MPA Mata Api, untuk Hutan Taman Nasional Kelimutu yang Lestari

 

Ende, 16 November 2020

Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu isu penting yang menyumbang emisi dan menyebabkan terjadinya perubahan iklim. Terlebih lagi di kawasan konservasi yang harus dijaga dengan optimal agar fungsi ekosistem bagi makhluk hidup berjalan dengan baik. Perlindungan kawasan konservasi dilakukan dengan melibatkan masyarakat dalam pelaksanaannya. Peran serta masyarakat sangat di utamakan sebagai ujung tombak ditingkat tapak dalam upaya penanggulangan karhutla khususnya.

19112020jbn0601

Pada tahun 2018 Balai TN Kelimutu telah membentuk 1 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berada di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Detusoko. Kehadiran MPA di Wilayah Balai TN Kelimutu cukup membantu dalam pelaksanaan kegiatan pencegahan maupun penanganan karhutla. Di tahun 2019, kawasan Balai TN Kelimutu kembali terbakar. Lokasi kebakaran kali ini berada di kawasan SPTN I Moni terjadi di 2 lokasi yaitu di Desa Waturaka dengan luas ±6,2 Ha namun yang masuk ke dalam kawasan seluas ± 0,2 Ha dan lokasi kedua berada di Desa Woloara Barat dengan luas ±2 Ha, dan yang masuk kawasan seluas ±0,4Ha.Atas dasar kejadian tersebut, Balai TN Kelimutu berinisiatif untuk mengusulkan kepada Balai PPIKHL JabalNusa untuk dapat memfasilitasi pembentukan kelompok MPA di sekitar kawasan khususnya di Seksi PTNWilayah 1 Moni.

Menindaklanjuti usulan tersebut, pada tanggal 14 – 15 November 2020 pihak BPPIKHL JabalNusa bersinergi dengan Balai TN Kelimutu dalam kegiatan Pembentukan MPA. Kegiatan kali ini dilaksanakan di wilayah SPTN I Moni dengan melibatkan 30 orang calon anggota MPA yang berasal dari 4 desa rawan karhutla di sekitar kawasan. Desa-desa tersebut antara lain, Desa Nduaria, Desa Wolokelo, Desa Waturaka, dan Desa Woloara Barat, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Kegiatan Pembentukan MPA terbagi dalam 2 sesi yaitu sesi teori dan sesi praktek. Hasil dari kegiatan pembentukan kelompok MPA yang dilaksanakan selama 2 hari ini berhasil membentuk sebuah kelompok MPA baru yang diberi nama “Mata Api”. Nama “Mata Api” sendiri berasal dari Bahasa daerah sekitar yang memiliki arti “Matikan Api”. Seluruh anggota dari kelompok MPA ini sepakat memilih nama tersebut karena dirasa mampu memberi semangat dalam kegiatan pengendalian karhutla.

19112020jbn0602

Kegiatan Pembentukan dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Balai TN Kelimutu, Persada Agussetia Sitepu, S.Hut., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama, perlu dibangun sistem dalam pengendalian karhutla. Dalam hal ini, kegiatan Pembentukan MPA merupakan salah satu wujud dari pembangunan sistem pengendalian karhutla di tingkat terkecil, yaitu tingkat desa. Meskipun lingkupnya kecil, namun peran kelompok MPA sangatlah besar. Berhasil tidaknya pengendalian karhutla di Indonesia bergantung kepada berjalan atau tidaknya sistem ditingkat terkecil. Haryo Pambudi, S. Hut., M. Sc sebagai Kepala Balai PPIKHL JabalNusa juga mendukung adanya sinergitas dengan Balai TN Kelimutu dan masyarakat sekitar dalam pengendalian karhutla. Haryo menegaskan bahwa aksi MPA Mata Api dalam pengendalian karhutla berperan untuk mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca dan dapat di registrikan ke dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI). Dimana SRN PPI digunakan sebagai wadah untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai aksi dan sumberdaya pengendalian perubahan iklim yang digunakan sebagai bahan pelaporan kepada internasional. Selain itu, Haryo juga mengungkapkan terima kasih atas partisipasi aktif masyarakat yang telah mengikuti dan berkontribusi untuk menjaga hutan dari kebakaran hutan dan lahan. “Terima kasih kepada bapak ibu mau hadir dan menjadi komunitas melalui masyarakat peduli api yang ikut membantu menjaga hutan yang ada di Balai Taman nasional Kelimutu. Kita juga yang akan ikut merasakan bila hutan terjaga dengan baik. Semoga ini menjadi awal yang baik dalam sinergitas Bersama antara masyarakat, Balai TN Kelimutu dan Balai PPIKHL JabalNusa” pungkasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga akhir. Para peserta dapat memahami seluruh materi yang diberikan dengan cukup baik, terbukti dari awal pelaksanaan sampai dengan akhir acara peserta sangat antusias dan berakhir dengan sesi praktek yang dilaksanakan tanpa adanya kendala dan lancarnya para anggota MPA dalam penggunaan alat-alat pemadaman karhutla.

19112020jbn0603

Kehumasan BPPIKHL JabalNusa

Endah Sulistyowati

I Dewa Ngakan GedeAnom AWSK

Nur Rais Irfan Aminuddin

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT