Mangrove dan Perubahan Iklim : Kunjungan Kemenko Maritim dan Investasi ke Mangrove Information Centre BPPIKHL JabalNusa

 

Denpasar, 8 November 2020

              19112020jbn0501Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (BPPIKHL JabalNusa) menerima kunjungan dari Kedeputian Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Sabtu, 7 November 2020. Kegiatan ini diikuti oleh Sekretaris Deputi, para Asisten Deputi dan staf berjumlah 28 Orang. Tim dari Kemenko Marinves bertujuan untuk mengali informasi terkait pengelolaan mangrove dan mengunjungi Taman Hutan Raya Mangrove Ngurah Rai yang berada di sekitar kantor BPPIKHL JabalNusa. Kunjungan yang dilakukan oleh Kemenko Marinves dilakukan dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 seperti menjaga jarak, memakai masker, cek suhu badan serta mencuci tangan sebelum masuk ke lingkungan kantor BPPIKHL JabalNusa.

Haryo Pambudi selaku Kepala Balai PPIKHL JabalNusa19112020jbn0502menyambut baik kedatangan kunjungan dari Tim Kemenko Marinves. Haryo menjelaskan sejarah pengelolaan hutan Mangrove yang pernah dilakukan sebelum berganti tugas dan fungsi menjadi BPPIKHL JabalNusa. Pemulihan ekosistem mangrove mulai dilakukan pada tahun 1992 – 1999 melalui kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Proyek ini diberi nama The Development of Sustainable Mangrove Management Project yang bertujuan untuk merehabilitasi 268 Ha kawasan hutan mangrove di Bali dan Lombok. Proyek pengelolaan hutan mangrove berlanjut di tahun 2001-2006 dengan nama The Mangrove Information Centre Project. Proyek kerja sama Kementerian Kehutanan dan JICA ini bertujuan untuk membangun dan mengembangkan model pelatihan pengelolaan hutan mangrove, mengembangkan teknik persemaian dan rehabilitasi, menyusun program pendidikan lingkungan mangrove, membangun jalur wisata alam mangrove dan mengembangkan model eco-tourism berbasis mangrove. Rehabilitasi hutan mangrove terus dilakukan secara massif mulai tahun 2007-2016 dibawah naungan Balai Pengelolaan Hutan Mangrove, Kementerian Kehutanan. Melihat panjangnya sejarah dan pengalaman para staf BPPIKHL JabalNusa dalam pengelolaan hutan mangrove, banyak stakeholder lain yang tertarik untuk belajar secara bersama-sama mengenai pengelolaan hutan mangrove, salah satunya tim Kemenko Marinves. Haryo juga menuturkan peluang ini dimanfaatkan oleh BPPIKHL JabalNusa dalam menyebarluaskan informasi mengenai peran penting pengelolaan hutan mangrove, baik manfaat karbon maupun manfaat selain karbon dalam pencapaian target NDC di bidang kehutanan.

Setelah mendapatkan sambutan, tim Kemenko Marinves mengunjungi exhibition room dan lokasi tracking mangrove Tahura Ngurah Rai. Tim Kemenko Marinves sangat antusias mendengarkan paparan dari guide (staf BPPIKHL JabalNusa) mengenai informasi pembibitan, zonasi hutan mangrove, beragam jenis mangrove hingga mollusca dan burung yang ada di sekitar kawasan Tahura Ngurah Rai. Di Akhir kunjungan, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Dirhansyah Conbul menyampaikan bahwa lokasi Tahura Ngurah Rai memiliki potensi yang bagus untuk pengembangan ecotourism. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas sambutan dari BPPIKHL JabalNusa yang memfasilitasi kunjungan kerja ini. “Mewakili tim Kemenko Marinves yang berkunjung ke sini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan semoga kita bisa bertemu di kesempatan lainnya untuk mengembangkan potensi yang ada” pungkasnya. Adanya kunjungan ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim dengan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dalam mendorong pengembangan dan pengelolaan mangrove secara berkelanjutan dalam kerangka pengendalian perubahan iklim

 19112020jbn0503

19112020jbn0504

Kehumasan BPPIKHL JabalNusa

Satrio Sapta Nugroho

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT