MPA WANI HANGIT MENJAGA BIRU LANGIT

Karhutla tahun 2015, dimana saat itu banyak kebun masyarakat di Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan terbakar. Kejadian itu sungguh menimbulkan kekhawatiran masyarakat khususnya di Desa Tanjung dan Desa Ketapang akan keberlangsungan lingkungan hidup di desanya. Pada September 2015 mereka membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) Wani Hangit yang didasari oleh persamaan persepsi mereka akan bahaya karhutla dan upaya mencegahnya.

Kelompok MPA yang dalam Bahasa Jawa berarti berani hangus ini dibentuk oleh DAOPS Manggala Agni Tanah Laut berdasarkan SK Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Nomor SK. 6689/ BKSDAKALSEL-1.1/2015 pada September 2015. Saat dibentuk beranggotakan 30 orang yang berasal dari Desa Tanjung dan Desa Ketapang Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut. Kedua desa ini merupakan desa penyangga kawasan konservasi Taman Hutan Raya Sultan Adam.

Nur Kholiq sebagai ketua MPA Wani Hangit mengaku bahwa dibentuknya kelompok masyarakat ini dilatarbelakangi kejadian karhutla 2015 yang melanda desanya. “Sebagai langkah antisipasi dibentuklah MPA agar bencana karhutla seperti tahun 2015 tidak berulang terjadi di wilayah meraka,” ujarnya.

20201222pkhl0101

Mereka sering melakukan kegiatan bersama dengan Manggala Agni Daops Tanah Laut, sehingga banyak mengadopsi teknik dan metode penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Bahkan saat setelah mereka merasa cukup terampil, MPA yang pada Juli 2020 pernah diliput oleh stasiun televisi Metro TV ini berani menyatakan bahwa jika ada karhutla di desanya, Manggala Agni Daops Tanah Laut tidak perlu turun langsung, biar mereka saja yang akan menanganinya.

“Kami juga melakukan inovasi peralatan untuk pengendalian karhutla, berupa modifikasi alat angkut air pemadam,” tutur Kholiq dengan bangga. Peralatan modifikasi yang dirangkai dengan kendaraan bermotor roda dua ini diakui sangat membantu mereka untuk mengangkut air untuk bahan pemadaman di daerah mereka yang memiliki aksesibilitas yang cukup sulit dengan topografi berbukit.

20201222pkhl0102

Kholiq juga menjelaskan bahwa MPA Wani Hangit aktif melakukan upaya pecegahan karhutla. Kegiatan itu antara lain seperti patroli sering mereka lakukan disela aktivitas mereka berladang, sosialisasi pencegahan karhutla bagi para wisatawan Tahura, praktek penerapan asap cair dalam kegiatan pertanian dan peternakan serta rehabilitasi lahan bekas terbakar.

Sementara itu, beberapa waktu yang lalu Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL), Basar Manullang berkesempatan menjumpai langsung kelompok MPA ini dan memberikan penghargaan atas upaya MPA Wani Hangit dalam peran serta aktifnya dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

20201222pkhl0103

“Kami sangat mengapresiasi komitmen dan upaya MPA Wani Hangit, diharapkan masyarakat yang tergabung dalam MPA ini bisa mengajak warga lainnya untuk lebih peduli dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan,” ungkap Basar.

Basar menambahkan bahwa integritas dan komitmen MPA Hani Hangit harus terus dijaga, tumbuhkan terus kekompakan bersama para pihak lainnya dalam pengendalian karhutla Peran serta aktif masyarakat dalam pengendalian karhutla sungguh diperlukan dalam menjaga alam tetap lestari, lingkungan terjaga, dan langit tetap biru. **

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT