Pemberdayaan Ekonomi MPA-Paralegal Di Desa Rawan Karhutla

 Pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilaksanakan. Salah satu desa yang menjadi diharapkan bisa menjadi percontohan pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah Desa Tumbang Nusa, Jabiren Raya, Pulang Pisau, Kalteng. Pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Tumbang Nusa dilakukan dengan budidaya ikan papuyu menggunakan terpal di lahan gambut. Ikan papuyu sering dikenal dengan ikan betik, puyo-puyo, puyu, bato, harfan, atau betok (Anabas testudineus). Ikan papuyu adalah adalah ikan air tawar dan payau, seluruh tubuhnya berwarna hitam sampai hijau pucat, panjang mencapai 25 cm, hidup di dasar perairan tropis.

20201219pkhl0101

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Basar Manullang mengungkapkan budidaya ikan papuyu di lahan gambut layak dicoba untuk mengurangi potensi karhutla di desa rawan karhutla di Kalimantan. "Budidaya ikan papuyu di lahan gambut sudah dilakukan di Desa Tumbang Nusa Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalteng, sejak Agustus lalu,," ujar Basar.

"Informasi dari pembudidaya ikan yang merupakan masyarakat paralegal, faktor yang menjadi kendala bagi pengembangan budidaya ikan adalah keasaman air," ungkapnya. Menurut dia, dipilihnya ikan papuyu karena memiliki nilai ekonomis tinggi, cenderung lebih tahan terhadap oksigen rendah dan air dengan keasaman tinggi, serta mampu bertahan terhadap lingkungan yang buruk.

Basar mengungkapkan program pengembangan ekonomi masyarakat ini dilakukan untuk mencegah terjadinya karhutla oleh para pemancing ikan papuyu di Desa Tumbang Nusa. "Para pemancing ini ini biasanya membuat api unggun tapi lupa tidak dimatikan sehingga bisa membuat kebakaran," ungkap Basar.

20201219pkhl0102

"Selain melakukan pemberdayaan ekonomi, masyarakat juga kami ajak untuk melakukan patroli pencegahan karhutla di lokasi-lokasi rawan karhutla," tambah Basar. Informasi dari Masyarakat Peduli Api (MPA) - Paralegal dahulu ketika belum ada patroli ratusan pemancing masih sering berdatangan ke lokasi rawan karhutla.

"Setelah ada patroli sangat berkurang, kami ajak ngobrol, kami ingatkan untuk mematikan api dan jangan buang rokok sembarangan," ungkapnya. 

Basar mengharapkan patroli bersama oleh Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD serta MPA-Paralegal ini bisa mencegah terjadinya karhutla. Karena karhutla merupakan permasalahan yang harus kita hadapi bersama.

20201219pkhl0103

20201219pkhl0105

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT