PADIATAPA Untuk Program FCPF-Carbon Fund Di Kalimantan Timur

 

Program Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan (Forest Carbon Partnership Facility/FCPF-Carbon Fund) dari Bank Dunia, yang dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Timur akan memasuki fase Pembayaran Berbasis Kinerja (Result Based Payment) untuk implementasi aksi penurunan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan selama periode tahun 2020-2024. Hal ini berarti Provinsi Kalimantan Timur akan mendapatkan dana insentif atas setiap pencapaian penurunan emisi gas rumah kaca dari sector berbasis lahan selama periode 2020-2024. Program FCPF-Carbon Fund merupakan bagian dari implementasi REDD+ secara penuh di tingkat sub-nasional yang berkontribusi terhadap pencapaian target NDC (Nationaly Determined Contribution) Indonesia dari sector kehutanan

20201231mpi0101

Foto 1. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pelaksanaan FPIC FCPF Tahap II

Sebelum program FCPF dilaksanakan, para pihak yang terdampak dari programini wajib mendapatkan informasi yang lengkapdan jelas, sebelum akhirnya nanti memutuskan untuk setuju atau tidak setuju terlibat dalam pelaksanaan program ini. Proses peyampaian informasi ini dikenal dengan istilah PADIATAPA (Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan) atau FPIC (Free Prior Informed and Consent). PADIATAPA atau FPIC merupakan proses untuk meminta persetujuan yang dilakukan tanpa paksaan yang didasari pada penyampaian informasi di awal, mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan dan kemungkinan dampakyang ditimbulkan serta manfaat yang akan diperoleh dari pelaksanaan sebuah program. PADIATAPA wajib dilakukan dalam rangka untuk memperoleh persetujuan dari masyarakat lokal/adat sebelum program FCPF-Carbon Fund dilaksanakan di Kalimantan Timur.

20201231mpi0102

Foto 2. Pelaksanaan PADIATAPA/FPIC dan Pengambilan Konsensus dari Masyarakat

 

PADIATAPA/FPIC untuk Program FCPF-CF Kalimantan Timur dilaksanakan pada 99 Desa yang tersebar di 5 Kabupaten dan 1 Kota yaitu Kab. Kutai Barat, Kab. Kutai Timur, Kab. Paser, Kab. Penajam Paser Utara, Kab. Berau dan Kota Balikpapan. Desa-Desa yang dijadikan sebagai lokasi kegiatan PADIATAPA/FPIC merupakan desa prioritas dalam pelaksanaan program FCPF-CF di Kalimantan Timur. Ke-99 desa tersebut juga merupakan target untuk Program Kampung Iklim Plus (Proklim Plus), dimana Desa-Desa tersebut akan menjadi bagian dalam pencapaian target penurunan emisi dari pelaksanaan program FCPF-CF ini.

20201231mpi0103

Foto 3. Pelaksanaan Evaluasi dan Pelaporan Akhir Kegiatan PADIATAPA/FPIC

 

PADIATAPA/FPIC untuk program FCPF terlaksana atas kerjasama KLHK (Direktorat MPI dan P3SEKPI) dan Pemprov Kaltim (Dinas Lingkungan Hidup Prov. Kaltim dan DDPI/Dewan Daerah Perubahan Iklim Prov. Kaltim). Kegiatan PADIATAPA/FPIC ini dilaksanakan dalam 2 tahap yaitu Tahap I merupakan kegiatan sosialisasi dan konsultasi program kepada masyarakat yang dilaksanakan 1-30 Oktober 2020 dan Tahap II merupakan pengambilan konsensus atau persetujuan dari masyarakat yang dilaksanakan 1-30 November 2020. Sedangkan untuk Evaluasi dan Pelaporan Akhir kegiatan PADIATAPA/FPIC ini dilaksanakan di Kota Samarinda pada pertengahan Desember 2020. Pelaksanaan PADIATAPA/FPIC ini melibatkan 13 Tim yang terdiri dari unsur Pemerintah, LSM/NGO dan Akademisi/Praktisi.

Dengan adanya kegiatan PADIATAPA/FPIC ini diharapkan masyarakat menjadi tahu dan mengerti mengenai ruang lingkup kegiatan dari Program FCPF-CF, dampak yang mungkin ditimbulkan dan manfaat dari pelaksanaan program ini. Selain itu, yang lebih penting adalah program ini mendapatkan dukungan dan pengakuan dari masyarakat sehingga masyarakat juga dapat berperan aktif dalam pelaksanaan program ini. Semoga pelaksanaan program FCPF-CF ini membawa manfaat positif bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur.

(t.imansyah/MPI)

Tags: Mitigasi Perubahan Iklim

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT