hasil pengelolaan sisa bahan bakaran dan dapat dimanfaatkan serta semakin diminati masyarakat menjadi latar belakang kedua Mahasiswa ULM melakukan penelitian tentang asap cair.

Pengambilan data dilakukan selama 4 (empat) hari dari tanggal 15 April 2021 sampai dengan 18 April 2021 dengan didampingi oleh anggota Manggala Agni Daops Kalimantan V/ Banjar. Kedua mahasiswa membandingkan hasil pembuatan asap cair dengan tungku tradisonal dan tungku modern.

“Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pembuatan asap cair dengan menggunaan dua tungku yaitu tungku tradisional dan tungku modern, sehingga nanti bisa diketahui tungku mana yang menghasilkan asap cair lebih banyak”, tambah Edward Parulian.

20210429kal0202

Penyiapan bahan bakaran dan pembuatan Asap Cair

Ibnu Harsodo, Kepala Daops Kalimantan V/Banjar menyambut dan mendukung penelitian tentang asap cair oleh kedua mahasiswa tersebut.

“Kami sangat mendukung kegiatan penelitian pembuatan asap cair oleh mahasiswa ULM ini, semoga hasil dari penelitian ini nantinya bisa dibagikan kepada masyarakat luas, agar masyarakat juga mengetahui perbandingan dari pembuatan asap cair dengan menggunakan tungku tradisional dan tungku modern”, ungkapnya .

20210429kal0203

Pengukuran hasil pembuatan Asap Cair dengan menggunakan tunggu tradisional dan tungku modern

Ibnu juga berharap ke depannya akan semakin banyak mahasiswa maupun pelajar yang berminat belajar mengenai pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ditahun-tahun sebelumnya Daops Kalimantan V/Banjar juga beberapa kali menerima kunjungan dari siswa sekolah yang ingin mengenal pengendalian karhutla maupun profesi manggala agni.

(Tim Humas Balai PPIKHL Wilayah Kalimantan 2021; Daops Kalimantan V/Banjar; AF/RAN/MF; editor NFA)

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT