• Beranda
  • Berita
  • Sinergitas Kontribusi Multipihak dalam Mendukung Implementasi NDC Melalui Pelaporan dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim

Sinergitas Kontribusi Multipihak dalam Mendukung Implementasi NDC Melalui Pelaporan dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim

 Denpasar, 23 Maret 2021

Sebagai salah satu Negara Pihak yang ikut meratifikasi Perjanjian Paris, Indonesia harus senantiasa mencatat perkembangan atas apa yang telah tertulis dalam dokumen NDC (Nationally Determined Contribution). Salah satu cara untuk mentracking apa saja yang sudah dilakukan Indonesia dalam upaya-upaya pengendalian perubahan iklim adalah melalui SRN (Sistem Registri Nasional). SRN merupakan aplikasi pengelolaan data dan informasi aksi dan sumber daya untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia. Sejauh ini Indonesia telah melaporkan kinerjanya dalam penurunan emisi, namun belum memiliki data yang lengkap mengenai aksi apa saja yang telah dilakukan dalam hal penurunan emisi tersebut.

20210404bali0201 

Dalam upaya pencatatan aksi-aksi dan sumberdaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Lahan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (BPPIKHL JabalNusra) melakukan rapat Sinkronisasi dan Koordinasi Kegiatan Teknis Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara secara offline dan juga online, pada 23 Maret 2021 lalu. Rapat ini dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (Setditjen PPI), Novia Widiyaningtyas, S.Hut, M.Sc, serta dipimpin oleh Kepala Balai PPIKHL JabalNusra, Haryo Pambudi, S. Hut, M.Sc.Rapat yang diadakan di Ruang Rapat Balai PPIKHL JabalNusra dan juga melalui zoom meeting ini menghadirkan satker, UPT dan daerah dari Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu P3E Bali Nusra, BPKH VIII Denpasar, BPKH XIV Kupang, BPHP VII Denpasar, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, BKSDA Bali, BBKSDA NTT, BDLHK Kupang, BPPLHK Kupang, Taman Nasional di Bali dan NTT serta KPH seluruh Bali dan NTT.

Dalam sambutannya, Setditjen PPI, Novia Widiyaningtyas, S.Hut, M.Sc, menegaskan bahwa sinkronisasi dan koordinasi merupakan salah satu langkah penting dalam mencapai target penurunan emisi dan ketahanan iklim di Indonesia. Dengan meningkatnya sinergitas antar stakeholder dalam pelaksanaan kegiatan, diharapkan ada kesepahaman untuk identifikasi aksi dan menandai sumber daya yang masuk dalam ruang lingkup adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, sehingga bisa memberikan laporan yang sesuai kaidah transparansi yang ada di dalam ketentuan UNFCCC.

20210404bali0202

Rapat dimulai dengan penyampaian paparan dari P3E mengenai daya dukung daya tampung ekosistem di Bali dan NTT. Kemudian, dielaborasi dengan potret tutupan lahan di Bali dan NTT dari paparan BPKH, dan dilanjutkan dengan paparan mengenai aksi-aksi adaptasi dan mitigasi yang telah dilakukan oleh para pemangku wilayah dilapangan. Paparan ini nantinya akan menjadi modal dalam input aksi dan sumberdaya ke dalam aplikasi SRN.

 20210404bali0203

Selain penyampaian paparan dari tiap-tiap instansi dan dinas terkait, BPPIKHL JBN juga menyampaikan paparan mengenai cara membuat akun serta input aksi dansumber daya ke dalam SRN. Diskusi juga dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai aksi apa saja yang dapat dimasukkan dan siapa yang memiliki wewenang untuk memasukkan data kedalam SRN. Kegiatan ini nantinya diharapkan dapat tahap awal dalamupaya pencatatan aksi-aksi dan sumberdaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklimdari semua stakeholder untuk mendukung implementasi Perjanjian Paris.

 

Kehumasan BPPIKHL Jawa Bali Nusa Tenggara

Arie Maya W

 

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT