GELIAT IGRK MPV DI AWAL TAHUN MESKI PANDEMI

 Bogor, Februari 2021

Direktorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Verifikasi & Pelaporan (IGRK MPV) memulai kegiatan hybrid secara marathon di awal tahun ini meski dalam suasana pandemi yang kian melonjak. Ini merupakan keniscayaan, sebagai konsekwensi keberlanjutan inventarisasi dan monitoring gas rumah kaca yang merupakan kerja-kerja kolaboratif dengan multistakeholder, khususnya kementerian lembaga (KL) yang terkait dengan sektor kehutanan, pertanian, industri, energi dan limbah.

Kegiatan marathon ini diawali dengan rapat hybrid di hotel Santika dan zoom meeting pada Senin 15 Februari 2021 dengan sektor pertanian. Rapat dibuka oleh Direktur IGRK MPV, dan dihadiri oleh unit terkait lingkup Kementerian LHK, perwakilan Balai PPI KHL dari 5 region Sumatera, Jawa Bali Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku Papua. Serta para perwakilan Dinas LHK propinsi, serta mitra dari unit-unit Kementerian Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI). Antusiasme teman-teman daerah khususnya Balai dan DLHK tampak dari kehadiran mereka yang lebih awal dan jumlah yang melebihi kuota yang didaftarkan panitia.

Sebagai narasumber utama rapat ini adalah Kasubdit Inventarisasi GRK sektor Berbasis Lahan yang membawahi juga sektor pertanian KLHK, Peneliti Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) Pati Jawa Tengah yang menangani pnegumpulan data aktivitas dan perhitungan emisi karbon sektor pertanian, Fungsional Peneliti dari Badan Litbang Pertanian dan juga dari Biro Perencanaan Kementan sebagai Koordinator Dampak Perubahan Iklim (DPI) Kementan.

Pada kesempatan pembukaan, Direktur IGRK MPV, Dr. Syaiful Anwar, M.Sc, mengatakan bahwa kerjasama KLHK khususnya Ditjen PPI selaku vocal point pengendalian perubahan iklim dengan mitra KL terkait hingga saat ini sudah sangat baik, khususnya dengan Kementerian Pertanian terkait perhitungan emisi dari sektor pertanian. Ini terbukti dengan adanya pokja dampak pengendalian perubahan iklim lingkup Kementan yang diketuai oleh Biro Perencanaan yang melibatkan seluruh unsur ditjen teknis terkait Kementan, khususnya untuk pengumpulan data dan penghitungan emisi yang dilakukan oleh Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Pati Jawa Tengah. Disamping itu, data-data yang disajikan relatif tepat waktu dan akomodatif dengan KLHK selaku pengemban amanat Perpres 71 tahun 2011 tentang penyelenggaraaan IGRK Nasional..

Direktur IGRK MPV juga menekankan bahwa tahun 2021 ini adalah tahun transisi penerapan penghitungan emisi Model 1 menuju Model 2. Dimana pada model 1 peran kementerian sektor hanya dibebani pengumpulan data aktivitas, namun pada model 2, hampir seluruh kegiatan inventarisasi akan dilakukan oleh kementerian sektor, mulai dari pengumpulan data aktivitas, penghitungan emisi, hingga estimasi emisi. Nampaknya untuk sektor pertanian, Kementerian Pertanian cukup siap dengan peralihan peran ke model 2 ini, terbukti dengan sudah adanya pokja dampak perubahan iklim Kementan 2021-2025.

Foto-foto rapat dan capture zoom meeting :

20210218igrk030120210218igrk030220210218igrk0303

 

 

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT